Mahfud MD dkk Deklarasi #2019PilpresCeria

Selasa, 18 September 2018  19:04

Mahfud MD dkk Deklarasi #2019PilpresCeria

Gus Ipul, Mahfud MD, Yusuf Mansur dan Faisal Basri di Deklarasi #2019PilpresCeria

SURABAYA (BM) – Mahfud MD dan sejumlah tokoh nasional berkumpul untuk melakukan deklarasi #2019PilpresCeria. Harapannya, menjelang pemilihan presiden masyarakat Indonesia menjalaninya dengan penuh ceria tanpa pertengkaran. Acara ini dikemas dalam acara seminar ‘PilpresCeria 2019’ di Hotel Graden Palace Surabaya, Senin (17/9).

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya, Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Syaifullah Yusuf, Politisi dan Akademisi  Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U, Ulama dan Pengusaha Yusuf Mansur dan Ekonom dan Politikus Faisal Basri.

Dalam diskusi ini, Mahfud mengatakan keresahan yang timbul di masyarakat adalah akar dari dimunculkannya gerakan ini. "Saya, Gus Ipul, Yusuf Mansur, Faisal Basri dan beberapa kawan-kawan melihat ketegangan-ketegangan menjelang Pilpres ini sekarang sudah agak terlalu panas. Sudah saling menyalahkan, persaudaraan sudah hilang, sehingga kami membentuk suatu gerakan-gerakan 2019PilpresCeria," kata Mahfud.

Padahal bagi Mahfud, di tahun 2019 nanti bukan waktunya lagi untuk menjalani tahun politik dengan penuh perpecahan hingga memecah belah bangsa, namun harus dijalani dengan kegembiraan menantikan sosok pemimpin baru.

"Karena tahun 2019 itu bukan pemilu yang bikin perpecahan, bukan pemilu yang saling tuding memecah belah bangsa dan menginjak nilai-nilai kemanusiaan. Tapi kita lakukan pemilu ini dengan cerdas dan penuh kegembiraan karena mau punya pemimpin," paparnya.

Mahfud juga mengajak masyarakat untuk pandai-pandai memilih pemimpin dan sesuai dengan hati nurani. Jika ada pemimpin yang baik, ia menyarankan untuk memilih pemimpin yang lebih baik. Akan tetapi jika pilihan yang ada sama-sama memiliki akhlak yang buruk, maka sebaiknya memilih pemimpin yang keburukannya hanya sedikit.

"Prabowo dan Jokowi itu sudah memenuhi syarat konstitusional. Tinggal rakyat yang memilih berdasar neracanya masing-masing mana yang dianggap cocok untuk memimpin Indonesia," katanya.

Namun ditegaskan Mahfud, jangan sampai pilihan calon pemimpin yang berbeda harus memicu perpecahan bangsa. "Mari kita kalkulasi pemimpin secara benar. Yang manapun itu terserah tetapi jangan menimbulkan perpecahan, jangan mengorbankan kelangsungan negara," pesannya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau yang lebih akrab disapa Gus Ipul mengajak masyarakat untuk menghargai pilihan orang lain, tetapi di sisi lain tidak membiarkan provokasi-provokasi bertebaran di masyarakat.

"Mari kita menghargai pilihan masing-masing dengan cara yang baik, jadi mari kita kedepankan pilpres yang memberikan kesempatan kepada masyarakat bisa berpikir jernih, tidak mengembangkan provokasi-provokasi," tandasnya secara terpisah.

Gus Ipul berharap gerakan #2019PilpresCeria ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menanti ajang pesat demokrasi dengan melakukan kebaikan.

"Mudah-mudahan ini menjadi salah satu upaya kita, untuk memanfaatkan waktu yang ada ini dengan kebaikan-kebaikan," harapnya.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan kaos dan topi bertuliskan tagar 2019PilpresCeria secara simbolik kepada setiap tokoh yang hadir.

 

Ada di Tengah

Yusuf Mansur mengaku ingin berada di gerakan tengah. Yakni membangun silaturahmi pada kedua belah pihak. Dia juga ingin gerakan tengah ini bisa mendamaikan dua kubu yang sempat panas.

"Izinkan kami ada di tengah. Kemarin saya sudah coba mencontohkan pingin membangun silaturahim kepada kedua belah pihak bahwa siapapun bisa berteman," ujarnya saat menghadiri seminar dan launching tagar 2019PilpresCeria di Surabaya, Senin (17/9/2018)

Saat ditanya terkait tawaran menjadi tim sukses Jokowi-Ma'ruf, Yusuf Mansur kembali mengaku lebih nyaman berada di tengah.

"Saya ini berada di tengah supaya bisa ke kanan dan bisa ke kiri. Saya bisa berkomunikasi dengan kanan dan bisa berkomunikasi dengan kiri. Bisa memberi masukan nasihat ke kanan dan ke kiri," imbuhnya.

Tak hanya itu, Yusuf Mansur menegaskan jika gerakan tengah ini bukan berarti plin-plan atau tak punya pilihan. Menurutnya, menjadi penengah bisa meredam keributan yang rawan terjadi di masyarakat menjelang Pilpres.

"Bukan berarti saya plin-plan, bukan tidak punya pilihan. Kan berada di tengah juga sebuah pilihan. Insyaallah lah mudah-mudahan bangsa ini akan tambah dewasa. Siapa juga yang mau terus-teruan ribut pasti gak ada," lanjutnya.

Sementara itu, Yusuf Mansur menilai gerakan tagar 2019PilpresCeria ini cukup menarik. Terlebih bisa pula memengaruhi tindakan lantaran baginya ucapan selalu memengaruhi pikiran dan berujung pada tindakan.

"Saya menarik nih, pengennya seneng. Jadi tagar 2019pilpresceria itu dahsyat karena kalimat nanti akan memengaruhi tindakan, toh, ucapan akan memengaruhi pikiran juga. Kalau kita bilang kacau oh ini kacau, ketika ngomong ceria ya kita ceria," pungkasnya.

Dalam presentasinya, Faisal Basri mengemukan pengaruh perekonomian Indonesia dengan pemilu 2019. “Saya tidak memihak siapapun. Bahkan pendapat tentang kemungkinan Indonesia bubar di tahun 2030 juga relatif kecil karena garis perselesihan di Indonesia juga relatif menurun dan berkurang.”

Drs Syaifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul juga mengharapkan pemilihan presiden dengan baik, damai dan ceria. Setiap orang bisa beda pendapat tapi hendaknya tidak saling hujat. “Kita bisa punya pilihan tapi tidak harus mencaci maki,” terangnya. (era/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>