Jelang Pilgub Jatim 2018, Emil Dardak Jadi Rebutan

Senin, 13 November 2017  19:37

Jelang Pilgub Jatim 2018, Emil Dardak Jadi Rebutan

Emil Dardak

Surabaya (BM) – Bupati Trenggalek Emil Dardak kini menjadi rebutan partai-partai untuk merebut kemenangan di ajang Pemilihan Gubernur Jatim 2018. Partai Demokrat telah menyodorkan nama Emil untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa. Sementara, ‘Poros Jakarta’ telah mempertimbangkan Emil untuk dicalonkan sebagai Cawagub. Yang menarik lagi, PDIP menyarankan Emil untuk tidak mengikuti kontestasi Pilgub Jatim.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (PD) Jatim Soekarwo sendiri telah membenarkan, bahwa parpolnya mengusulkan Bupati Trenggalek Emil Dardak sebagai cawagub untuk Pilgub Jatim 2018. Emil diusulkan jadi cawagub untuk Khofifah Indar Parawansa, yang sudah diusung PD.

"Iya," ujar Soekarwo saat dimintai konfirmasi soal kebenaran kabar tersebut di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jatim, Senin (13/11/2017).

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini juga membenarkan Emil merupakan salah satu dari dua nama yang masuk dalam pilihan Tim 17, yang bertugas menjaring bakal cawagub untuk Khofifah. "Pokoknya yang semua ada sekarang itu, ada di dalam nama yang diajukan Demokrat," jelas Karwo.

Nah, Emil ternyata juga diincar oleh 'Poros Jakarta' atau koalisi PKS, PAN, dan Gerindra. Pakde Karwo irit komentar saat dimintai tanggapan. "Nggak. Nggak ada komentar itu," ujar Gubernur Jatim ini.

Seperti diketahui, Tim 17, yang bertugas menjaring bakal cawagub Jawa Timur pendamping Khofifah Indar Parawansa, telah mengerucutkan nama calon menjadi dua nama. Rencana penentuan cawagub Khofifah akan digelar pada minggu ini.

Penentuan cawagub pendamping Khofifah dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 bakal digelar pada minggu ini atau tinggal menunggu beberapa hari lagi. Tim 17, yang terdiri atas para kiai dan bu nyai, akan memberi pengumuman.

"Minggu ini saya kira sudah (ditentukan cawagubnya)," kata Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo.

Tim 17 terus menggodok nama-nama yang layak menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Khofifah. Tim 17 juga terus membahas dan sempat memunculkan tiga nama.

"DPP yang diajak bicara. Tiga nama, dua nama, itu artinya sudah diajak bicara DPP," katanya.

"Pokoknya di situ artinya mengerucut, sudah dibicarakan bersama-sama. Dari tiga sudah dibicarakan. Mana yang kemudian di-scoring bersama-sama, sudah dibicarakan," imbuh Soekarwo.

Soekarwo mengklaim dua nama yang masuk sebagai bakal cawagub Khofifah merupakan usul mereka. "Semua yang dibicarakan itu bagian dari usulan Demokrat," tambah dia.

Dua nama yang masuk dalam penjaringan Tim 17 itu juga diusulkan DPD Demokrat Jatim ke DPP untuk bisa didampingkan dengan Khofifah. Nama-nama yang diusulkan DPD Demokrat Jatim di antaranya Direktur Utama Rumah Sakit Umum dr Soetomo, Harsono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Heru Tjhajono, Kepala Inspektorat Provinsi Jatim Nurwiyatno, Wakil Bupati Ngawi, serta kader Demokrat Oni Anwar Harsono.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu juga membenarkan DPD Demokrat mengusulkan nama Bupati Bupati Trenggalek Emil Dardak untuk menjadi pendamping Khofifah. Belakangan, nama Emil memang santer di bursa Pilgub Jatim.

"Iya (membenarkan Bupati Emil diusulkan untuk bacawagub Khofifah)," kata Pakde Karwo.

Namun Pakde Karwo masih enggan menyebut siapa dua nama calon yang masuk penjaringan Tim 17. Dia juga bergeming saat dimintai konfirmasi apakah Emil masuk dalam penjaringan calon pendamping Khofifah.

