Belasan Jenderal Siap Menangkan Jokowi

Rabu, 01 Agustus 2018  18:14

Belasan Jenderal Siap Menangkan Jokowi

Belasan purnawirawan TNI yang maju caleg melalui PDIP.

Jakarta (BM) - PDI Perjuangan memberikan pembekalan kepada 14 purnawirawan TNI yang bergabung dan menjadi caleg PDIP. Para caleg purnawirawan TNI itu siap memenangkan Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

"Pada hari ini kami membangun dialog bersama-sama dan mempersiapkan diri bersiap memenangkan Jokowi sebagai presiden pada periode yang akan datang," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).

Hasto juga menyinggung soal tokoh agama seperti Kapitra Ampera hingga artis-artis yang ikut bergabung memperkuat PDIP. Hasto mengobarkan semangat para caleg purnawirawan TNI ini untuk berkarya bagi masyarakat lewat PDIP.

"Beberapa waktu lalu Pak Kapitra Ampera misalnya bergabung dan tokoh-tokoh agama lainya dan artis-artis nusantara memperkuat jati diri PDIP. Dalam pembekalam ini fondamen Bhinneka Tunggal Ika tidak perlu dilakukan lagi. Beliau tokoh-tokoh yang bertugas dengan dedikasi, membela NKRI, membela Indonesia," kata Hasto.

Dalam kesempatan itu, beberapa caleg purnawirawan diberikan kesempatan untuk berbicara. Para caleg itu mengatakan siap memenangkan Jokowi di pilpres 2019 mendatang.

"Lewat jalur legislatif kami siap menyuarakan PDIP di daerah-daerah dan tetap memilih presiden yang sekarang bisa dipertahankan terus jadi presiden, itu cita-cita saya," kata Marsda (Purn) Yan Manggesa.

Hal senada juga disampaikan Mayor Jend TNI (Purn) Hadianto. Hadianto menyampaikan di bawah kepemimpinan Jokowi dia merasakan banyak kemajuan.

"Dalam 4 tahun terkahir yang saya amati kepemimpinan Jokowi banyak membawa kemajuan bukan janji tapi realita di lapangan. Pembangunan dan kemajuan kesejahteraan rakyat tidak boleh berhenti. Maka saya bertekad saat masuk PDIP saya bertekad memenangkan bapak Jokowi," tegasnya.

Untuk diketahui 14 purnawirawan TNI yang bergabung menjadi caleg PDIP adalah Marsda (Purn) Yan Manggesa, Laksda (Purn) Yuhastihar, Mayjen (Purn) Ch H Sidabutar, Mayjen (Purn) Bambang Haryanto, Marsda (Purn) Benedictus Widjanarko, Marsma (Purn) Johanes Urip Utomo, Marsda (Purn) Warsono, Kolonel (Purn) Hargo Yuwono, Mayjen (Purn) Sakkan Tampubolon, Kolonel (Purn) Agus Zulkarnain, Brigjen (Purn) Syukran Hambali, Mayjen (Purn) Sturman Pandjaitan, Kolonel (Purn) Sanius Abastari dan Kolonel (Purn) S Marzuki.

 

Tim Ahli

Terkait Pilpres 2019, hingga kini Jokowi belum secara eksplisit menyebut siapa bakal cawapresnya. Namun, Jokowi dikabarkan telah membuat tim ahli khusus untuk merancang visi dan misi pemerintahan Jokowi di periode kedua kepemimpinannya. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani seusai pertemuan Jokowi dengan sekjen koalisi partai pendukung di Bogor semalam.

Menurut Arsul, partai koalisi telah menawarkan diri untuk ikut menyiapkan visi-misi tersebut kepada Jokowi. "Tapi, menurut beliau ini sudah ada tim ahli yang sekarang sudah bekerja untuk menyusun," ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/8).

Meski begitu, sebelum visi dan misi itu resmi digunakan, nantinya akan disampaikan kepada partai dalam koalisi. Saat itulah, masukan-masukan partai koalisi akan disampaikan.

"Nanti kita memberikan pengayaanlah atau review, masukan juga ada titipan-titipan program yang tentu khas masing-masing konstituen masing-masing parpol," ujar Arsul.

Namun, menurut Arsul, pertemuan belum menentukan tim sukses maupun tim pemenangan untuk Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, tim tersebut nantinya akan dipilih oleh Jokowi dan cawapres yang dipilihnya bersama para ketua umum koalisi Jokowi.

"Karena, soal timses ini pada akhirnya yang memutus adalah Pak Jokowi dan cawapresnya serta para ketum parpol," ujar Arsul.

Terpisah, Wakil Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Ahmad Basarah memastikan koalisi parpol pendukung Jokowi pada Pilpres 2019 tetap solid.

