Megawati Deklarasikan Jokowi Capres 2019

Rabu, 25 Februari 2018  18:08

Megawati Deklarasikan Jokowi Capres 2019

Megawati di acara Rakernas III PDIP, yang berlangsung di Denpasar, di Bali.

Denpasar (BM) - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri secara resmi menutup Rakernas III PDIP, Minggu (25/2).  "Dengan mengucap bismillahirohmanirrohim dan alhamdulillah Rakernas III PDI Perjuangan resmi ditutup," kata Megawati sambil mengetok palu di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Minggu (25/2/2018).

Saat penutupan itu, ia membacakan satu rekomendasi untuk dilaksanakan seluruh kader PDIP. Takni, perintah pemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres pada 2019. Megawati meminta para kader PDIP dimanapun berada untuk melaksanakan rekomendasi Rakernas.

"Tiga hari kita berdiskusi menyampaikan usul dan saran hingga akhirnya kita bisa menyimpulkan dan membuat satu rekomendasi untuk eksternal yang artinya juga untuk kita sendiri dan internal tadi sudah dibacakan," ujar Megawati.

"Hanya satu tapi merangkum semua yang akan kita lakukan menuju kemenangan di 2019. Bunyinya, rapat kerja nasional ke 3 PDI Perjuangan merekomendasikan kepada semua anggota dan kader PDI Perjuangan dimanapun berada bersama rakyat untuk mengamankan, menjaga, dan mensukseskan keputusan ketua umum dengan mencalonkan kembali bapak Ir Joko Widodo sebagai calon presiden Republik Indonesia periode 2019-2024," ucap Megawati.

Ia berterima kasih pada seluruh kader yang hadir dalam Rakernas. Megawati berpesan pada para peserta Rakernas untuk menyebarkan rekomendasi tersebut saat pulang ke daerah masing-masing.

"Semoga Allah yang Maha Kuasa memberikan rahmat bagi kita, bangsa dan negara untuk mencapai kemenangan. Terima kasih, pulang ke daerah masing-masing dan sebarkan rekomendasi ini," jelas Megawati.

Usai Membacakan rekomendasi, Megawati meneriakkan 'metal' yang disambut riuh peserta Rakernas. Megawati bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, kedua anaknya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani kemudian ikut melambaikan tangan saat ada lagu yang dinyanyikan usai pembacaan rekomendasi.

 

Cawapres

Terpisah, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya memprediksikan, bahwa partai besar maupun menengah, seperti Golkar, PDIP akan mencalonkan kadernya menjadi pendamping Jokowi. "Hal yang menarik yang akan terjadi nantinya, adalah ketika partai pendukungnya berusaha memperebutkan posisi di samping Jokowi," kata Yunarto, Jakarta, Minggu (25/2).

Karena persoalan cawapres ini, menurut Yunarto, PKB belum akan memutuskan capres yang akan mereka usung. Hal ini, kata dia, karena PKB telah mendeklarasikan ketua umum mereka, Muhaimin Iskandar sebagai cawapres di Pilpres 2019.

"PKB, menurut saya belum memutuskan hinga bulan Juni nanti pencalonannya, mungkin untuk menaikkan bargain position (posisi tawar) terkait dengan posisi cawapres. Karena kita tahu bahwa ketua umumnya kan sudah dari jauh-jauh hari mendeklarasikan dirinya menjadi cawapres," tambah Yunarto.

 

Puan Maharani

Seperti diketahui Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani masuk bursa cawapres untuk Jokowi yang telah ditetapkan sebagai capres PDIP. Puan menyatakan belum ada pembicaraan ke arah itu.

"No comment kalau soal itu. Belum ada pembicaraan langsung ke situ," kata Puan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Minggu (25/2/2018).

Puan juga tak menjawab secara lugas saat ditanya apakah dia punya niat menjadi cawapres bagi Jokowi. Menurutnya penentuan cawapres merupakan hak prerogatif Megawati.

"Loh ini bukan niat. Ini masalahnya adalah untuk kepentingan nasional. Jadi ya tentu saja nanti kalau di PDIP itu ibu ketua umum yang punya prerogatif dengan pertimbangan yang matang yang kemudian menentukan siapa yang akan diusulkan. Ya, tentu saja setelah komunikasi politik dengan capres dan mungkin juga dengan partai pendukung lainnya," ucapnya.

Nama Puan muncul dalam bursa cawapres untuk Jokowi dalam survei yang dilakukan pada Desember 2017 lalu oleh Poltracking dan PolMark.

 

Jokowi-Prabowo

Menko PMK Puan Maharani mengatakan, tidak menutup kemungkinan duet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto pada pilpres 2019. Menurutnya tak ada yang tidak mungkin dalam politik.

"Mungkin saja. Di politik itu nggak ada yang nggak mungkin. Sangat dinamis politik itu," kata Puan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar, Bali, Minggu (25/2/2018).

Selain soal duet Jokowi-Prabowo, Puan juga memungkinkan duet Jokowi-Jusuf Kalla (JK) kembali terjadi. Meski demikian, Puan menyadari UUD 1945 membatasi masa jabatan wakil presiden hanya sebanyak 2 periode.

"Ya ini kan juga menjadi satu kajian," ujar Puan.

Puan membenarkan ada pembahasan soal cawapres secara terbatas. Namun, belum ada nama yang diputuskan.

"Internal terbatas, kemudian kita juga bicara kan. Kan nggak mungkin kan politik itu tidak bicara sampai masalah cawapres," jelasnya. (det/rep/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>