"Nggak bisa (dikira-kira dua nama itu)," tutur Gubernur Jatim itu.

 

Poros Jakarta

'Poros Jakarta', yakni Partai Gerindra, PAN, dan PKS, masih mematangkan skenario mengusung Bupati Trenggalek Emil Dardak sebagai bakal calon Gubernur Jatim. Emil memang belum memberikan jawaban pinangan dari 'Poros Jakarta'.

Namun komunikasi telah dijalin secara serius dengan koalisi partai yang dalam Pilgub DKI Jakarta itu mampu mengantar Anies Bawesdan dan Sandiaga Uno menuju Balai Kota DKI Jakarta.

"Belum memberikan jawaban, tapi komunikasi dan diskusi kita dengan Mas Emil sudah intensif," kata Sekretaris Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad, Senin (13/11/2017).

Emil memang belum menyatakan 'oke', tapi langkahnya menjajaki kemungkinan untuk bersaing dengan Gus Ipul dan Khofifah cukup aktif.

"Langkahnya bagus, sudah ketemu Ketum PAN Pak Zulkifli Hasan. Dengan Gerindra sudah jalin komunikasi dengan DPD, Pak Prabowo belum ketemu," kata Sadad, mantan politisi PKB asal Pasuruan.

Sadad mendorong Emil, yang mewakili figur milenial, untuk memastikan hatinya maju sebagai calon gubernur daripada calon wakil gubernur.

"Eman (sayang), dia punya potensi sebagai calon alternatif dan mewakili generasi muda atau milenial bisa jadi gubernur. Di antara dua calon yang muncul kan hanya Mas Emil yang milenial, Pak Anas (pasangan Gus Ipul) tidak lagi muda," kata Sadad.

Ia meyakinkan Emil bahwa pemilih muda di Jatim saat ini mendambakan pemimpin muda, cerdas, dan visioner membangun Jawa Timur.

"Harapan anak muda milenial ada di Mas Emil," kata Sadad.

Pilgub Jatim, yang digelar pada 2018, saat ini menjadi persaingan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Khofifah Indar Parawansa. Gus Ipul, yang diusung PKB-PDIP, dipasangkan dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Sedangkan Khofifah, yang diusung Partai Golkar, Demokrat, Hanura, dan Partai NasDem, masih disibukkan mencari calon pasangannya.

PAN, Gerindra dan PKS yang memiliki 26 kursi sudah komitmen untuk bersama, seperti di saat memenangkan Pilgub DKI Jakarta. Saat ini ketiga partai tersebut sepakat untuk tidak membahas nama calon.

"Kita sepakat tidak memunculkan nama. Saya kira Gerindra sudah pengalaman itu, seperti di Jakarta kan Sandiaga Uno rela digeser menjadi wakil ketika koalisi sepakat dengan mengusung Anies Baswedan," terang Bendahara PAN Jatim Agus Maimun, Kamis (9/11/2017).

"Kita bersama meninggalkan ego bahwa partai yang kursinya terbanyak harus mendapatkan cagub, nggak seperti itu, kita beda dengan sebelah," imbuhnya

Namun beberapa nama memang sudah muncul. Bupati Trenggalek Emil Dardak isunya akan diusung sebagai calon gubernur oleh poros baru ini. Kabarnya, Emil akan dipasangkan dengan Ketua DPW PAN Jatim Masfuk (Emas). Emil Dardak bahkan sudah sudah diundang untuk bertemu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada Rabu (8/11) malam.

"Iya sudah bertemu,di rumah dinas Bang Zul," jawabnya.

"Tapi sekali lagi kita belum memunculkan nama," tambahnya.

PAN, kata Agus Maimun, melihat Pilgub Jatim 2018 memerlukan figur alternatif yang bisa memenuhi harapan masyarakat Jawa Timur.

"Kita menggagas poros baru yang membawa era keemasan bagi Jawa Timur," tambah dia.

Poros penanding Gus Ipul-Anas ini belum final karena masih ada pertemuan sekali lagi. Nantinya diyakini jika sudah waktunya akan dimunculkan ke publik.

"Selangkah lagi, nanti partai yang bergabung ke Poros Keemasan bisa tiga bahkan hingga menjadi empat partai. Target kita menang," ungkap Agus. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>