Bicara dg Media Asing, Prabowo: Kali Ini Saya Tidak Terima

Selasa, 07 Mei 2019  17:10

Bicara dg Media Asing, Prabowo: Kali Ini Saya Tidak Terima

JAKARTA (BM) - Capres Prabowo Subianto mengumpulkan wartawan media asing di kediamannya Jl Kertanegara, Jakarta, Senin (6/5) malam. Prabowo menyebut ada sejumlah kecurangan dalam proses Pemilu 2019 di Indonesia.

Prabowo menyebut ada kesalahan menginput data di 73.000 TPS. Lalu ada sekitar 6,7 juta orang tak mendapatkan hak pilih. Mantan Danjen Kopassus itu juga menyebut ada pengerahan aparatur sipil negara untuk mendukung kampanye. Kubu 02 juga mengaku sulit mendapatkan izin saat kampanye Pilpres lalu.

"Kami meminta verifikasi dan koreksi dari semua penyimpangan ini," kata Prabowo.

Pertemuan ini tertutup untuk jurnalis lokal. Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) beralasan sesi ini khusus untuk media asing karena sesi dengan media lokal sudah sering dilakukan.

The Straits Times menulis jalannya pertemuan tersebut. Selain pemaparan soal dugaan kecurangan Pemilu, para wartawan media asing juga menanyakan isu soal 'people power' pada Prabowo. Hal ini mengacu pada ucapan Amien Rais yang mengajak rakyat turun ke jalan untuk memprotes hasil Pemilu.

"Apa pun yang dilakukan rakyat, itu keputusan rakyat. Saya bukan diktator. Saya tidak akan memerintahkan untuk melakukan ini atau itu. Saya tidak akan memanggil orang untuk pergi ke jalan. Tetapi saya yakin mereka akan melakukannya. Karena, jika Anda lihat sejarah, rakyat Indonesia bukan kambing. Mereka tidak akan menerima begitu saja," jawab Prabowo.

Tahun 2014 lalu dia mengaku tak bisa menerima kecurangan dalam hatinya. Namun Prabowo mengalah dan saat itu dia mengucapkan selamat atas pelantikan Presiden Jokowi. Namun kali ini dia mengaku tak bisa lagi menerima kecurangan.

"Kali ini pelanggarannya banyak. Saya tidak bisa menerima pemilihan yang curang," kata Prabowo.

Sementara itu KPU masih melakukan penghitungan ulang. Saat ini Jokowi-Ma'ruf unggul dengan angka 56,32 persen. Sementara Prabowo Subianto-Sandiaga 43,68 persen dengan suara masuk hampir 70 persen.

Presiden Jokowi sebelumnya telah menyampaikan Pemilu di Indonesia berjalan dengan adil. Capres Petahana ini pun meminta pihak-pihak yang menuding kecurangan menunjukkan bukti.

Membantah kubu Prabowo, Jokowi menjelaskan, pelaksanaan Pilpres tidak ditangani serampangan. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari perhitungan suara di TPS oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), diteruskan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sampai ke KPU RI.

Berdasarkan keterangan dari BPN Prabowo-Sandi, media internasional yang diundang antara lain Reuters, Asahi Shimbun, Bloomberg, AFP, Al Jazeera, NHK, Nikkei, AP, SMH, VOA, dan Anadolu.

Sehari setelahnya, belum banyak media asing yang menulis hasil wawancara dengan Prabowo. Salah satu yang sudah memberitakannya adalah The Strait Times dengan judul 'Indonesian presidential hopeful Prabowo Subianto calls for data irregularities to be corrected'. Dalam pertemuan itu, Prabowo menyerukan agar kesalahan input data dari TPS diperbaiki.

Prabowo mengakui, seusai pengumuman KPU, masih ada langkah hukum berupa gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun dia mengatakan timnya pesimistis keadilan akan terwujud. Setelah bolak-balik ditanya apakah dia akan meminta pendukungnya untuk protes, Prabowo menegaskan bahwa dia bukan diktator.

"Apa pun yang dilakukan rakyat, itu adalah keputusan rakyat. Saya bukan diktator. Saya tidak akan menyuruh rakyat melakukan ini atau itu. Saya tidak akan menyerukan rakyat untuk turun ke jalan, tapi saya yakin mereka akan melakukannya. Karena jika Anda melihat sejarah, rakyat Indonesia bukan kambing. Mereka tidak akan hanya menerima begitu saja," paparnya.

Prabowo mengatakan bukti kecurangan Pemilu 2019 menumpuk. Seperti ditulis The Strait Times, Prabowo terkesan tidak akan menyerah tanpa perlawanan.

"Kali ini, saya tidak akan menerima hasil kecurangan. Pada 2014, saya sebenarnya tidak menerima (hasilnya) dalam hati. Tapi demi kebaikan negara, saya menerimanya. Saya datang ke pelantikan, saya memberi selamat (ke Jokowi)," kata Prabowo.

"Tapi kali ini pelanggarannya terlalu banyak. Jadi ini tidak mungkin. Saya tidak akan menerima pemilu yang curang," tutupnya. (det/ mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>