Debat Cagub Jatim Diwarnai Ketegangan

Selasa, 10 April 2018  21:58

Debat Cagub Jatim Diwarnai Ketegangan

SURABAYA (BM) – KPU Jatim sukses menyelenggarakan debat Pilgub Jatim, yang berlangsung di Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Selasa (10/4/2018) malam. Meski sempat diwarnai emosi dan ketegangan, namun pelaksanaan debat yang pertama kali ini, berjalan lancar, tanpa ada gangguan yang berarti.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengapresiasi pelaksanaan debat Cagub-Cawagub Jatim tersebut. "Secara keseluruhan menarik. Ini sangat menarik, format, polanya menarik. Secara keseluruhan menarik," kata Arief seusai acara debat.

Arief juga menanggapi jalannya debat cagub Jatim yang sempat diwarnai emosi kedua paslon. Menurutnya, debat seperti ini diharapkan bisa menggugah gairah pemilih untuk menggunakan hak suaranya.

"Bagus, sudah jalannya debat berjalan lancar. Masing-masing paslon mengeluarkan semua visi misi dengan baik, tinggal pemilih mencermati pemilih dengan cerdas. Saya harap ini mampu menggugah semangat pemilih untuk menggunakan hak pilihnya," harap Arief.

Hal senada diungkapkan Ketua KPU Jatim Eko Sasmito. Ia menilai debat Cagub-Cawagub Jatim berhasil berkat dukungan semua pihak.

"Ini berhasil untuk kegiatannya, media, substansi, materi, para paslon kemudian pendukung juga semua pendukung proses ini sehingga jadi proses yang baik," timpal Eko.

 

Soal Kemiskinan

Pada debat kali ini, pasangan calon mendapatkan sodoran pertanyaan dalam beberapa tema. Untuk tema pengentasan kemiskinan, calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Timur Puti Guntur Soekarnoputri tampak berdebat sengit dengan lawannya, cawagub Emil Dardak. Data yang dipakai Puti kemudian digugat oleh Emil.

Puti langsung menyerang Emil dengan sorotan kemiskinan di Trenggalek, kabupaten yang dipimpin Emil saat ini. Intinya, Emil tak berhasil mengatasi kemiskinan di Trenggalek.

"Data BPS (Badan Pusat Statistik) 2016, tingkat kemiskinan naik 0,17%," kata Puti di debat yang digelar di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/4/2018).

Puti langsung menyusulkan sorotan terhadap kemiskinan dengan sorotan terhadap angka pengangguran di Trenggalek. Disebutnya, angka pengangguran di Trenggalek naik 37%. Program Millenial Job Center yang hendak dibawa Emil dipertanyakan kemanjurannya oleh Puti.

Emil mengaku sudah memprediksi bahwa Puti akan menyerangnya di sisi itu. Maka tangkisan langsung dia kemukakan.

"Coba dicek angka terakhirnya," tepis Emil terhadap serangan Puti.

Emil menggugat data BPS yang dikutip Puti. Soalnya, Emil mengetahui angka kemiskinan di daerahnya sudah mengalami penurunan.

"Angka kemiskinan malah lebih baik dari Provinsi. Malah angkanya sudah angka 12. Cek BPS saja, enggak usah teriak," gugat Emil.

"Jangan lihat secara statis," imbuhnya.

Soal tingkat pengangguran di Trenggalek, Emil berujar tingkatnya pada 2016 adalah 4%. Bahkan pada 2017 mengalami penurunan menjadi 3,4%.

"Kenapa turun? Karena kami melakukan diversifikasi," kata Emil.

Puti bersikukuh bahwa data BPS yang disitirnya adalah valid. "Cek angkanya dulu mbak sebelum dilanjutkan. Pak Wagub (Saifullah Yusuf, cagub pasangan Puti) ini punya datanya. Tingkat pengangguran di Trenggalek justru lebih baik dari pengangguran Jawa Timur," kata Emil menyerang balik Puti.

