Kampanye Dimulai: Tanpa Hoax dan SARA!

Senin, 23 September 2018  18:30

Kampanye Dimulai: Tanpa Hoax dan SARA!

Acara Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Jakarta, Minggu (23/9).

Jakarta (BM) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi membuka kampanye mulai Minggu (23/9). Sebelum meresmikan pembukaan kampanye, KPU beserta peserta pemilu membacakan deklarasi damai.

"Kami peserta Pemilu tahun 2019, berjanji: Satu mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," kata Ketua KPU Arief Budiman diikuti Capres-cawapres dan Ketua Umum Parpol di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23/9/2018).

Deklarasi juga berisi agar peserta pemilu melakukan pemilihan dengan tertib dan damai. Dia berharap peserta dapat menjauhi politik uang, SARA, dan penggunaan hoax.

"Melaksanakan kampanye pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, politisasi SARA dan politik uang. Ketiga, melaksanakan kampanye, berdasarkan peraturan UU yang berlaku," sebut Arief.

Arief mengatakan kampanye akan dimulai 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Sementara, pemilih bisa menentukan pilihannya di pemilu pada 19 April 2019.

"KPU berharap pemilih dapat menggunakan pada hari Rabu pada 19 April 2019," jelas Arief.

Usai membacakan deklarasi, peserta pemilu melepaskan merpati sebagai lambang pemilu yang damai. Hal tersebut juga diikuti Ketua Umum partai politik dan calon anggota DPD.

 

Berikut teks deklarasi kampanye damai selengkapnya:

Deklarasi kampanye damai pemilu tahun 2019

Kami peserta Pemilu tahun 2019, berjanji:

Satu, mewujudkan Pemilu yang langsung, umum bebas, rahasia, jujur dan adil.

Dua, melaksanakan kampanye pemilu yang aman tertib, damai, berintegritas, tanpa hoax, politisasi SARA, dan politik uang.

Tiga, melaksanakan kampanye berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jakarta, 23 septermber 2018.

 

Atribut Partai

Ada insiden menarik di rangkaian acara deklarasi kampanye damai tersebut, yang membuat Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan acara, bahkan sebelum acara dimulai. Salah satu penyebabnya bertebarannya atribut parpol di area deklarasi kampanye damai.

Menanggapi itu, KPU mengatakan bendera parpol yang ada di area kampanye damai disediakan KPU.

Komisioner KPU Hasyim Asyari mengatakan, memang terdapat kesepakatan tidak boleh membawa atribut partai di area deklarasi kampanye damai. Menurutnya, hanya dapat membawa bendera partai yang disediakan KPU.

"Jadi untuk deklarasi kampanye damai itu ada kesepakatan antarpeserta pemilu bahwa di area lokasi yang disediakan KPU itu tidak diperbolehkan menggunakan atribut partai. Sehingga kemudian yang digunakan adalah atribut-atribut baju adat daerah, kemudian bendera partai pun bendera yang disiapkan oleh KPU," ujar Hasyim.

Jika di luar arena deklarasi ditemukan atribut, menurutnya bukan disediakan oleh KPU. Atribut parpol di luar area disebut Hasyim dibawa oleh parpol dan pendukung capres.

"Begitu keluar dari arena deklarasi, kalau misalkan ada partai politik atau kelompok masyarakat pendukung pasalon capres dan cawapres, itu di luar area yang ditentukan tadi," sambungnya.

Hasyim mengatakan atribut yang terdapat di luar area deklarasi kampanye damai tidak dipermasalahkan.

"Enggak jadi masalah, karena ada juga masyarakat yang pada pakai bendera dan kaos tagar hastag 2019GantiPresiden ada tadi di luar," kata Hasyim.

Sebelumnya, SBY meninggalkan lapangan Monas saat acara deklarasi kampanye. SBY bersama Ani Yudhoyono, dan kedua putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Edhie Baskoro Yudhoyono meninggalkan acara lima menit setelah pembukaan. Mereka protes karena diteriaki dan ada atribut parpol di acara kampanye damai tersebut. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>