Basarah Calon Kuat Pengganti Anas

Selasa, 09 Januari 2018  19:51

Basarah Calon Kuat Pengganti Anas

Ahmad Basarah

Jakarta (BM) – Di injury time, koalisi PDIP-PKB harus menentukan calon pengganti Azwar Anas yang mengundurkan diri sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur mendampingi Gus Ipul. Dari berbagai informasi yang berkembang, nama Wasekjen PDIP Ahmad Basarah memiliki peluang kuat menggantikan Anas.

Basarah sendiri menyatakan kesiapannya apabila diberi tugas oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Ketika Bu Mega sudah menugaskan, tanpa terkecuali. Ketika Bu Mega sudah menugaskan, tak elok kita menolak. Petugas partai harus menjiwai sebagai kader PDI Perjuangan," ujar Basarah saat jumpa pers di kantor DPP PDIP, Jl Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakpus, Selasa (9/1/2018).

Basarah membenarkan namanya muncul sebagai cawagub pendamping Gus Ipul. Nama Basarah muncul berdasarkan aspirasi dari sejumlah kalangan.

"Nama saya disebut sebagai calon wakil gubernur. Saya memahami bahwa munculnya nama saya aspirasi muncul dan berkembang," ucap Basarah.

Basarah mengakui Megawati akan menempatkan seorang kader sesuai dengan kapasitasnya. Basarah juga berbicara saat dia ditunjuk sebagai Ketua Fraksi PDIP di MPR.

"Sebagai kader, saya memahami betul Bu Mega serius dari beliau tahu persis dalam proses pengkaderan anggota. Ada yang dipersiapkan sebagai seorang ideolog," paparnya.

Basarah juga membeberkan kedekatannya dengan Ketum PKB Muhaimin Islandar (Cak Imin) menyusul wacana pencalonan sebagai cawagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim 2018. Menurutnya, kedekatannya dengan Cak Imin terjalin sejak mereka muda dan aktif berorganisasi dulu.

"Tadi kan Pak Sekjen (Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto) katakan, Cak Imin itu teman seperjuangan saya ketika kami sama-sama di kelompok Cipayung. Saya Sekjen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Cak Imin Ketua Umum PB PBI. Kami bersama-sama sejak zaman sulit perjuangan melawan Orde Baru dulu. Jadi selalu ketemu dan berkomunikasi," ungkap Basarah.

Nama Basarah muncul sebagai salah satu cawagub Gus Ipul menyusul pengunduran diri Abdullah Azwar Anas. Gus Ipul sendiri merupakan cagub di Pilgub Jatim yang diusung PKB bersama PDIP. Restu Cak Imin sebagai Ketum PKB menjadi salah satu hal yang cukup penting terkait wacana pencalonan Basarah.

Menurut Basarah, seminggu sekali dia dan Cak Imin kerap bertemu. Setelah Anas mundur sebagai wakil Gus Ipul, Basarah mengaku sudah beberapa kali bertemu dengan Cak Imin.

"Sudah beberapa kali ketemu (dengan Cak Imin). Pembicaraannya adalah tetap menjaga kerja sama politik PKB dan PDIP di Jatim," cakapnya.

Untuk itu, Basarah yakin namanya sudah melekat di hati Cak Imin. Dia menyatakan selama ini ditugasi PDIP sebagai jembatan partai dengan NU dan PKB.

"Nama saya sudah di hati Pak Muhaimin sudah sejak tahun 1996 yang lalu," ucap Basarah mantap.

Hingga tadi malam, PDIP belum mengumumkan nama pengganti Anas. Semakin mendesaknya pendaftaran pemilihan kepala daerah di KPU, mencuatkan beberapa nama kandidat wakil Gus Ipul, antara lain Bupati Ngawi Budi Sulistyono alias Kanang, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno, hingga Wasekjen PDIP Ahmad Basarah.

Basarah sendiri, selain menjabat di DPP PDIP, merupakan salah satu ketua bidang di PBNU. Ketua Fraksi PDIP MPR RI ini mengaku siap bila akhirnya ditugasi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menjadi pendamping Gus Ipul.

Basarah pun mendapat banyak dukungan dari internal partai. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga mengungkapkan pujiannya secara langsung kepada Wasekjen PDIP itu.

"Ahmad Basarah salah satu ketua PBNU yang menangani tentang kesehatan. Jadi komitmen tentang kerakyatan ini menjadi jembatan yang sangat baik antara NU dengan PDIP," tutur Hasto.

 

Bupati Ipong

Terpisah, ratusan warga Ponorogo menggelar aksi meminta Cagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggandeng Bupati Ipong Muchlissoni, sebagai pasangannya di Pilgub Jatim 2018.

Aksi yang diikuti paguyuban kepala desa se-Kabupaten Ponorogo ini digelar di Paseban, Alun-Alun Ponorogo, Selasa (9/1/2018).

Ketua Paguyuban Kepala Desa se Ponorogo, Riyanto menuturkan aksi dukungan ini agar Bupati Ipong maju sebagai bakal cawagub menggantikan Abdullah Azwar Anas yang mengundurkan diri.

"Kami mendukung sepenuhnya dengan berangkatnya Bupati Ponorogo Pak Ipong maju jadi cawagub mendampingi Gus Ipul," katanya.

Menurutnya, dengan majunya Ipong sebagai cawagub bisa membawa Ponorogo lebih maju dan Jawa Timur bisa sejahtera.

