Alvara: Jokowi-Ma'ruf 53,63%, Prabowo-Sandi 35,2%

Selasa, 26 Agustus 2018  17:54

Alvara: Jokowi-Ma'ruf 53,63%, Prabowo-Sandi 35,2%

Founder dan CEO Alvara Research Center Hasanudin Ali, saat memaparkan hasil survei di Hotel Oria, Jakarta, Minggu (26/8/2018)

Jakarta (BM) - Alvara Research Center merilis hasil survei nasional terkait Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan angka cukup telak.

Survei dilakukan pada 12-18 Agustus 2018. Survei dilakukan pada 1.500 responden berusia 17 tahun ke atas. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling. Margin of error 2,53 persen.

Sampel diambil di seluruh Provinsi di Indonesia. Dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk.

"Pasangan capres-cawapres, Joko Widodo KH Ma'ruf Amin unggul 53,63% dibanding Prabowo Subianto Sandiaga Uno 35,2%. Sedangkan, pemilih yang belum memutuskan (undecided) sebesar 11,296%," kata Direktur Eksekutif Alvara Research Center Hasanuddin Ali, saat pemaparan hasil survei di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018).

Hasanuddin menyampaikan figur capres lebih kuat dibandingkan figur cawapres yang mendampinginya. Sehingga, figur cawapres masih belum mengubah perolehan suara secara signifikan.

"Jadi faktor Pak jokowi dan Pak Prabowo masih lebih kuat ketimbang cawapres," katanya.

Berikut hasil survei elektabilitas capres-cawapres: Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 53,5 persen; Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 35,2 persen ; Undecided Voters: 11,2 persen.

 

Prabowo Unggul di Sumatera

Hasanuddin Ali mengatakan ada 3 kunci kemenangan pada Pilpres 2019. Pertama, pemilih Jawa Sumatera (Jasuma), kedua pemilih muda (generasi Z dan milenial), dan ketiga pemilih muslim.

Pada survei yang dilakukannya terhadap tiga pemilih tersebut, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul di pemilih Jawa, pemilih muda, dan pemilih muslim. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya unggul di pemilih Sumatera.

Hasanuddin dalam pemaparannya menyampaikan, pemilih Jasuma (Jawa-Sumatera) merupakan lumbung suara terbesar pada Pilpres 2019 dengan suara 78,5%. Hal inilah yang kemudian menentukan signifikansi suara pemilih di Jawa dan Sumatera.

"Hasil sementara, Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul di Sumatera dengan 48,9%, Jokowi-Ma'ruf 41%. Sedangkan, Joko Widodo KH Ma'ruf Amin unggul di Jawa dengan 61,7% sementara Prabowo-Sandiaga hanya 27,6%," ujarnya.

Untuk pemilih muda, Hasanuddin mengatakan, Jokowi-Ma'ruf Amin unggul di semua kelompok usia. Namun, pada pemilih generasi Z perolehan suara kedua Paslon tak terpaut jauh.

"45 banding 40 selisih Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Sedangkan untuk Milenial, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 52,3% sementara Prabowo-Sandiaga 36,3%," kata Hasanuddin.

Sama halnya dengan pemilih muslim sebesar 87,6%, Hasanuddin mengatakan, meski Jokowi-Ma'ruf lebih unggul, namun selisih kedua perolehan suara dari pemilih muslim pada kedua paslon tak terpaut jauh. Dari perspektif ini, kata Hasanuddin, soliditas pemilih NU akan cukup menentukan kunci suara pemilih muslim.

"Jokowi-Ma'ruf 52,2%, sedangkan Prabowo-Sandiaga 36,3%. Kalau kita lihat secara keormasan, kita melihat margin Jokowi-Ma'ruf itu lebih tinggi di pemilih NU ketimbang Muhammadiyah. Kalau kita lihat dari sisi dukungan, ini penting karena salah satu cawapres adala berbasis ormas," katanya.

Hasanuddin mengatakan, dengan selisih tipis perolehan suara dari tiga pemilih kunci tersebut, kedua paslon harus mempersiapkan strategi yang lebih tepat untuk menggaet suara dari ketiganya.

