5 Skenario Pilpres, Jokowi Selalu Unggul

Rabu, 28 Februari 2018  17:14

5 Skenario Pilpres, Jokowi Selalu Unggul

Jakarta (BM) - Populi Center melakukan survei terkait Pilpres 2019. Dalam beberapa skenario simulasi, Joko Widodo (Jokowi) selalu unggul.  Dari sisi elektabilitas capres, Jokowi juga jauh di atas rival terdekatnya, Prabowo Subiyanto. Apalagi kandidat yang lainnya.

Survei digelar pada 7-16 Februari 2018 di 34 provinsi di Indonesia. Ada 1.200 responden yang diwawancara dengan dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Margin of error survei +- 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Proporsi gender dalam survei ditentukan 50:50.

Populi menggelar simulasi dengan 5 skenario duet Pilpres 2019. Dari kelima skenario tersebut, Jokowi dipasangkan dengan 5 cawapres berbeda, salah satunya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Untuk pesaing Jokowi, Populi menempatkan beberapa nama, seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, hingga Gatot Nurmantyo.

Yang menarik, duet Jokowi-Menkeu Sri Mulyani memperoleh suara tertinggi dalam simulasi tersebut. Duet Jokowi-Sri Mulyani diadu dengan Gatot-Anies.

Berikut ini simulasi duet Pilpres 2019 versi Populi:

Jokowi-AHY 50,8% ; Prabowo-Anies 27,8% ; Jokowi-Airlangga Hartarto 54,3%  ; Anies-AHY 14,8% ; Jokowi-Sri Mulyani 57,3% ; Gatot-Anies 15,8% ; Jokowi-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) 50,6% ; Prabowo-Anies 27,8% ; Jokowi-Moeldoko 49,1% ; Prabowo-Anies 28,8%.

Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati menjelaskan hasil simulasi duet itu menunjukkan sosok Jokowi yang paling mempengaruhi insentif elektoral. Kata Hartanto, Jokowi disandingkan dengan tokoh siapa pun tetap akan unggul.

"Kalau saya lihat, ini lebih cenderung kepada sosok Jokowi, ini dilihat kepuasan pemerintahan," kata Hartanto di Populi Center, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (28/2/2018).

Menurut Hartanto, simulasi pasangan capres-cawapres itu dilakukan berdasarkan pertimbangan sosok militer. Selain itu, dia menjelaskan Prabowo juga mempunyai magnet elektoral yang cukup tinggi dibanding tokoh militer lain.  "Tidak ada hitung-hitungan matematis, sekadar simulasi dan tokoh militer yang muncul," tuturnya.

Hal itu terbukti, sambung dia, saat Jokowi-Sri melawan Gatot-Anies. Suara Jokowi-Sri dinilai lebih tinggi karena tak ada nama Prabowo di pasangan lawan. Begitu pula saat Jokowi-Airlangga melawan Anies-AHY.

"Kalau bisa dilihat, berdasarkan data Jokowi dipasangkan Sri Mulyani dengan tokoh lain, karena simulasinya Gatot sama Anies," ujarnya.

 

Prabowo Menukik

Populi Center merilis data perbandingan elektabilitas calon presiden. Tren elektabilitas Jokowi cenderung stagnan, sedangkan Prabowo Subianto menunjukkan penurunan. Data ini dirilis Populi Center di kantornya, Jl S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (28/2/2018). Masing-masing survei digelar di 34 provinsi di Indonesia.

Populi membandingkan data survei sejak Januari 2015, Oktober 2015, Agustus 2017, Oktober 2017, Desember 2017, dan Februari 2018. Ada 10 besar capres yang terjaring survei.

Jokowi dan Prabowo masih menduduki posisi 2 teratas. Delapan capres lainnya adalah Susilo Bambang Yudhoyono, Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono, Jusuf Kalla, BJ Habibie, Basuki Tjahaja Purnama, Megawati Soekarnoputri, dan Mahfud MD.

"Ketika diberikan pertanyaan terbuka mengenai siapa tokoh yang akan dipilih untuk menjadi presiden, Jokowi masih menduduki peringkat pertama dengan persentase 52,8%, meski ada sedikit penurunan persentase, namun penurunan tidak signifikan karena masih dalam ambang margin of error," ujar peneliti Populi Center, Hartanto Rosojati.