"Relatif parpol pendukung Pak Jokowi ini solid. Mereka tidak memaksakan mengusung kadernya untuk mendampingi Pak Jokowi sehingga Pak Jokowi lebih leluasa," kata Basarah saat ditemui di Universitas 17 Agustus Surabaya, Rabu (1/8).

Basarah melanjutkan, sejak kontestasi Pilpres 2014, Jokowi sudah memulai paradigma kerja sama tanpa syarat. Kerja sama tanpa syarat tersebut membuat Jokowi memiliki kebebasan karena cawapres yang dipilihnya tidak diwajibkan dari partai-partai pengusungnya.

"Ini sudah sampai pada kesepakatan itu. Jadi, saya memastikan tidak akan ada gejolak politik di antara partai-partai pendukung Pak Jokowi. Bahkan, jika nanti akhirnya Pak Jokowi memutuskan nama calon wakil presidennya," ujar Basarah.

Terkait kemungkinan adanya tambahan parpol pengusung, Basarah menyatakan, hingga saat ini koalisi parpol pengusung belum ada perubahan. Yaitu, enam parpol yang sudah memiliki kursi di parlemen dan tiga parpol yang belum mendapatkan kursi di parlemen.

Jika nantinya ada parpol tambahan yang memastikan bergabung dalam koalisi, Basarah tidak bisa memastikan apakah akan diterima atau tidak. "Apakah masih membuka pintu untuk parpol lainnya? Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada Pak Jokowi," kata Basarah.

 

Masih Cair

Sementara itu, Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan penentuan cawapres Joko Widodo (Jokowi) masih dibahas. Cak Imin berharap pendamping Jokowi pada Pilpres 2019 dari kader parpol.

"Tidak ada pengerucutan, masih cair. Tapi saya berharap hendaknya wakil presiden Pak Jokowi dari kader partai yang mengerti dan menjadi back-up penuh pada pemerintah," kata Cak Imin di gedung Joang '45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).

Karena belum ada keputusan, Cak Imin masih percaya, dirinya bakal dipilih mendampingi Jokowi. Namun Cak Imin tetap meminta partai koalisi menerima apa pun keputusan Jokowi.

"Yang penting bisa saling menerima, saling menopang. Ibaratnya saya siap berkartu ganda dengan partai lainnya. Saya siap loyal sama PDIP, siap loyal sama Golkar, siap loyal sama partai koalisi jika dipilih. Loyalitas saya loyalitas ke semua partai," ujarnya.

Cak Imin mengaku belum mengetahui kapan Jokowi mengumumkan nama cawapres.

"Nggak ada waktu yang ditentukan. Pokoknya Jokowi yakin dengan saya, langsung diumumkan," pungkasnya.

 

Bahan PAN

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin malam menggelar pertemuan bersama 9 sekjen partai koalisi pendukungnya di Pilpres 2019. Pertemuan berlangsung di Kafe Grand Garden, kawasan Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Sembilan sekjen yang hadir antara lain Hasto Kristiyanto (PDIP), Abdul Kadir Karding (PKB), Frederich Lodewijk Paulus (Golkar), Arsul Sani (PPP), Johnny G Plate (NasDem), Herry Lontung Siregar (Hanura), Raja Juli Antoni (PSI), Ahmad Rofiq (Perindo), dan Verry Surya Hendrawan (PKPI).

Pertemuan tersebut ternyata sempat membahas soal PAN yang hingga kini belum mengeluarkan sikap resmi, meski cenderung kerap bersama kubu lawan.

"Tadi malam memang ada yang menyinggung seperti itu. Pak Jokowi malah minta pendapat dari para Sekjen," kata Sekjen PPP Arsul Sani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/8/2018). Arsul menjawab pertanyaan soal posisi PAN di koalisi Jokowi.

Arsul menuturkan Jokowi sempat bertanya kepada 9 sekjen parpol koalisi untuk mengajak PAN bergabung. Diketahui, hingga kini PAN belum menentukan sikap di Pilpres 2019.

PAN belakangan justru santer terlihat mesra dengan Gerindra dan PKS, meski saat ini masih tergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi. Namun Arsul menegaskan partai koalisi Jokowi tak pernah menutup pintu rapat-rapat.

"Istilahnya koalisi tak menggembok yang tak bisa dibuka kembali. Sepanjang semuanya sepakat ya, terbuka saja," ucap Arsul.

Anggota Komisi III DPR ini tak bisa menebak keputusan resmi PAN yang disebut akan diambil saat rakernas pada 5-6 Agustus mendatang. Arsul juga menunggu bagaimana manuver dari Ketum PAN Zulkifli Hasan. Namun untuk PKS, ia sudah meyakini sikapnya tetap akan kontra Jokowi.

"Harus ditanya Pak Zulkifli apakah peliang PAN masih ada. Kalau PKS kan rasanya karena dia yang meluncurkan tagar 2019GantiPresiden, ya masa sih mau diubah tagarnya 2019 tetap presiden?" tuturnya. (det/rmo/rep/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>