"Untuk membidik ceruk pemilih Jawa Sumatera, pemilih muda, dan pemilih muslim," ujar Hasanuddin.

Berikut hasil surveinya:

Jawa: Jokowi-Ma'ruf: 61,7%; Prabowo-Sandiaga: 27,5%

Sumatera: Jokowi-Ma'ruf: 41% ; Prabowo-Sandiaga: 48,9%

Pemilih muda: Gen Z ; Jokowi-Ma'ruf: 45,9% ; Prabowo-Sandiaga: 40,1%

Milenial:  Jokowi-Ma'ruf: 52,3% ; Prabowo-Sandiaga: 36,3%

Gen X: Jokowi-Ma'ruf: 58,1% ; Prabowo-Sandiaga: 32,7%

Baby Boomers: Jokowi-Ma'ruf: 53,9% ; Prabowo-Sandiaga: 36,7%

Pemilih muslim: Jokowi-Ma'ruf: 52,2% ; Prabowo-Sandiaga: 36,3%

Non muslim: Jokowi-Ma'ruf: 68,1% ; Prabowo-Sandiaga: 23%

 

PDIP Unggul

Untuk elektabilitas partai politik, PDIP mengungguli parpol lainnya.  "Jika pemilu dilaksanakan hari ini, maka elektabilitas partai politik paling tinggi diraih oleh PDIP 26,1%, disusul Partai Gerindra 18,7%. Sedangkan, undecided voters mencapai 19,7%," ujar Direktur Eksekutif Alvara Research Center Hasanuddin Ali saat pemaparan, di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018).

Meski demikian, Hasanuddin menyampaikan, Partai Gerindra menunjukkan adanya tren kenaikan suara. Hasanuddin juga mengatakan, Pemilu 2019 masih didominasi oleh parpol besar.

"Jika diiihat dari tren elektabilitas, Pemilu 2019 masih akan menjadi panggung pertarungan bagi partai-partai besar. Sedangkan, partai-partai baru masih perlu berjuang keras untuk dapat keluar dari zona parliamentary threshold," katanya.

 

Berikut hasil survei elektabilitas parpol:

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 26,1% ; Partai Gerindra: 18,7% ; Partai Golongan Karya (Golkar): 7,8% ; Partai Demokrat: 5,5% ; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 5,4% ; Partai Nasional Demokrat (Nasdem): 3,9%.

Kemudian Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 3,2% ; Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 3,0% ; Partai Amanat Nasional (PAN): 2,7% ; Partai Perindo: 1,8% ; Partai Hanura: 0,9% ; Partai Bulan Bintang (PBB): 0,4%.

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI): 0,3% ; Partai Solidaritas lndonesia (PSI): 0,3% ; Partai Berkarya: 0,2% ; Partai Garuda: 0,1% ; Undecided voters: 19,7%.

 

Bisa Pindah

Sebanyak 40 persen suara pemilih pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin berpeluang untuk pindah ke rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hasanuddin Ali menyatakan, hal itu karena salah satu kelemahan dari pasangan Jokowi-Ma'ruf adalah dari sisi soliditas pemilihnya. "Ada peluang dari sisi soliditas pemilih 40 persen, tadi ada peluang untuk pemilih Jokowi - Ma'ruf Amin pindah ke pasangan sebelah (Prabowo - Sandi)," ujar Hasanuddin.

Namun demikian, kata Hasanuddin, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memiliki suara signifikan untuk pemilih di Pulau Jawa.

"Tapi di luar Jawa ini bermasalah. Akan tetapi ini jumlahnya tidak lebih dari 20 persen. Sedikit," ungkapnya.

Hasanuddin mengatakan, peluang Jokowi-Ma'ruf memenangkan Pilpres 2019 bakal lebih mudah jika mereka bisa menggenjot perolehan suara di Pulau Jawa sampai lebih dari 60 persen atau unggul di semua provinsi di Jawa. 

"Posisi Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa relatif aman, dalam artian jika menang di semua provinsi di Jawa. Itu aman," imbuhnya. (det/rmo/tit)

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>