Indo Barometer: Duet Jokowi-AHY Raih Elektabilitas Tertinggi

Selasa, 03 Desember 2017  18:40

Indo Barometer: Duet Jokowi-AHY Raih Elektabilitas Tertinggi

Rilis Indo Barometer

JAKARTA (BM) — Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei untuk Pemilihan Presiden 2019 ( Pilpres 2019). Hasilnya, pasangan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) meraih elektabilitas tertinggi jika dipasangkan sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Duet Jokowi dan putra sulung presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut memiliki nilai elektabilitas sebesar 48,6 persen.

Sementara itu, elektabilitas Jokowi menjadi paling kecil jika dipasangkan dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Pol) Budi Gunawan, yakni 41,2 persen.

Selanjutnya, berdasarkan survei tersebut, elektabilitas Jokowi tidak pernah di bawah 41 persen saat dipasangkan dengan sejumlah nama.

Misalnya, dengan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, hingga mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko.

"Jika dipasangkan dengan Gatot Nurmantyo, elektabilitas Jokowi 47,9 persen kontra pasangan calon Prabowo Subianto-Anies Baswedan dengan elektabilitas 19,4 persen," kata Qodari.

AHY bahkan menjadi cawapres dengan elektabilitas paling tinggi dalam survei Indo Barometer, yakni 17,1 persen, disusul dengan Gatot Nurmantyo di angka 15,9 persen.

"Dan berdasarkan survei, ada lima syarat utama cawapres Jokowi, yakni dari militer, berpengalaman dalam pemerintahan, dekat dengan rakyat, menguasai dunia internasional, dan pintar secara intelektual," lanjut Qodari.

Survei Indo Barometer dilaksanakan pada 15-23 November 2017 di 34 Provinsi di Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini menggunakan metode multisrage random sampling.

 

Penantang Jokowi

Sementara itu, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpeluang kuat mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Hal tesebut terpapar pada hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Indo Barometer.

"Nama terkuat calon wakil presidennya Prabowo adalah Anies Baswedan dengan perolehan angka 22,5%," kata Direktur Eksekutif Indo Barpmeter M Qodari dalam pemaparan hasil survei bertajuk 'Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019?' di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (3/11/2017).

Nama cawapres selanjutnya yang juga disandingkan dengan Prabowo adalah Presiden PKS M Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Namun Qodari menyebut suara Anies lebih tinggi karena Pilkada Jakarta.

"Kalau begini Pak Prabowo tingkat kesukaannya harus ditingkatkan. Anies Baswedan cukup tinggi karena melalui Pilkada Jakarta," ujar Qodari.

Berikut hasil survei simulasi yang dilakukan Indo Barometer terhadap empat pasangan Prabowo:

1. Prabowo Subianto - Anies Baswedan 31,7% ; 2. Prabowo Subianto - M Sohibul Iman 16,3% ; 3. Prabowo Subianto - Zulkifli Hasan 4,1% ; 4. Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar 2,6% ; 5. Rahasia 3,4% ;  6. Belum memutuskan 4,8% ;  7. Tidak akan memilih 1,8% ; 8. Tidak tahu atau tidak menjawab 35,3%

 

 

Anies dan AHY

Untuk survei dengan metode pertanyaan terbuka terkait Cawapres,  nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada di urutan teratas. "Dari pertanyaan terbuka calon wakil presiden, Anies Baswedan (unggul) mendapat 10,5%," kata Muhammad Qodari.

Berada di posisi ke dua, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat suara sebanyak 9,6%. Di posisi ketiga ada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan jumlah suara yang sama dengan AHY.

Selain nama-nama di atas, hasil survei Indo Barometer juga memunculkan nama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Presiden PKS Sohibul Iman, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan juga mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko. Serta nama lain dengan perolehan suara di bawah satu persen.

"Dan nama-nama lain di bawah satu persen. Ada Ahmad Heryawan, Sandiaga Uno, Setya Novanto, Ganjar Pranowo dan Ahmad Syaikhu," tutur Qodari.

Berikut hasil survei Indo Barometer terhadap elektabilitas Cawapres 2019 berdasarkan pertanyaan terbuka.

