Gus Solah Rekomendasikan Khofifah

Kamis, 18 Juni 2017  19:58

Gus Solah Rekomendasikan Khofifah

Pengurus Partai Gerindra Jatim mengadakan pertemuan dengan Gus Solah

SURABAYA (BM) - Beberapa pengurus DPD Partai Gerindra Jawa Timur (Jatim) melakukan pertemuan dengan KH Sholahudin Wahid (Gus Sholah) di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.  Hasil pertemuan pada  Minggu (18/6/2017) menghasilkan rekomendasi nama cagub Jatim.

Gus Sholah menganjurkan Gerindra untuk mengusung Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur pada Pilkada Jatim mendatang.

Hal ini dikatakan Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad, yang juga menjadi salah satu peserta pertemuan yang berlangsung di pondok pesantren Tebu Ireng, Jombang ini.

Berdasarkan penjelasannya, Gerindra dan Gus Solah sepakat bahwa Jatim untuk saat ini memang harus dipimpin oleh kader Nahdlatul Ulama.

Saat ini, ada dua kader NU yang masuk dalam bursa pencalonan kuat selain Khofifah ada nama Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul. Keduanya sama-sama memiliki jabatan di pucuk pimpinan organisasi agama terbesar di Indonesia tersebut. Gus Ipul menjabat Wakil Ketua PBNU sedangkan Khofifah Ketua Umum Muslimat NU.

Menurut Gus Solah, keduanya memiliki kelebihan. "Bapak Saifullah diakui memang memiliki kelebihan dalam hal berkomunikasi dengan masyarakat," kata Sadad.

Namun, Sadad menyebut Gus Solah lebih memilih sosok Khofifah. Sebab, ada beberapa kelebihan Khofifah tak dimiliki Gus Ipul, di antaranya memahami inti masalah sebelum memutuskan penyelesaiannya.

Khofifah juga dianggap mempunyai persuasi yang baik kepada masyarakat. Lihai dalam merumuskan kebijakan. Khususnya yang berkaitan dengan penanganan sosial.

"Gus Solah lebih sreg dengan Khofifah karena lebih banyak nilai plusnya. Lebih memiliki komitmen dan jauh dari kesan komitmen," tutur Sadad menirukan penjelasan Gus Solah.

Selanjutnya, Gerindra akan menjadikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan calon. Aspirasi ini akan menjadi bahan pertimbangan ke DPP Gerindra.

"Pertimbangan ini akan menjadikan masukan penting bagi kami dalam merumuskan calon. Kami berkomitmen untuk tak memilkih calon kandidat secara asal," ucap Sadad.

Dalam pertemuan itu, rombongan DPD Gerindra Jatim dipimpin langsung oleh Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno. Selain itu, tampak pula Sekretaris DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad serta jajaranannya yaitu MH Rofiq, Hidayat, dan Kusriyanto.

"Gerindra Jatim serius mencari figur yang terbaik untuk dicalonkan menjadi Gubernur Jatim mendatang," ujar Soepriyatno, Minggu (18/6/2017).

Soepriyatno yang juga anggota DPR ini mengatakan Gubernur Jawa Timur mendatang adalah figur yang dapat memahami akar persoalan yang dihadapi masyarakat Jatim, serta bisa memberikan solusi pemecahannya.

"Karena itu, Gerindra sangat berhati-hati dalam memilih calon (cagub), dengan mendengarkan aspirasi dan suara rakyat Jatim secara langsung, serta berkonsultasi kepada para kiai NU dan tokoh masyarakat," tuturnya.

Ia mengatakan pertemuan dengan Gus Sholah, sebagai tokoh nasional, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan pengasuh pondok pesantren besar yang melahirkan tokoh-tokoh besar, untuk mendiskusikan figur yang cocok dan tepat yang diusung di Pemilihan Gubernur Jatim 2018, untuk memimpin Jawa Timur mendatang.

"Gerindra punya kesamaan pandangan dengan Gus Sholah bahwa, sudah waktunya Jawa Timur dipimpin dari kader NU," ujarnya.
 
PPP Pertimbangkan Gus Ipul 
Belakangan, PKB gencar melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai menjelang Pilgub Jawa Timur 2018. Bersama cagub yang diusungnya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), PKB bersilaturahmi dengan PPP untuk memperkuat dukungan.

Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar mengatakan hubungan antara PKB dengan PPP layaknya seperti kakak dan adik yang memiliki kedekatan. Sebab itu, keduanya diharapkan dapat selalu harmonis dan mendukung satu sama lain.

"Sebab, kami sama-sama dilahirkan dan dibesarkan dari induk yang sama (NU)," ujar Abdul Halim Iskandar saat silaturrahmi di kantor DPW PPP Jatim, Jalan Raya Kendangsari, Surabaya (16/6/2017).

"Kalau tidak mengajak PPP untuk bersama-sama mengusung calon gubernur yang sama, rasanya ada yang kurang," tuturnya.
Halim menjelaskan, dalam Pilgub Jatim sebelumnya, PKB belum pernah berkoalisi dengan PPP. Sebab itu, Pilgub Jatim 2018 dinilai sebagai momentum yang pas untuk keduanya bersatu mengusung pasangan yang sama.

"Dari pelajaran sebelumnya, kami selalu berseberangan (di Pilgub Jatim). Dengan memulai membangun komunikasi ini, diharapakan akan membuat sejarah baru, dan berharap tidak berseberangan lagi di Pilkada mendatang," terangnya

Disinggung mengenai Pilgub Jatim 2018 mendatang, PPP akan mempertimbangkan lamaran PKB untuk ikut mendukung Gus Ipul sebagai Cagub.

"Biasanya sebagai kakak akan mendukung dan membimbing adiknya. Sedangkan adik, biasanya akan menghormati kakaknya," ujar Ketua DPW PPP Musyafa Noer.

Musyafa mengatakan, ada beberapa pertimbangan dan perlu dibicarakan lebih lanjut dalam menyikapi Pilgub. Selain itu, PPP juga punya mekanisme serta keputusan rapat koordinasi wilayah (rakorwil), yang merekomendasikan beberapa kewajiba yang harus dijalankan dalam pemilihan kepala daerah mendatang.

"Diantaranya, bakal calon gubernur atau calon wakil gubernur dari internal kader yang terbaik," tuturnya.

Sementar itu, Gus Ipul yang ikut hadir dalam silaturahmi tersebut, menyambut baik silaturahmi yang dilakukan antara PKB dengan PPP dalam suasana keakraban.

"Keakraban ini menjadi awal yang baik, untuk menjalin kedekatan yang lebih intens menjelang pemilihan kepala daerah mendatang. Semoga suasana yang hangat ini tinggal disempurnakan dalam bentuk koalisi yang lebih solid. Dan tujuannya untuk masyarakat Jawa Timur lebih sejahtera dan makmur," kata Gus Ipul. (tri/det/tit)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>