Jokowi Curhat ke Kiai: Empat Setengah Tahun Saya Difitnah

Kamis, 24 Maret 2019  19:14

Jokowi Curhat ke Kiai: Empat Setengah Tahun Saya Difitnah

Serang (BM) – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) melakukan kampanye terbuka pertama di Serang, Banten, Minggu (25/3/2019). Sebelum melakukan kampanye, Jokowi menyapa para kiai dan pimpinan Ponpes Salafiah se-Banten di GOR Maulana Yusuf Serang. Ribuan kiai dari berbagai pesantren melakukan deklarasi dukungan.

Di depan para kiai, Jokowi langsung bicara soal dirinya yang selama ini selalu difitnah, dihina, dan direndahkan habis-habisan. Fitnah itu berkaitan dengan berbagai hoax yang ditujukan padanya.

"Saya langsung to the point. Saya ini sudah empat setengah tahun dihina, dicaci maki, difitnah-fitnah, dicela habis-habisan direndahkan. Apa yang saya lakukan, diam saya nggak menjawab. Tapi saat ini saya perlu menjawab mengenai isu itu," kata Jokowi di Gor Maulana Yusuf, Serang, Banten, Minggu (25/3/2019).

Isu-isu hoax dan fitnah ini kata Jokowi bahkan disampaikan bukan hanya di media sosial, tapi mulai dari pintu ke pintu di tengah masyarakat. Jokowi tak akan diam lagi.

"Contoh satu, Jokowi itu PKI. Saya pikir masyarakat nggak percaya, tapi survei kami terakhir 9 juta orang percaya," katanya.

Padahal, lagi-lagi Jokowi mengatakan bahwa peristiwa PKI itu ada di tahun 65-66 dan dia masih balita saat itu. Orang-orang yang menuduh itu katanya diminta untuk tabayyun bahkan bila perlu ke Solo.

"Cek ke rumah orang tua saya, cek kakek nenek saya, siapa mereka? NU punya cabang di Solo. Muhammadiyah, Al Irsyad, ada cabang di Solo. Cek, saya terbuka. Tapi jangan fitnah seperti itu disebar-sebarkan," ujarnya.

Fitnah lain, katanya soal Jokowi antek asing. Yang baru juga muncul lagi seperti hoax larangan azan, pendidikan agama akan dihapus sampai perkawinan sejenis yang dilegalkan.

"Apakah cara politik seperti ini akan kita teruskan. Kita mayoritas muslim penuh norma agama tata krama dan etika. jangan karena urusan politik, caranya jangan seperti tadi, segala cara dihalalkan," katanya.

 

Lawan Hoaks

Jokowi mengggelar kampanye terbuka di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Banten, Minggu (24/3) sore. Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali menyampaikan soal fitnah dan hoaks yang sering ditujukan kepadanya, khususnya hoaks yang menyebutkan dia akan melegalkan pernikahan sejenis jika terpilih kembali menjadi presiden.

Kepada ribuan masyarakat yang hadir, dia mengajak untuk melawan berbagai fitnah dan hoaks. "Pada kesempatan sore hari ini saya ingin mengajak semuanya sekarang, di bawah banyak hoaks, banyak fitnah, kabar bohong. Jangan dibiarkan. Ini harus direspons, harus dilawan," tegasnya.

"Saudara-saudara berani melawan hoaks? Kita semua harus berani, jangan sampai kesatuan, kerukunan, persaudaraan kita pecah gara-gara hoaks dan kabar fitnah," lanjutnya.

Jokowi menyebutkan, ada beberapa fitnah atau hoaks yang belakangan menderanya. Hoaks itu tak hanya beredar di media sosial tapi juga disampaikan dari rumah ke rumah. Di antaranya kabar bahwa jika dia menang maka azan akan dilarang berkumandang. Dia pun mengajak masyarakat agar jangan diam dia jika mendengar kabar itu.

"Ingat pendamping saya KH Ma'ruf Amin adalah Ketua MUI. Tidak mungkin kan (azan dilarang)? Ini adalah fitnah," ujarnya.

Jokowi juga disebut akan melegalkan perkawinan sejenis dan melegalkan zina. Fitnah itu, kata dia, harus diluruskan.

"Kalau kita diam, kabar-kabar itu akan dianggap benar sehingga harus direspons, dilawan, diluruskan," ujarnya.

Dalam kampanye terbuka ini, Jokowi juga mengenalkan tiga kartu yaitu KIP Kuliah, Kartu Prakerja dan Kartu Sembako. Kartu ini akan diberlakukan jika pasangan Jokowi-Ma'ruf terpilih pada 17 April nanti.

"Ini program bagus. Masa ada tidak setuju," kata Jokowi.

"Ini adalah program baru kita yang akan kita laksanakan mulai tahun depan setelah kita melewati Pilpres 17 April 2019. Saya titip, ingat bahwa hari Rabu tanggal 17 April 2019 jangan lupa pilih yang bajunya putih, pilih yang bajunya putih. Pilih yang bajunya putih karena putih adalah kita. Karena putih adalah kita," ujarnya.

 

Prediksi Menang

Jokowi menyebutkan target perolehan suara pada Pilpres 2019. Jokowi menargetkan bisa menang di angka 57 sampai 58 persen secara nasional.

"Ya kalau hitungan kita sih perkiraan antara, Insya Allah 57 sampai 58 persen," ujar Jokowi usai berkampanye di stadion Maulana Yusuf, Minggu (24/3).

Dia mengklaim elektabilitasnya di Banten kini sudah imbang dengan rivalnya, Prabowo Subianto.

Untuk diketahui, pada Pilpres 2014, Jokowi kalah dari Prabowo di Banten. Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa, mengantongi 57,1 persen suara. Adapun Jokowi-Jusuf Kalla dipilih oleh 42,9 persen warga.

"Kita sudah cross, dari yang dulu kalah. Sekarang sudah imbang," ucap Jokowi.

Jokowi dan tim kampanye akan memaksimalkan sisa waktu tersisa untuk menggenjot elektabilitasnya. Jokowi tidak ingin suaranya imbang di Banten, melainkan menang.

"Tinggal waktu yang 3 minggu ini akan kita maksimalkan agar kita tidak imbang tapi menang," jelas Jokowi. (det/mer/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>