Jelang Pilgub Jatim, PAN Siap Ikut Poros Baru

Senin, 06 November 2017  18:51

Jelang Pilgub Jatim, PAN Siap Ikut Poros Baru

Pak De Karwo dan Khofifah

Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) siap membentuk poros baru di Pilgub Jawa Timur 2018 bersama Gerindra. PAN pun siap menawarkan nama kadernya menjadi kandidat bakal calon di Pilgub Jatim.

Sekjen PAN Eddy Soeparno menyebut Pilgub Jatim bukanlah ajang milik Saifullah Yusuf (Gus Ipul) atau Khofifah Indar Parawansa semata. Seperti diketahui, Gus Ipul dan Khofifah menjadi nama terkuat di Pilkada Jawa Timur.

"Pilkada Jatim tidak mutlak terpolarisasi pada Gus Ipul dan Khofifah. PAN siap membangun poros baru dengan partai yang belum mengusung cawagub, seperti Gerindra misalnya," ujar Eddy kepada wartawan, Senin (6/11/2017).

"Kami yakin ada tokoh Jawa Timur lain yang juga layak diusung sebagai cagub," imbuhnya.

Eddy menyebut PAN ingin memajukan kader di Pilgub Jatim. Dia menilai ada beberapa sosok dari internal partainya yang patut diperhitungkan, mulai dari Bupati Bojonegoro, Ketua DPW PAN Jatim Masfuk, hingga anggota DPR asal Jember sekaligus musisi papan atas Anang Hermansyah.

"PAN memiliki kader yang mumpuni yang memiliki kapasitas yang teruji kompetensi dan popularitas yang tinggi seperti Suyoto, Masfuk, dan Anang Hermansyah," ujar Eddy.

Meski demikian, Eddy menjelaskan partainya bisa saja mendukung salah satu calon gubernur yang mengambil wakil gubernur dari kader PAN. Jadi, kemungkinan mengusung Gus Ipul atau Khofifah masih terbuka andai salah satu dari dua nama itu bersedia menggandeng kader PAN sebagai cawagub.

"Kita tetap membuka komunikasi dengan para cagub lain, khususnya mereka yang bersedia mengambil wakil dari kader PAN," terang Eddy.

Diberitakan sebelumnya, Partai Gerindra menyiapkan poros baru bersama PAN dan PKS untuk memunculkan alternatif nama kandidat baru di Pilgub Jatim selain Gus Ipul dan Khofifah. Nama mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti disebut mendapat 'lampu hijau' dari Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto. Dua nama cawagub disiapkan dalam skenario itu adalah Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Bupati Bojonegoro Suyoto.

Soal poros baru ini juga sudah dibahas oleh Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan. Hanya saja, PAN juga masih mempertimbangkan untuk mengusung bacagub yang namanya sudah ramai dibicarakan. Zulkifli pun berencana untuk bertemu dengan Khofifah walau tidak menutup kemungkinan partainya sap berkoalisi dengan Gerindra dan PKS melalui poros baru.

 

PPP Terbelah

Lingkup internal PPP terbelah menjelang Pilgub Jawa Timur 2018. Ada yang ingin mendukung Saifullah Yusuf (Gus Ipul), sisanya cenderung ke Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi atau yang akrab disapa Awiek mengatakan keterbelahan itu karena Khofifah muncul belakangan. Karena itu, dia meminta Khofifah menjalin komunikasi ke DPW dan DPC PPP Jatim.

"PPP meminta Bu Khofifah untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi kepada DPW PPP Jatim dan DPC, 38 DPC PPP se-Jatim. Jadi biar gampang," ujar Awiek kepada wartawan, Senin (6/11/2017).

"Karena, terus terang saja, Bu Khofifah yang muncul belakangan gaungnya di internal PPP itu sudah lebih keduluan Gus Ipul," imbuh dia.

Awiek memberi contoh saat rapat pimpinan wilayah PPP Jawa Timur beberapa waktu lalu. Para kader menyuarakan dukungan untuk Gus Ipul. Meski demikian, dia menyebut DPP PPP cenderung mendukung Khofifah.

"Contoh, dalam Rapimwil beberapa waktu lalu, aspirasi yang banyak itu justru Gus Ipul. Namanya aspirasi, wajar dong. Tapi, ketika DPP menentukan sikap, semua kader di bawah akan tunduk," kata Awiek.

Awiek meminta Khofifah membantu sikap PPP pusat yang ingin mengusung Ketua PP Muslimat NU itu. Dia mengimbau Khofifah menjalin komunikasi secara intens ke DPW dan DPC PPP Jatim.

"Alangkah lebih baik jika sikap DPP diimbangi keselarasan gerak DPW dan DPC. Syaratnya, ya Bu Khofifah lakukan komunikasi politik yang intens dengan teman-teman di bawah. Karena toh yang bekerja teman-teman DPW dan DPC yang menggalang massa," ungkap Awiek.

"DPP hanya memonitor, hanya mengarahkan. Aliansi strategis mungkin DPP yang ngatur, tapi teknis di lapangan itu kan tidak bisa melupakan teman DPW dan DPC. Kita sudah sampaikan kepada Ibu Khofifah dan timnya untuk segera melakukan komunikasi itu," imbuh dia.

Awiek menegaskan, meski kader di Jatim masih terbelah, DPP PPP cenderung akan mengusung Khofifah. Namun, sekali lagi, dia mengharapkan keseriusan Khofifah membangun komunikasi.

"Gus Ipul itu berproses sejak lama, baru kemudian masuk Bu Khofifah. Tapi ya sama-sama sampai sekarang belum ada keputusan PPP untuk mengusung siapa di antara dua ini. Kalau melihat kecenderungan-kecenderungannya di bawah, belakangan Bu Khofifah memang bermunculan dukungan," pungkas Awiek. (det/mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>