Mengejutkan! INES: Prabowo Ungguli Jokowi

Minggu, 06 Mei 2018  18:41

Mengejutkan! INES: Prabowo Ungguli Jokowi

JAKARTA (BM) - Petahana Presiden Joko Widodo berpeluang besar kembali bertemu atau rematch dengan Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Demikian temuan hasil survei Indonesia Network Election Survei (Ines) yang dirilis Minggu (6/5).

Direktur Ines, Oskar Vitrianto menyebutkan, dengan mengajukan pertanyaan terbuka atau top of mind, diperoleh Prabowo mampu mengungguli Jokowi jika Pilpres digelar pada saat survei tersebut.

"Dalam pertanyaan terbuka, jawaban responden kami 50,2 persen memilih Prabowo Subianto sebagai presiden 2019," ujarnya dalam konferensi pers hasil survei Ines di Mess Aceh, Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara, lanjut Oskar, Jokowi sebagai petahana hanya memperoleh 27,7 persen responden. Adapun tokoh lain yang diminati untuk dijadikan presiden adalah mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmatyo dengan angka 7,4 persen.

"Ini top of mind, dengan pertanyaan jika pemilu dilakukan hari ini siapa presiden yang akan dipilih? Prabowo unggul 50,20%, Jokowi 27,70%, Gatot Nurmantyo 7,40%, dan tokoh lain 14,70%," ujar Direktur Oskar.

Sementara menggunakan pertanyaan tertutup, Prabowo masih tetap unggul dengan perolehan suara di atas 54,50%. Sementara Jokowi mendapatkan 26,10%, Gatot Nurmantyo 9,10%, dan tokoh lain 10,30%.

"Tingkat kepercayaan publik kepada Prabowo semakin meningkat," katanya.

Untuk partai politik, Gerindra mendapatkan suara terbanyak dengan angka 26,2 persen disusul PDIP (14,3 persen), Golkar (8,2 persen), PKS (7,1 persen), Perindo (5,8 persen), PKB (5,7 persen), PAN (5,8 persen) , Demokrat (4,6 persen), PPP (3,1 persen), Nasdem (3,1 persen), Hanura (2,3 persen), PBB (2,1 persen), PKPI (0,9 persen),Berkarya (0,7 persen), Garuda (0,4 persen) dan PSI (0,1 persen).

Hadir sebagai narasumber Ketua Bidang Media dan Komunikasi Massa Perindo Arya Sinulingga, Pengamat Politik Syahganda Nainggolan, Aktivis 1998 Haris Rusli Moti, Kepemimpinan Spiritual Indonesia Eko Sriyanto Galgendu, dan ekonom Salamudin Daeng. Sementara Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono, dan Politikus PDIP Effendi Simbolon yang dijadwalkan hadir belum tiba di lokasi.

Survei yang dilakukan Ines ini melibatkan 2.180 responden dari 408 kabupaten/kota di 33 propinsi dalam periode 12-28 April 2018.

Survei dengan metode multistage random sampling ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error plus minus 2,1 persen.

 

Presiden Baru

Hasil survei juga menyatakan, 67,3 persen responden ingin lahir presiden baru di 2019. "Dari 2.180 responden adalah 67,3 persen responden menginginkan presiden baru pada 2019. 21,3 Persen responden menjawab dilanjutkan kepemimpinan sekarang dan sisanya sebesar 11,4 persen menjawab tidak tahu," kata Direktur Eksekutif INES Widodo Tri Sektianto, di Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (6/5).

"Penelitian ini menggunakan instrumen data berupa angket. Angket dibuat berdasarkan kebutuhan data yang akan dieksplorasi dalam penelitian angket ini bersifat terbuka dan tertutup. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka, survei dilakukan pada 12 hingga 28 April 2018," ujarnya.

Metode penarikan sample itu teknik dengan acak, yang diambil dari individu-individu berbagai jenis kelamin, usia, pendidikan, dan juga berbagai macam profesi. Di mana ada 47,9 persen pria, 53,1 persen perempuan.

"Dari responden hanya 19,5 persen menyatakan janji Jokowi-JK dipenuhi. Sedangkan sebanyak 68,2 persen mengatakan Jokowi tidak menepati janji. Sisanya 12,3 persen tidak menjawab," pungkasnya.

 

Tanggapan PDIP

Menanggapi hasil survei itu, PDIP menyebut saat ini banyak lembaga survei bayaran. "Soalnya sekarang bermunculan lembaga survei amatiran, memanfaatkan industri demokrasi yang sedang bersemi, menggunakan slogan yang super pragmatis: maju tak gentar membela yang bayar," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno, kepada wartawan, Minggu (6/5/2018).

Hendrawan meminta agar INES terang-terangan membeberkan afiliasinya dengan bakal capres tertentu. Ia juga meminta penjelasan lebih lanjut soal metode survei yang digunakan INES dalam menentukan elektabilitas bakal calon presiden 2019.

"Kalau kami bisa diyakinkan dengan metodologi yang digunakan, kejelasan afiliasi lembaga tersebut dengan bacalon presiden, reputasi para penelitinya, baru kami akan usulkan ke MURI untuk dapat predikat kira-kira sebagai 'Lembaga Survei dengan Hasil yang Paling Mengejutkan'," ujar Hendrawan.

 

Tak Ada Pesanan

INES menepis survei tersebut merupakan hasil pesanan. Mereka menegaskan bahwa lembaga surveinya merupakan lembaga yang kredibel.

"Yang pertama kami bisa menunjukkan kredibilitas INES pada Pilkada DKI Jakarta 2017 INES menyampaikan hasil survei dengan tepat. Dengan quick count KPU berapa jumlah persentase suara Anies-Sandi di compare dengan Ahok-Djarot. Dan survei daripada INES bukan hanya hari ini tetapi sudah berpengalaman baik di pilpres maupun pilkada," kata Direktur INES Oskar Vitriano, dalam paparannya, di Mess Aceh Amazing Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/5/2018).

Oskar juga menjelaskan sumber pendanaan lembaga surveinya. Dia menekankan, lembaga surveinya secara independen mencari dana untuk penelitian tersebut.

"Kami sudah terdaftar di Kemenkumham, bisa lihat SK-nya. Kami juga melakukan usaha untuk mendapatkan donor dari masyarakat dari lembaga-lembaga donor untuk melakukan penelitian secara akademis dengan memperhatikan metodologi-metodologi survei yang sudah diakui," tutur Oskar.

Oskar mengatakan, anjloknya elektabilitas Jokowi karena masyarakat tidak puasnya terhadap kinerja pemerintah. Misalnya, terhadap nilai mata uang rupiah yang terus merosot, tenaga kerja asing (TKA) yang dinilai menyerobot pekerjaan warga negara Indonesia (WNI), hingga permasalahan infrastruktur.

"Artinya ada hubungan yang positif antara hubungan ketidakpercayaan masyarakat dengan elektabilitas Prabowo. Jadi ketidakpercayaan terhadap pemerintah turun maka suaranya itu lari ke capres yang lain yaitu Prabowo," ujarnya. (mer/rmo/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>