 

Perlindungan Perempuan dan Anak

Pada tema perlindungan anak, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa sama-sama mengaku memiliki program perlindungan anak terhadap kekerasan seksual dan kesejahteraan kepala keluarga perempuan miskin.

"Saya sependapat kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat dan itu dilakukan orang yang sangat dekat. Korban harus ada pendampingan, dan sekaligus kita mengajak masyarakat memberikan perhatian agar trauma korban bisa diatasi," kata Gus Ipul menjawab pertanyaan panelis soal kekerasan seksual terhadap anak.

"Terhadap perkawinan usia dini di beberapa tempat, tak ada pilihan mereka harus memiliki pendidikan yang cukup. Mereka akan mengerti kapan sebenarnya menikah itu yang terbaik, mereka ngerti kesehatan reproduksi dan segala macam kesehatan. Tidak ada pilihan lain kita harus mengajak ulama, kyai, tokoh-tokoh untuk bisa memberikan penjelasan pendampingan yang baik kepada adik-adik kita, " imbuh Gus Ipul.

Khofifah memberikan jawaban cukup panjang. Ia mengungkap baru saja bertemu dengan jaringan pendamping perempuan dan anak. Pertanyaan yang sama muncul seperti yang disampaikan panelis, ia pun memberikan solusi.

"Shelter perlindungan perempuan dan anak yang dilengkapi konsuler, psikolog, pekerja sosial, adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Proses trauma konseling dengan bermitra dengan masing-masing pihak terkait akan menjadi solusi efektif," kata Khofifah.

Ia kemudian menjawab pertanyaan panelis soal kepala rumah tangga perempuan kurang mampu yang cukup banyak di Jawa Timur.

"Lalu bagaimana dengan kepala rumah tangga perempuan yang kurang mampu, saya ingin menyampaikan selama ini oleh Pakde Karwo diberikan program Jalin Matra akan berakhir di tahun anggaran 2018, saya ingin menyampaikan kepada kepala rumah tangga perempuan kurang mampu saya ingin menyiapkan Jatim Satya yang memberikan pemberdayaan kepala keluarga perempuan di Jawa Timur," kata Khofifah.

Gus Ipul pun kemudian menimpali apa yang disampaikan oleh Khofifah. "Saya kira Jalin Matra cukup berhasil jadi kita lanjutkan. Kami akan memperluas anggarannya," papar Gus Ipul.

"Yang terpenting adalah bagaimana dalam persoalan ini perempuan jadi mandiri dan keluar dari kemiskinan. Jadi selain kami lanjutkan program yang sudah ada akan diberikan permodalan dan juga penguatan lewat UMKM, ini adalah program kami program superstar," timpal cawagub pendamping Gus Ipul, Puti Guntur Soekarno.

Di akhir sesi ini Khofifah memberikan penegaskan soal program Jatim Satya. "Jalin Matra habis 2018 untuk tiga komponen itu, untuk itu saya akan menyampaikan masyarakat Jatim yang masuk keluarga rentan miskin dan perempuan kepala keluarga, 2018 akan segera selesai. Kalau diberikan mandat kami akan memberikan Jatim Satya, Jatim yang sejahtera dan berkara, ada Perda perlindungan perempuan dan anak, bahkan saya menyampaikan Pergubnya akan segera terbit kalau kami terpilih," ujar Khofifah.

 

Problem TKI

Di debat ini, kedua pasangan adu jurus mengatasi problem TKI atau buruh migran. "Problem ketenagakerjaan kita variatif. Mereka yang unskilled labour mengambil pilihan jadi TKW atau TKI," ujar Cagub nomor urut 1, Khofifah.

Menurut Khofifah, warga Jatim yang memilih untuk bekerja ke luar negeri bisa diberi pelatihan oleh pemerintah. Dengan begitu mereka bisa bekerja di kampung halaman sendiri, tanpa meninggalkan keluarga.

Sementara itu Cagub Jatim nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyoroti soal tenaga kerja mulai dari persiapan, sudah bekerja, dan pasca bekerja. Dia fokus pada program pelatihan dan sertifikasi bagi warga Jatim.

