Di Surabaya, Sandiaga ‘Diserbu’ Pedagang

Selasa, 21 Oktober 2018  17:39

Di Surabaya, Sandiaga ‘Diserbu’ Pedagang

Surabaya (BM) - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno datang ke Surabaya, Minggu (21/10). Salah satu tempat yang dikunjungi Sandi adalah Pusat Grosir Surabaya (PGS) yang berlokasi di Jalan Raya Dupak. Di pusat perbelanjaan itu Sandiaga diserbu pedagang dan pengunjung.

Warga tak memberikan Sandi keleluasaan untuk bergerak. Perjalanan Sandi dari lantai 1 ke lantai 4 pun terasa cukup lama karena serbuan tersebut. Dengan senyumnya, Sandi berusaha menembus massa yang terus memanggil-manggil namanya dan mengajak berswafoto.

"Pak Sandi...Pak Sandi Ganteng...Pak Sandi Menang. Alhamdulillah bisa bersalaman dengan Pak Sandi," teriak salah satu pengunjung PGS, Minggu (21/10/2018).

Bahkan Sandi pun tak leluasa menyantap nasi rames dan es kelapa muda di pujasera PGS. Banyak permintaan dari emak-emak yang ingin berfoto bareng.

Begitu banyaknya warga yang antusias membuat Sandi naik kursi untuk meminta izin makan dengan mengunakan bahasa isyarat. "Saya mohon izin makan dahulu," kata Sandiaga sembari melempar senyum.

Antusiasnya pengunjung dan pedagang di PGS saat mengerubunginya membuat keringat Sandiaga terlihat bercucuran deras. Meski begitu ia tetap santun dan mengajak pengujung untuk menikmati makanan.

"Sungguh saya tidak menyangka sambutan luar biasa masyarakat Surabaya. Terima kasih atas sambutan yang hangat ini," kata Sandi.

Sandi juga mendapat curhat dari para pedagang terkait menurunnya daya beli masyarakat. Dalam kesempatan tersebut Sandiaga Uno menyatakan akan memberikan pembaharuan untuk ekonomi Indonesia yang sedang terpuruk. Apalagi dolar yang menggila yang membuat semua harga kebutuhan naik.

"Tadi ada penjual yang mengaku dagangannya sepi. insyaallah jika Prabowo- Sandi menjadi pelayan rakyat Indonesia, kami akan fokus pada penyediaan lapangan kerja dan stabilitas harga kebutuhan pokok dan terjangkau," ujar Sandiaga.

Menurut Sandi Kota Surabaya menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Surabaya ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Bukan hanya pertumbuhan di bagian Indonesia timur saja, tetapi juga kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Surabaya kota terbesar nomor dua di Indonesia. Skala ekonominya besar. Kalau dilihat dari segi pertumbuhan ekonomi, di Kota Surabaya saja," kata Sandiaga Uno kepada Wartawan di Pusat Grosir Surabaya (PGS) di Jalan Dupak, Surabaya, Minggu (21/10/2018).

Sandi mengatakan Kota Surabaya bisa digunakan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Prabowo Sandi optimistis. Kalau kita bisa menyapa masyarakat dengan antusiasme seperti ini. Kita bisa gerakan ekonomi kita, kita juga bisa ciptakan lapangan pekerjaan," ujar Sandiaga di sela menikmati makanannya.

Saat ditanya apa yang dimakan olehnya ketika bersama tim pemenangan Prabowo-Sandi Jatim di Pusat Grosir. Sandi menjawab memakan dua menu.

"Tadi makan nasi meduro dan sop buntut. Tapi ini sop buntut. Ini gede banget, ini sop buntut raksasa ini," kelakar Sandi sembari melempar senyum.

Sandi asyik menikmati makanannya dengan disaksikan ratusan pasang mata para 'emak-emak'. Sandi pun terlihat gembira dan bersemangat.

"Tadi kayaknya emak-emak ngiler juga. Tapi inilah emak-emak. Kecintaannya, kadang-kadang kita harus apresiasi. Mereka selalu otentik. Tidak pernah dibuat-buat. Mereka semangat untuk mendorong ekonomi kita. Keluhannya bahan pokok mahal, itulah nanti yang akan diperbaiki Prabowo-Sandi," tandas Sandi.

 

Ziarah Makam

Sandiaga Uno mengawali kedatangannya di Surabaya melakukan ziarah. Sandiaga berziarah ke Tempat Pemakaman Umum Tembok Gede di Jalan Kalibutuh.

Di komplek pemakaman tersebut, Sandiaga menziarahi makam musisi Soedjarwoto Soemarsono alias Gombloh dan pembuat logo NU KH Ridwan Abdullah.

"Terima kasih kepada tokoh yang menginspirasi kita, Soedjarwoto Soemarsono, nama bekennya Gombloh," ujar Sandiaga usai Ziarah di makam Gombloh, Minggu (21/10/2018).

Menurut Sandiaga, Gombloh merupakan tokoh pejuang ekonomi kreatif di masanya. Semasa hidup, Gombloh begitu banyak menelurkan karya-karya yang menjadi legenda.

"Salah satunya adalah Indonesia Merah Darahku Putih Tulangku Bersatu dalam semangatmu. Itu lagu yang sangat melegenda," kata Sandiaga yang saat berziarah didampingi keluarga Gombloh.

Bagi Sandiaga, lagu tersebut sangat membangkitkan semangat masyarakat Indonesia, Khususnya bagi dirinya.

"Bagi kami lagu-lagu tersebut selalu berkumandang dan membangkitkan gelora kita untuk membangun ekonomi kebangsaan, khususnya lapangan pekerjaan dan ekonomi kreatif yang saat ini menjadi segmen yang kita bidik. Lahirnya legenda-legenda lain seperti Pak Gombloh ini masih di bawah 10 persen. Kami ingin mencapai 15-20 persen. Kami ingin lapangan kerja yang seluas-luasnya. Kami akan berjuang untuk ekonomi kreatif," tandasnya.

Sebelum berziarah ke makam Gombloh, Sandiaga Uno juga berziarah di makam pembuat logo NU yakni KH Ridwan Abdullah yang juga berada di komplek TPU Tembok Gede.

Sandiaga membacakan Al Fatihah yang ditujukan kepada almarhum. Dengan mengunakan peci hitam dan memakai pakaian kasual berwarna biru, Sandiaga Uno menaburkan bunga baik di makam Gombloh dan KH Ridwan Abdullah.

Selain ke Surabaya, sandiaga dalam lawatannya ke Jatim juga akan mengunjungi Mojokerto dan Jombang. Di Jatim, Sandiaga berkampanye selama dua hari. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>