Hanura Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018

Selasa, 03 Desember 2017  19:44

Hanura Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018

Pasangan Khofifah-Emil menerima dukungan resmi Partai Hanura, Minggu (3/12)

Surabaya (BM) -  Partai Hanura secara resmi memberikan dukungan untuk pasangan Khofifah Indar Parawansah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018. Rekomendasi dukungan dari DPP Hanura diserahkan kepada Khofifah-Emil dalam acara Konsolidasi Kekuatan Hanura se-Jatim di Hotel Whyndam Surabaya, Minggu (3/12/2017).

Selain pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur ini, hadir juga Ketua Tim Sembilan, Salahuddin Wahid alias Gus Solah dan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang serta Ketua DPD Hanura Jatim Kelana Apriliyanto.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, meminta kepada seluruh struktur partai di bawahnya agar tidak berpura-pura dalam mendukung dan memenangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018.

"Jangan pura-pura mendukung tapi menggembosi. Itulah yang saya maksud jangan ada dusta di antara kita," ujar Oesman dalam sambutannya usai menyerahkan rekomendasi dukungan.

Menurut Oesman, Hanura merupakan partai yang menjunjung tinggi akhlak dalam berpolitik. Komitmen kebangsaan didahulukan daripada kepentingan sesaat. Keluar dari keputusan partai bukan ciri kader Hanura.

"Ada partai, terima uang tapi menggembosi. Itu akhlaknya jelek. Saya tidak mau partai kita seperti itu," tegas dia.

Ia mengungkapkan keputusan Partai Hanura mendukung Khofifah-Emil ada beberapa hal diantaranya dua hal utama yakni Khofifah sosok pemimpin pekerja dan cerdas. Kedua, Menteri Sosial itu adalah sosok yang mewakili seorang ibu.

"Ada cerita ketika ada bencana di daerah Indonesia Timur, Presiden telepon Ibu Khofifah dan mengabarkan itu. Ibu Khofifah menjawab, 'saya sudah di lokasi'. Kedua, alasannya adalah ibu. Seorang ibu yang melahirkan kita sudah pasti wanita," ujar Oesman.

Khofifah mengucapkan terima kasih atas dukungan Hanura. Dia melihat ada politik tegak lurus dalam internal Hanura dalam konteks kebangsaan. Kata dia, semula Hanura mempertimbangkan Ketua Hanura Jatim, Kelana Apriliyanto, agar maju sebagai bakal Cagub Jatim. Tetapi merelakan kesempatan itu demi perjuangan bersama membangun Jawa Timur.

Menurut Khofifah, sikap pimpinan dan kader Hanura itu melampaui dari sekadar politikus, yakni sikap seorang negarawan. Karena itu, Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu yakin Hanura akan allout memenangkan dirinya di Pilgub Jatim nanti. "Ada perbedaan substantif antara politikus dengan negarawan," kata Khofifah.

Kata Khofifah, yakin Partai Hanura akan habis habisan menggerakkan mesin politiknya untuk memenangkannya.

Menurut Menteri Sosial ini, ada politik kebangsaan tegak lurus di tubuh Hanura sehingga keputusan pimpinan partai akan dilakukan oleh seluruh kader partai. "Saya melihat Pak Kelana berada dalam posisi sebagai negarawan," ujar Khofifah.

Sedangkan, Emil Dardak kembali mengajak para kader Partai Hanura untuk kembali berjuang bersama seperti saat dirinya berhasil menjadi Bupati Trenggalek 2015 lalu.

"Mari berjuang bersama kembali," ujar suami dari Arumi Bachsin ini.

Seperti diketahui, di Pilgub Jawa Timur 2018, pasangan Khofifah-Emil Dardak diusung lima partai yaitu Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi), NasDem (4 kursi), PPP (5 kursi), dan Hanura (2 kursi). Dari kelima partai ini, baru Demokrat, Golkar, dan Hanura yang sudah menyerahkan SK rekomendasinya secara resmi.

 

Mesin Pendukung

Sebelumnya, ratusan masyarakat dari berbagai elemen di wilayah Mataraman mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.

Deklarasi yang dilakukan di Hall Hotel Hayam Wuruk Trenggalek tersebut dihadiri langsung oleh Emil Dardak serta sejumlah kyai dan ibu nyai dari berbagai Pondok Pesantren di Jawa Timur, diantaranya KH Salahudin Wahid (Gus Solah) dari Ponpes Tebu Ireng, KH Asep Syaefudin Chalim dari Ponpes Amanatul Ummah, KH Suyuti Thoha dari Banyuwangi, serta beberapa tokoh lainnya.

"Sebelumnya, yang pertama sudah dilakukan relawan dari 18 kabupaten/kota (digelar) di Pacet, Mojokerto. Karena di sini banyak yang dari kalangan Mataraman, maka sesuai dengan pesan kyai, alangkah baiknya kalau diselenggarakan juga di Trenggalek, sekaligus dalam bahasa simbolis itu kulonuwun," kata Bacawagub Jatim, Emil Dardak, Sabtu (2/12/2017).

Menurutnya, hal tersebut diharapkan sebagai pembuka, untuk meminta doa restu masyarakat Trenggalek yang selama hampir dua tahun terakhir telah dipimpin oleh Bupati Emil. Dengan aliran dukungan tersebut, pihaknya semakin optimistis dan siap untuk melangkah guna memenangkan pesta demokrasi 2018 mendatang.

"Politik ini kan penuh intrik ya, dan harus siap untuk menerima itu semua, nah itulah esensi dari kesiapan. Kebetulan hari ini dari kultural NU, yang lain sebetulnya banyak juga tapi tunggu waktu yang tepat," ujarnya.

Peserta ikrar dukungan itu, lebih banyak diikuti oleh kalangan kultural Nahdlatul Ulama (NU), mulai dari Pondok Pesantren, tokoh pemuda NU, aktivis guru NU maupun tokoh masyarakat. Selain itu yang cukup mendominasi adalah kehadiran aktivis Muslimat NU, bahkan sebagian besar ketua cabang di sekitar Trenggalek ikut datang di kegiatan tersebut.

Koordinator relawan Khofifah-Emil, Husnul Huluq mengatakan, para relawan tersebut rata-rata merupakan pendukung setia Khofifah Indar Parawansa yang telah mengawal pencalonan selama dua kali berturut-turut pada pilkada terdahulu.

"Perjuangan itu tidak mengenal satu kali, dua kali, tiga kali. Karena Ibu Khofifah mencermati ada beberapa hal mendasar yang harus dibenahi, misalkan persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan. Pendidikan sata antara kabupaten satu dengan yang lain, saya yakin Kofifah-Emil punya kemampuan untuk itu," katanya.

Husnul menambahkan, selain melakukan ikrar dukungan, ratusan relawan dari 20 kabupaten/kota tersebut juga bakal mendapatkan pembekalan langsung dari pengasuh Ponpes Tebu Ireng, KH Salahudin Wahid, terkait dengan stategi yang harus dilakukan selama masa pengenalan hingga kampanye.

"Tentu akan diberitahu juga tentang rambu-rambu yang harus ditaati, misalkan tidak boleh black campaign, tidak boleh melanggar norma-norma, itu dijelaskan semua. Sehingga cara kami berjuang itu dalam koridor yang benar," ujarnya. (det/mer /tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>