Demokrat: Elektabilitas Khofifah Sangat Tinggi

Selasa, 03 Oktober 2017  17:23

Demokrat: Elektabilitas Khofifah Sangat Tinggi

Syarief Hasan

JAKARTA (BM) - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan partainya yakin dengan elektabilitas Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Pilkada Jawa Timur 2018. Ia mengatakan elektabilitas Khofifah di Jawa Timur masih tinggi dibandingkan dengan calon lain.

"Memang di dalam analisa Partai Demokrat, Ibu Khofifah itu memang elektabilitasnya cukup tinggi, sangat tinggi. Dan berdasarkan pengalaman kemarin, waktu Pilgub periode dua kali periode kemarin, itu memang Ibu Khofifah itu kan cuma dikalahkan oleh Pakde Karwo," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Terlebih, kata Syarief, selisih suara Khofifah dengan Sukarwo pada dua kali gelaran Pilkada Jawa Timur hanya sedikit. Ia juga mengatakan Khofifah memiliki kompetensi yang tinggi sebagai seorang kepala daerah dengan segenap pengalamannya di pemerintahan.

Saat ditanya apakah Demokrat dipastikan bakal mencalonkan Khofifah, Syarief menjawab hal tersebut tinggal menunggu pengumuman resmi secepatnya.

"Sangat menjadi pertimbangan kuat untuk mendukung Ibu Khofifah itu kami akan formalkan dalam waktu yang singkat," lanjut Syarief.

Utusan Khofifah Indar Parawansa dikabarkan mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur Jawa Timur ke kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Sabtu (30/9/2017) malam.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio mengatakan, ada beberapa orang yang mengaku utusan Khofifah untuk mengambil formulir pendaftaran itu.

"Kemarin malam sekitar pukul 19.30 WIB," katanya, Minggu (1/10/2017).

Menurut Renville, utusan itu hanya mengambil formulir. Soal pengembalian formulir, akan diselesaikan di DPP Partai Demokrat.

"Persyaratan administrasi dan sebagainya, akan diselesaikan di DPP," ujarnya.

Sabtu kemarin merupakan hari terakhir pendaftaran cagub Jatim tahap II yang dibuka Partai Demokrat Jatim sejak 18 September 2017 untuk Pilkada Jatim 2018.

 

Loyalis Jokowi

Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Jatim) tahun 2018 merupakan salah satu ajang yang menjadi perhatian khusus Partai Gerindra karena memang provinsi paling ujung timur pulau Jawa itu merupakan salah satu lumbung dari perolehan suara nasional.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (3/10).

Menurut dia, kemenangan di Pilgub Jatim akan menentukan peta suara pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019 nanti.

Arief pun mengakui jika masyarakat Jatim ingin sang Ketua Umum Prabowo Subianto menang dalam Pilpres 2019 nanti, maka di Pilgub Jatim mereka juga harus mengusung calon gubernur yang bukan orang di sekitaran pemerintahan saat ini.

"Tentu rugi bagi Gerindra jika mengusung seorang loyalis Jokowi di Pilgub Jatim, karena kami bersama rakyat masih fokus berjuang menghadirkan perubahan kepemimpinan nasional pada 2019 mendatang. Rakyat sudah menunggu kepemimpinan nasional yang benar-benar pro rakyat, bukan dibalut pencitraan semu," kata Arief.

Arief menjelaskan bahwa sosok loyalis Jokowi yang dia maksud adalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Dimana Arief mengaku mendengar kabar yang santer beredar bahwa Khafifah akan maju di Pilgub Jatim. Lebih lanjut, menurut dia, elit Gerindra harus mampu melihat kepentingan partai ke depan. Dalam hal ini Pilpres 2019.

"Sekali lagi saya tegaskan, kami sudah memahami betul, akan rugi kalau Gerindra mengusung loyalis Jokowi. Pesan ini sudah saya sampaikan ke ketua umum Bapak Prabowo Subianto," tegasnya.

Arief kemudian mempertanyakan pernyataan Sekretaris Gerindra Jatim Anwar Sadad yang mengklaim bahwa arus bawah Gerindra di Jatim lebih condong mendukung Khofifah. Yang mana klaim itu juga sudah disampaikan Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno ke Prabowo. Arief menegaskan bahwa kader partainya tak mungkin akan mendukung sosok yang merupakan loyalis Jokowi.

"Itu klaim yang tidak hanya aneh dan menyalahi akal sehat, tapi juga berupaya menggembosi dan membajak garis perjuangan partai yang akan berjuang sekuat tenaga mewujudkan perubahan kepemimpinan nasional dengan menghadirkan sosok Prabowo sebagai solusi permasalahan rakyat selama ini," tekan Arief.

Namun demikian Arief masih belum mau menyebut nama tokoh yang akan diusung Gerindra di Pilgub Jatim 2018 mendatang.

"Tapi yang jelas jangan loyalis Jokowi. Dan juga jangan ke Saifullah Yusuf yang dekat ke PDIP dan PKB," demikian Arief.

 

Lapor Jokowi

Terpisah, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyentil Mensos Khofifah Indar Parawansa yang mendaftar cagub Jatim ke Partai Demokrat (PD). Tjahjo mengatakan, semestinya Khofifah harus melapor ke Presiden Jokowi terkait pendaftaran ke PD.

"Harus melaporkan ke Pak Presiden (Jokowi). Etikanya kan begitu," ujar Tjahjo.

Hal ini disampaikan Tjahjo saat menghadiri penganugerahan gelar doktor kehormatan untuk Ketum PKB Muhaimin Iskandar di Universitas Airlangga, Surabaya, Jatim, Selasa (3/10/2017). Tjahjo juga menyinggung saat kepemimpinan Presiden SBY, jajarannya harus mundur saat maju ke Pilkada.

"Kalau pengalamannya Pak SBY, mundur semua," jelasnya.

Sebelumnya, Khofifah memantapkan diri dengan mendaftar bakal cagub ke DPD PD Jatim. Sebelum mendaftar, ia sempat bertemu Ketum PD SBY.

"Ini nggak tiba-tiba, teman-teman kan sudah tahu saya sampaikan bahwa saya sudah pernah silaturahim dengan pimpinan-pimpinan partai dan nggak ada yang tiba-tiba. Silaturahim saya dengan Ketum Partai (Demokrat) termasuk di dalamnya dengan Pak SBY, Pak Sekjen bulan Agustus lalu jadi ini tidak tiba-tiba," kata Khofifah di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/10). (kom/det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>