Elektabilitas Gus Ipul Tertinggi, PKB Masih Butuh Koalisi

Senin, 12 Juni 2017  20:00

Elektabilitas Gus Ipul Tertinggi, PKB Masih Butuh Koalisi

Ketua MPR RI Dr Zulkifli Hasan bersama Wagub Drs Saifullah Yusuf di acara bedah buku ‘Pancasila-isme dalam Dinamika Pendidikan’

Survei terkini Lembaga Poltracking menempatkan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf  (Gus Ipul) di posisi teratas dari sisi elektabilitas, di antara para kandidat calon gubernur yang muncul belakangan ini. Meski posisi cukup mantap, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai pengusung masih mewacanakan koalisi dengan partai lain. 
 
PKB mengajak partai lain di Jawa Timur untuk bersama mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Pilgub Jatim. " PKB mengajak partai lain untuk bersama Gus Ipul. Kalau hasil survei menunjukkan Gus Ipul elektabilitasnya tinggi tentu kami bersyukur ya, dan kami harus memberi masukan ke Gus Ipul," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKB Jazilul Fawaid di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (12/6/2017).
 
Masukan yang diberikan adalah terkait konsep pembangunan Jawa Timur. "Kata Gus Ipul itu pembangunan harus masuk rumah. Setiap rumah harus merasakan pembangunan," ujar Jazilul.
 
PKB sendiri memiliki 20 kursi di DPRD Jatim dan dapat mencalonkan Cagubnya sendiri. Namun PKB, kata Jazilul, melihat perlu adanya sinergi dengan partai lainnya.
 
"PKB setahu saya pengurus wilayah Jawa Timur terus berkeliling ke partai-partai untuk terus mengajak mendukung Gus Ipul sekaligus memberi masukan terkait wakil dan hal-hal yang memungkinkan untuk pemenangan Gus Ipul di Jatim," ucap anggota Komisi III DPR itu.
 
Dengan 20 kursi di DPRD, PKB sebenarnya bisa untuk mengusung pasangan calon tanpa harus koalisi dengan partai lain. "Bisa ngusung sendiri tapi kita nggak ingin sendirian lah, lucu nanti," imbuh Jazilul.
 
PKB juga tidak khawatir dengan elektabilitas Gus Ipul yang tidak jauh berbeda dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Baginya setiap calon telah memiliki segmentasinya masing-masing.
 
"Yang memilih Bu Risma dan yang memilih Gus Ipul punya segmen masing-masing. Gus Ipul didukung oleh musyawarah besar 1.000 Kyai Jawa Timur memutuskan melalui PKB," ungkap Jazilul.
 
"Itu menjadi modal kepercayaan yang kuat dari kami PKB bahwa Gus Ipul memang diterima secara baik dan diharapkan," sambungnya.
 
Selain Gus Ipul, calon untuk Pilgub Jatim mungkin saja Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa bagi warga Nahdlatul Ulama (NU). PKB sendiri telah memutuskan Wagub Jatim sebagai calonnya di Pilgub Jatim 2018 dan tidak akan berubah.
 
"Kalau PKB kan sudah putus, tidak yang lain, sudah putus Gus Ipul dan tinggal mencari wakilnya," terang Jazilul.
Sebelumnya PDIP telah memberi sinyal kepada PKB untuk berkoalisi di Pilgub Jatim. Sekjen PDIP Hasto Kristanto bahkan telah mengungkapkan bahwa partainya lebih nyaman bersama PKB di Pilgub Jatim.
 
Jazilul menyampaikan apresiasinya. "Ya itu menunjukkan Pak Hasto respect dengan PKB dan kami berterima kasih. Tetapi siapa wakilnya nanti akan kembali pada partai yang mendukung dan mengusung, sekaligus aspirasi seperti apa. Karena di bawah juga butuh sesuatu yang kongkrit bukan sekedar nama," pungkas dia..
 
Sanjungan Ketua MPR RI
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Dr Zulkifli Hasan SE M.M hadir bersama Gus Ipul dalam acara bedah buku “Pancasila-isme Dalam Dinamika Pendidikan” di Kampus Unesa Jl Ketintang Surabaya, Senin (12/6). 
 
Seusai memberikan sambutan, Zulkifli mengatakan bahwa Gus Ipul adalah calon Gubernur Jatim yang hebat dan ia mengatakan bahwa dirinya juga selalu bersama-sama dengan Gus Ipul. “Emang ada yang bisa mengalahkan Gus Ipul?” ungkapnya pada media. 
 