"Pak Ipong ini cukup berprestasi baik dari instansi dalam maupun di lapangan, seperti program Rp 300 juta/desa per tahun juga akses jalan raya hingga desa diperbaiki," jelasnya.

Meski Bupati Ipong baru menjabat sebagai Bupati Ponorogo hampir dua tahun, namun bagi Riyanto berbagai prestasi berhasil ditorehkan.

Aksi ini, lanjut dia, sebagai bentuk perwujudan dukungan masyarakat Ponorogo untuk Ipong maju ke dalam kontestasi Pilgub Jatim mendampingi Gus Ipul.

"Dukungan juga dari paguyuban pedagang, gabungan kelompok tani, paguyuban gajah-gajahan, LMDH, perajin batik dan lain-lain. Kami minta Gus Ipul mendengarkan aspirasi kami," terangnya.

Aksi dukungan ini juga dilengkapi dengan pertunjukan kesenian asli Ponorogo seperti gajah-gajahan dan reog.

"Pun beberapa orang membawa spanduk bertuliskan Gus Ipul dan Ipong pasti menang," tandasnya.

 

PKS ke Gus Ipul

Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) akhirnya benar-benar meninggalkan koalisi poros tengah di Pilkada Jatim. Partai ini merapat ke bacagub Saifullah Yusuf ( Gus Ipul).

Dukungan politik untuk Gus Ipul dibacakan Ketua DPW PKS Jatim, Arif Hari Setiawan di kantor DPW PKS Jatim Surabaya, Selasa (9/1/2018) malam. Acara pembacaan dukungan dihadiri langsung oleh Gus Ipul.

"Dukungan ini sebelumnya melalui proses yang panjang, jauh sebelum Gus Ipul berproses dengan partai lain," kata Arif.

Dukungan kepada Gus Ipul, sambung Arif, juga berdasarkan arahan para kyai di Jatim, sesama penganut paham Ahlisunnah Waljamaah (Aswaja) dalam rangka mencintai NKRI.

Pihaknya mengaku sudah menempuh pembahasan panjang dalam konteks pembangunan Jatim ke depan bersama Gus Ipul.

"PKS bersama Gus Ipul bersepakat menyelenggarakan penerintahan yang bersih dan transparan dan peningkatan capaian indikator kinerja utama pemerintahan," ucapnya.

Surat dukungan politik PKS Jatim itu, Rabu besok akan diserahkan kepada DPP PKS untuk dimintakan surat rekomendasi dukungan. "Besok saya langsung terbang ke Jakarta untuk meminta rekomendasi, karena ini waktunya sudah mepet," jelasnya.

Merapatnya PKS disambut baik Gus Ipul. Bagi dia, PKS adalah teman setia. Karena pada 2 kali pilkada sebelumnya, saat Gus Ipul masih maju bersama Soekarwo sebagai calon wakil gubernur Jatim, PKS juga masuk dalam barisan partai pendukung dan pengusung Gus Ipul.

Merapatnya PKS menambah dukungan partai politik pendukung Gus Ipul di Pilkada Jatim. Sebelumnya, Gus Ipul hanya didukung PKB dan PDI-P. Di DPRD Jatim, PKS memiliki 6 kursi parlemen.

 

PAN Dukung Khofifah

Sehari jelang mendaftar ke KPU Jatim, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak kembali mendapat tambahan dukungan Parpol.

Kali ini PAN (7 kursi) ikut berlabuh di barisan Demokrat (13), Golkar (11), Hanura (2), Nasdem (4) dan PPP (5) yang telah mendukung pasangan Khofifah-Emil.

“Tadi Pak Masfuk (Ketua DPD PAN Jatim) sudah menghubungi Mas Renville (Wakil Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil, Renville Antonio) mengabarkan kalau rekomendasi untuk Bu Khofifah-Emil sudah selesai diteken,” kata Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil, M Roziqi di Surabaya, Selasa (9/1).

Dengan demikian, total 42 kursi Parpol menjadi modal Khofifah-Emil untuk mendaftar sebagai Bakal Cagub-Cawagub di Pilgub Jatim 2018.

Selanjutnya, Roziqi mengatakan Khofifah-Emil akan mendaftar ke KPU Jatim pada Rabu (10/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Pasangan calon kepala daerah itu dijadwalkan bertolak dari Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Siwalankerto Surabaya menuju kantor KPU Jatim di Jalan Tenggilis Surabaya.

Roziqi mengatakan seluruh pimpinan partai pengusung dan relawan akan mengawal. Ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo atau Pakde Karwo, juga dijadwalkan ikut mengantar Khofifah-Emil.

Roziqi mengatakan hal itu jadi menepis rumor selama ini bahwa Pakde Karwo tidak akan turun langsung memenangkan jagoannya dalam Pilgub Jatim.

“Pakde Karwo mengantar langsung. Ini murni keinginan Pakde Karwo mengawal Ibu Khofifah,” ucap Roziqi.

"Selain mendaftar, pasangan Khofifah-Emil akan menyampaikan pidato politik di kantor KPU Jatim. Begitu pula dengan Pakde Karwo," ujarnya.

Sebelumnya, partai yang digadang jadi koalisi Gerindra dalam Pilgub Jatim, PKS menyatakan mendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk maju dalam Pilgub. Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan menyatakan turut mendukung Gus Ipul dan mengajukan nama tersebut ke DPP PKS. (det/kom/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>