Berikut ini hasil elektabilitas Jokowi dan Prabowo versi Populi Center:

A. Jokowi

Januari 2015: 45,5% ; Oktober 2015: 36,6% ; Agustus 2017: 52,8% ; Oktober 2017: 49,4% ; Desember 2017: 54,9% ; Februari 2018: 52,8%

B. Prabowo

Januari 2015: 19,2% ; Oktober 2015: 24,3% ; Agustus 2017: 28,0% ; Oktober 2017: 21,7% ; Desember 2017: 18,9% ; Februari 2018: 15,4%

Populi Center juga membuat survei soal Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) jilid II di Pilpres 2019. Hasilnya, mayoritas yang disurvei menghendaki duet tersebut berlanjut.

Survei digelar pada 7-16 Februari 2018 di 34 provinsi Indonesia. Ada 1.200 responden yang diwawancara dengan dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Margin of error survei +- 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Proporsi gender dalam survei ditentukan 50:50.

"53,9 % responden mengaku setuju jika kedua tokoh itu maju di pesta demokrasi tersebut dan 8,1 % responden menyatakan sangat setuju Jokowi-JK maju kembali di Pilpres. Sementara itu, 22,6 % tidak setuju dan 2,8 % sangat tidak setuju soal duet tersebut. Sisanya, 12,6 persen, menjawab tidak tahu atau tidak menjawab," ujar Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati di kantornya, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (28/2/2019).

Populi Center juga melakukan survei elektabilitas cawapres. JK menempati posisi tertinggi dengan elektabiltias sebesar 15,3 %. Di urutan kedua ada mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dengan perolehan 7,3 %. Anies Baswedan menempati posisi 3 dengan angka 3,4 % dan Agus Harimurti Yudhoyono dengan angka 3,3 %. Selanjutnya, ada Prabowo dengan perolehan 2,8 % dan Sri Mulyani 2,1 %.

Populi Center juga menanyakan kepada responden soal cawapres yang paling sesuai mendampingi Jokowi. JK kembali menempati urutan pertama dengan angka sebesar 15,6 % dan Prabowo di urutan setelahnya sebesar 11,5 %.

Hartanto menyebut gambaran elektabilitas JK yang selalu tertinggi membuktikan bahwa belum ada alternatif lain terkait sosok cawapres. Menurutnya, memang ada sejumlah nama muncul, namun tak terlalu dominan.

"Alternatif pilihan cawapres tak begitu banyak sehingga nama JK menjadi yang teratas," tuturnya.

Meski begitu, tingkat keterpilihan ini disebut masih akan naik turun menjelang hari pendaftaran capres-cawapres. Hartanto menyebut politik ke depan akan semakin dinamis.

"Sangat bisa (fluktuatif) karena kita mencoba melihat trennya jauh sebelum pemilihan, akan tetapi, begitu masuk akhir Desember nanti akan semakin dinamis," ujarnya.

Berikut ini elektabilitas Cawapres yang paling sesuai mendampingi Jokowi menurut survei Populi Center:

1. Jusuf Kalla 15,6 % ; 2. Prabowo Subianto 11,5 % ; 3. Gatot Nurmantyo 10,0 % ; 4. AHY 5,9 % ; 5. Mahfud MD 4,8 % ; 6. Harry Tanoesoedibjo 4,1 % ; 7. Susi Pudjiastuti 3,7 % ; 8. Sri Mulyani 3,2 % ; 9. Muhaimin Iskandar 2,7 % ; 10. Puan Maharani 1,9 %

Kemudian di urutan 11. Tito Karnavian 1,8 % ; 12. Wiranto 1,8 % ; 13. Moeldoko 0,8 % ; 14. Zulkifli Hasan 0,3 % ; 15. TGB Zainul Majdi 0,3 % ; 16. Romahurmuziy 0,3 % ; 17. Soekarwo 0,1 % ; 18. Pratikno 0,1 % ; 19. Tidak memilih 3,0 % ; 20. Tidak tahu atau tidak jawab 27,9 %. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>