1. Anies Baswedan 10,5% ; 2. Agus Harimurti Yudhoyono 9,6% ; 3. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 9,6% ; 4. Gatot Nurmantyo 9,6% ; 5. Ridwan Kamil 5,4% ; 6. M Sohibul Iman 3,8% ; 7. Tri Rismaharini 3,3% ; 8. Moeldoko 2,8% ; 9. Hary Tanoesoedibjo 2,3% ; 10. Aa Gym 2,1% ;

11. Puan Maharani 2,0% ; 12. Tito Karnavian 1,8% ; 13. Deddy Mizwar 1,7% ; 14. Dedi Mulyadi 1,1% ; 15. Jusuf Kalla 1,0% ; 16. Ahmad Heryawan 0,8% ; 17. Bima Arya Sugiarto 0,7% ; 18. Sandiaga Uno 0,4% ; 19. Setya Novanto 0,3 ;  ; 20. Ganjar Pranowo 0,3% ; 21. Ahmad Syaikhu 0,4% ; 22. Rahasia 5,2% ; 23. Belum memutuskan 4,6% ; 24. Tidak tahu atau tidak jawab 20,8%

 

Jokowi Terkuat

Untuk survei capres, dengan pertanyaan terbuka, incumbent masih mendapat tempat teratas.  "Dari pertanyaan terbuka calon presiden, awareness pemilih yang tinggi terhadap Joko Widodo dengan dukungan 34,9%," kata Muhammad Qodari.

Pada posisi ke dua, muncul nama Ketum Gerindra Prabowo Subianto dengan persentase 12,1%. Berdasarkan hasil survei Indo Barometer, nama Jokowi meningkat secara perlahan sejak 2015 hingga 2017. Lain hal, nama Prabowo selalu mengalami fluktuasi dalam rentan waktu yang sama.

"Berdasarkan simulasi dua nama, tren elektabilitas Joko Widodo sejak 2015-2017 perlahan semakin meningkat meski sempat melemah pada September 2015. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto sejak 2015-2017 mengalami fluktuasi. Sempat naik di September 2015 dan melemah pada Oktober 2016," ujar Qodari.

Indo Barometer juga melakukan survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi. 61,8% masyarakat menginginkan Jokowi untuk kembali menjadi presiden.

"Mayoritas publik menginginkan Joko Widodo kembali menjadi presiden untuk periode 2019-2024. Lima alasan utama kepuasan publik tersebut karena meningkatnya pembangunan, dekat dengan rakyat kecil, sesuai dengan janji kampanye, bantuan pendidikan, dan memberikan bantuan bagi masyarakat miskin," tuturnya.

 

Capres Gerindra

Di tempat yang sama, Waketum Gerindra Fadli Zon menyebut partainya hampir 100% mendukung Prabowo sebagai Capres di Pilpres 2019.

"Kalau dari kami sejauh ini Pak Prabowo memang belum menyatakan untuk siap maju walaupun desakan dari seluruh kader maupun simpatisan Gerindra atau pengurus itu sudah saya kira bisa dikatakan hampir 100 persen mengarah ke Prabowo (untuk Pilpres 2019)," kata Fadli Zon pada pemaparan hasil survei Indo Barometer di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Meski berada di posisi ke dua, Fadli mengatakan posisi tersebut tetap berarti bahwa masyarakat masih memilih Prabowo. Fadli menuturkan, partainya akan mendeklarasikan pengusungan Prabowo pada perayaan ulang tahun Gerindra bulan Februari mendatang.

"Menurut saya itu menunjukkan Pak Prabowo masih diharapkan oleh masyarakat. Kalau Pak Prabowo tidak diharapkan oleh masyarakat pasti Pak Prabowo tidak di nomor dua. Sekarang belum apa-apa saja surveinya masih tinggi. (Pengumuman pengusungan Prabowo) dalam waktu dekat, mungkin pada waktu HUT Gerindra dibulan Februari," ujarnya.

Hasil survei Prabowo cukup tinggi jika disandingkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menanggapi hal itu, Fadli menyebut bahwa Anies masih akan konsen pada tugasnya sebagai Gubernur.

"Kalau Pak Anies saya kira masih konsen untuk membenahi Jakarta, tadi pagi saya juga ketemu. Saya kira penataan Jakarta ini diperlukan dan kita juga sudah ada kesepakatan dan kesepamahaman lah karena ini penting. Dan Anies-Sandi akan menyelesaikan masa tugasnya sampai 2022 kecuali tentu ada hal-hal lain yang disepakati oleh parpol pendukung," tutur Fadli.

Sebelumnya, nama Prabowo disimulasikan dengan beberapa nama. Diantaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut-sebut berpeluang kuat mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019.

"Nama terkuat calon wakil presidennya Prabowo adalah Anies Baswedan dengan perolehan angka 22,5%," kata Direktur Eksekutif Indo Barpmeter M Qodari dalam pemaparan hasil survei bertajuk 'Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019?' di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (3/11).

Berikut hasil survei simulasi yang dilakukan Indo Barometer terhadap empat pasangan Prabowo:

1. Prabowo Subianto - Anies Baswedan 31,7% ; 2. Prabowo Subianto - M Sohibul Iman 16,3% ; 3. Prabowo Subianto - Zulkifli Hasan 4,1% ; 4. Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar 2,6% ; 5. Rahasia 3,4% ; 6. Belum memutuskan 4,8% ; 7. Tidak akan memilih 1,8% ; 8. Tidak tahu atau tidak menjawab 35,3%. (kom/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>