Gus Ipul juga menyebut buruh migran harus dipastikan bekerja sesuai dengan prosedur, memenuhi syarat yang diharuskan. Selain itu juga harus memiliki sertifikasi berstandar internasional.

"Untuk itu kita perlu memperkuat SMK-SMK kita, BLK-BLK kita. Kita punya kewajiban besar untuk menyiapkan," sebut Gus Ipul.

Menanggapi Gus Ipul, cawagub Khofifah, Emil Dardak mengatakan wirausaha menjadi salah satu cara untuk mengurangi warga berangkat kerja ke luar negeri. Selain itu, Khofifah-Emil menyoroti soal layanan terpadu satu pintu dalam masalah buruh migran ini.

"Wirausaha salah satu cara mendorong agar mereka tak berangkat ke luar negeri," kata Emil.

Pernyataan Emil ditanggapi oleh pasangan Gus Ipul, Puti Guntur Soekarno. Menurutnya, anak-anak dari para buruh migran juga harus didampingi oleh pemerintah, yang bekerja sama dengan LSM.

"Pasca atau purna TKI, perlu ada fasilitasi. Perlu disiapkan agar bisa bekerja lewat UMKM. Kita punya Program Superstar, agar mereka mampu mengembangkan kreativitasnya," ucap Puti.

 

Ketimpangan Madrasah Diniyah

Pertanyaan tajam panelis soal ketimpangan antara pendidikan Diniyah dengan pendidikan formal melahirkan perdebatan yang menarik. Saifullah Yusuf sebagai calon incumbent mencoba menjawab soal pertanyaan seputar ketimpangan pendidikan Diniyah terutama di bidang kualitas dan fasilitas yang kurang memadai.

"Pendidikan dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat mendapatkan APBD provinsi selama 10 tahun terakhir. Ini harus dilanjutkan karena dampaknya bagus," kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengakui fasilitasnya masih perlu ditingkatkan. Ia menjanjikan ke depan akan lebih baik.

"Memang fasilitasnya tidak memadai tapi kalau ini bisa dimaksimalkan direvitalisasi dan kemudian dilakukan tambahan insyaAllah akan menghasilkan pendidikan yang gurunya dan siswanya bagus dan fasilitasnya juga cukup bagus," kata cagub nomor urut dua ini.

"Selama ini ada cukup guru Madrasah Diniyah yang berijazah S1, yang perlu dilihat adalah gurunya. Muridnya diberi subsidi dan fasilitasnya akan diberikan bertahap untuk meneruskan yang sudah ada," kata Gus Ipul.

Apa yang disampaikan Gus Ipul langsung didebat oleh cagub nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa. Khofifah mengungkap kurangnya infrastruktur dan sederet persoalan lainnya.

"Problem kedua adalah kesejahteraan guru, ketiga ijazah Diniyah harus diberikan pengakuan yang sama," tutur Khofifah.

Ia kemudian memberikan program jika dipercaya warga jadi Gubernur Jatim.

"Saya ingin menyampaikan kepada kita semua jikalau masyarakat Jawa Timur memberikan mandat kepada kami saya ingin menegoisasikan dengan pemerintah pusat bahwa BOS juga akan berlaku untuk madrasah diniyah," ungkap Khofifah disambut tepuk tangan.

"Ini harus ada karena kalau hanya mengandalkan Bosda saya yakin madrasah ketetsan tapi dari murid sangat sedikit yang mendapatkan itu dan kesejahteraan guru juga perlu mendapatkan perhatian luar biasa," sambungnya.

Cawagub pedamping Gus Ipul, Puti Guntur Soekarno lantas menimpali dengan program Madin Plus atau Madrasah Diniyah plus.

"Perluasan dan penambahan Bosda untuk madrasah diniyah akan ditambah dan kami akan memberikan insentif untuk ustaz, ustazah, santri, hafidz, dan beasiswa untuk para santri untuk pendidikan ke luar negeri," timpal Puti. (dji/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>