Indo Barometer: Gus Ipul-Puti 45,2%, Khofifah-Emil 39,5%

Selasa, 03 April 2018  17:42

Indo Barometer: Gus Ipul-Puti 45,2%, Khofifah-Emil 39,5%

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memaparkan hasil survei Pilgub Jatim.

Jakarta (BM) - Lembaga survei  Indo Barometer merilis hasil survei calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jatim 2018. Hasilnya, pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno unggul dengan elektabilitas 45,2%.

Survei dilakukan pada 29 Januari hingga 4 Februari 2018. Ada 800 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei tersebut kurang-lebih 3,46% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Survei dilakukan dengan tatap muka menggunakan kuesioner pertanyaan tertutup. Hasilnya, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur menempati posisi teratas dengan perolehan suara 45,2%, menyusul di bawahnya pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dengan 39,5%.

"Berdasarkan pertanyaan tertutup terhadap 2 pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, dengan pertanyaannya ketika pilkada dilakukan hari ini ya. Gus Ipul-Puti unggul 45,2%, Khofifah-Emil 39,5%. Selisih keduanya 5,7%. Yang belum memutuskan 12,6%," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei di Harris Suites FX Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018).

Ada juga survei elektabilitas cagub-cawagub sebagai individu, bukan pasangan. Berdasarkan survei dengan pertanyaan terbuka, elektabilitas Gus Ipul tertinggi.

"Gus Ipul 43,1%, Khofifah 34,1%. Sementara berdasarkan pertanyaan tertutup menggunakan simulasi head to head, jika pilgub dilakukan hari ini, siapa yang akan dipilih, Gus Ipul kembali unggul dengan 46,6% dan Khofifah 40,8%. Sementara untuk tingkat wakil, dengan pertanyaan tertutup, Emil 30,9% dan Puti Guntur 29,4%. Sedangkan berdasarkan pertanyaan terbuka, Puti unggul 22% dan Emil 19,4%," paparnya.

Menanggapi kemenangan Gus Ipul-Puti pada survei tersebut, Wasekjen Partai Golkar Sarmuji tak mempermasalahkan. Menurutnya, hasil survei yang dilakukan Indo Barometer bukanlah survei dengan data terbaru.

"Survei ini dilakukan tanggal 29 Januari sampai 4 Februari 2018. Jadi sebenarnya ini sudah 2 bulan yang lalu, di mana untuk balapan Pilkada setingkat Formula 1 sudah pasti ini banyak berubah," ujar Sarmuji di Harris Suites FX Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018).

Menurut Sarmuji, dari survei-survei yang selama ini dilakukan baik oleh lembaga survei maupun partainya, pasangan Khofifah-Emil Dardak yang diusung partainya terus mengalami kenaikan. Ia yakin, jika Indo Barometer kembali melakukan survei di lapangan, Elektabilitas Khofifah-Emil sudah menyalip Gus Ipul-Puti.

"Waktu itu bisa menentukan sekali. Kalau itu (survey) terus berlangsung dan waktunya sedikit digeser lebih lama pasti sudah Cross sekarang," kata Sarmuji.

Sarmuji juga menuturkan, partainya terus melakukan upaya-upaya untuk menggenjot elektabilitas Khofifah-Emil. Salah satunya dengan menggandeng ormas perempuan dan para perempuan di Jawa Timur untuk mendukung Khofifah.

"Kalangan perempuan itu biasanya susah berpindah hati. Kalangan perempuan susah sekali berpaling kalau sudah menyatakan sikapnya siapapun yang mengintervensi, insyaallah tidak akan merubah pada hari H," katanya.

"Sementara dari sekian banyak laki-laki yang saya temui mereka banyak bilang kalau tidak ada apa-apanya (money politics) rasa-rasanya malas untuk berangkat. Tapi kalau perempuan saya yakin kalau hatinya sudah terpaut mau bade mau hujan mau terik mau panas pasti dia akan berangkat kecintaan itu rasanya mengalahkan segalanya," lanjut Sarmuji.

Sementara, Ketua DPP PDIP bagian Pemenangan Pemilu Bambang DH mengaku tidak berpuas diri dengan hasil survei beberapa lembaga survei yang mengunggulkan Gus Ipul-Puti, pasangan yang diusung partainya. Kendati demikian, ia menilai masyarakat sekarang sudah semakin pintar dengan memilih cagub yang sudah berpengalaman.

"Nah saya beruntung pasangan kami sangat beruntung ketika ditanyakan yang berpengalaman siapa? Jatuhnya ke Gus Ipul-Puti. Ini bagi kami jadi modal. Masyarakat tidak mau spekulasi. Karena jika salah pilih 5 tahun menderita," pungkasnya. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>