Zulkifli mengakui tentang kehebatan dan kualitas Gus Ipul yang saat ini sedang mencalonkan diri menjadi Gubernur Jatim 2018. Bahkan sepulang dari acara bedah buku pun, mereka terlihat berdua dalam mobil yang sama untuk meninggalkan Gedung Utama Kampus Unesa Surabaya. 
 
“Mari kita semua kalangan untuk kembali pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yaitu Pancasila, NKRI, kebhineka tunggal ika dan UUD. Kita sudah  71 tahun Indonesia merdeka, 19 tahun reformasi. Jangan lagi pancasila dijadikan stigma untuk mengatakan bahwa manusia tidak pancasila-isme. Mari kita mulai masuk ke substansi dari implementasi pancasila itu sendiri. Pancaisla adalah perilaku masyarakat, penyelenggara, pembuat UU dan para pimpinan dna kebijakan,” pesan Zulkifli pada insan media sebelum beranjak pergi. 
 
Koalisi Dukung Khofifah
Sebelumnya Partai Gerindra dikabarkan mulai melirik Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sebagai bakal cagub dan mengajak PAN dan PKS berkoalisi.
 
"Kita mencoba mencari calon alternatif di luar nama yang sudah beredar. Gus Ipul kan namanya sudah beredar sebagai Calon Gubernur Jawa Timur di Pilgub 2018," kata Anwar Sadad, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Jumat (9/6/2017).
 
Gerindra sebelumnya merupakan salah satu partai pengusung pasangan Soekarwo dan Gus Ipul dalam pilgub Jatim selama dua periode. Sadad menyebut saat ini partainya mulai melirik nama lain seperti Khofifah yang juga dijagokan di Pilgub Jatim.
 
"Bukan tanpa pertimbangan kita mencari alternatif calon lain di luar Gus Ipul. Kami melihat ada arus besar, agar pemilihan gubernur ini tidak hanya satu pasangan calon saja, biar demokrasi berkembang dengan baik," katanya.
 
"Ternyata di masyarakat juga ada nama-nama lain di luar Gus Ipul, ada Bu Khofifah. Saya kira itu suara dan aspirasi dari masyarakat, yang mestinya menjadi pertimbangan bagi partai politik," terangnya.
 
Sadad menambahkan, untuk mengusung calon di luar Gus Ipul, Gerindra sudah berupaya melakukan komunikasi dengan partai lainnya yakni, PAN dan PKS.
 
"Kita sudah komunikasi dengan PAN dan PKS. Memang ada arah untuk mengusung (cagub) sendiri di luar Gus Ipul," ujarnya.
 
Meski ada pembicaraan dengan PAN dan PKS, kata Sadad,sampai sekarang masih belum memunculkan satu nama cagub.
 
"Sampai hari ini namanya (cagub) masih kita simpan. Tapi namanya di luar yang yang sudah beredar. Sekarang yang namanya sudah beredar kan baru Gus Ipul," jelasnya.
 
Terpisah, pengurus DPW PAN Jatim Agus Maimun, membenarkan sudah ada komunikasi dengan Gerindra untuk membahas calon gubernur. PAN juga sepakat dengan tidak adanya calon tunggal.
 
"Di Jawa Timur pada prinsipnya agar pemilihan gubernur berjalan lancar, secara damai dan memakai nilai-nilai demokrasi yang mengedepankan substansi bukan prosedural. Dan output dari pilgub ini benar-benar memilih pemimpin yang membawa kesejahteraan masyarakat," katanya.
 
Agus menambahkan dalam pembicaraan itu Gerindra berharap dapat mengusung calon sendiri di luar Gus Ipul. Namun, hingga saat ini nama yang akan diusung belum mengerucut.
 
"Gerindra memang mau mengusung, tapi kita belum tahu juga (siapa cagub). Prinsipnya, kita berkomunikasi dengan semua partai," tuturnya.
 
Agus mengaku PAN juga membuka komunikasi dengan partai lain, termasuk dengan PKB partai yang mengusung Gus Ipul sebagai cagub di Pilgub 2018. Dia menyebut sudah ada beberapa rencana silaturahmi dengan partai lain.

"Dengan Gus Ipul dan PKB kita sudah komunikasi pada beberapa minggu lalu. Juga ada rencana kunjungan dari PKB dan Gus Ipul ke PAN. Cuma, di internal partai kami banyak kegiatan, sehingga sampai sekarang belum cocok waktunya. Tapi prinsipnya, kita menerima kunjungan dari siapa pun," tandas Agus. (era/det/tit)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>