Pasangan Gus Ipul dari NU, Segera Diumumkan

Senin, 08 Oktober 2017  17:46

Pasangan Gus Ipul dari NU, Segera Diumumkan

Gus Ipul dan Halim Iskandar di Bangkalan, Madura

Surabaya (BM) - Wakil Ketua Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Anwar Iskandar mengungkapkan, bahwa pasangan calon Gubernur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018 berasal dari NU, dan akan segera diumumkan.

"Tunggu 15 Oktober ini, pasangannya akan diumumkan oleh partai politik yang mengusungnya," katanya di Surabaya, Minggu (8/10/2017).

Menurut dia, figur yang akan mendampingi Gus Ipul itu berasal dari kalangan NU. "Syukurlah, pasangannya nanti juga orang NU. Jadi, Cagub dan Cawagubnya dari NU. Insya Allah Jatim ke depan bisa semakin maju dan kepedulian terhadap madrasah diniyah semakin nyata," ucapnya.

Namun, Gus War sapaan akrabnya itu belum bersedia menyampaikan partai politik mana yang akan mengusung Gus Ipul selain PKB. Akan tetapi, dari surat yang beredar, PDI Perjuangan pada tanggal yang sama akan mengumumkan serta deklarasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.

Nama Gus Ipul menjadi kandidat terkuat untuk diusung oleh PDI Perjuangan pada Pilkada yang diselenggarakan 27 Juni 2018, bahkan pengurus pusat partai besutan Megawati Soekarnoputri itu telah mendatangi sejumlah kiyai untuk meminta masukan nama kandidat.

"Kami masih belum mengetahui siapa nama pasangan yang akan diumumkan karena menjadi kewenangan tingkat DPP," kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ketika dikonfirmasi terpisah mengaku belum mengetahui kepastian pengumuman pasangan calon dari PDI Perjuangan. Namun, ia mengaku akan menghormati segala keputusan partai.

"Keputusan ada di internal partai politik dan apapun hasilnya, saya menghargainya," kata salah seorang Ketua PBNU.

 

Dukungan Gus Ipul

Sementara itu, sebanyak 4444 bu Nyai yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur menyatakan dukungan untuk Gus Ipul. Pernyataan itu disampaikan saat menggelar halaqoh dan mubakighoh, Sabtu (7/10) di Pondok Pesantren Syaichona Moch Cholil Demang Barat Bangkalan.

Mereka datang dari beberapa kota seperti Pasuruan, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Kediri, Madiun dan sebagainya. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Ketua PKB Jatim yang juga Ketua DPRD Jatim  Abdul Halim Iskandar, M.Pd

“Mudah-mudahan apa yang kita perjuangkan hari ini betul-betul kemudahan dan keberhasilan oleh Allah SWT. Dan kita punya gubernur yang asli kader NU,” ungkap Halim dalam sambutannya.

Halim juga menceritakan tentang kisah mula, Gubernur Jawa yang diusung partai kebangkitan bangsa (PKB). “Sebagai mana dimaklumi, bahwa PKB ini bisa berangkat sendiri. Awalnya saya sebagai Ketua PKB Jatim mempersiapkan diri untuk maju jadi calon Gubernur 2018. Dalam perjalanan, alhamdulillah suatu hari saya menerima surat kyai sepuh-sepuh yang ditujukan ke saya. Karena isinya surat kompak, bersatu untuk mendukung sebagai calon gubernur. Karena di NU ada kebiasaan yang harus dilalui yaitu melalui klarifikasi ke para Kyai. Ternyata yang dimaksud kyai kompak yaitu saya harus bersatu dengan Gus Ipul (Drs Saifullah Yusuf).”

Lanjut Halim karena perintah tersebut benar maka Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar langsung memerintahkan Gubernur  yang diusung PKB  adalah Gus Ipul. Bukan Halim Iskandar. Ada beberapa alasan para kyai dalam memilih Gus Ipul.

“Pertama momentum hari ini, kalaukita tidak bersatu maka dikhawatirkan Gubernur Jatim tidak akan dipegang kader NU. Padahal ini adalah momentum yang tepat. Karena itu, beliau mengatakan agar saya tetap di legislatif dan gus ipul di eksekutif,” katanya.

Selain itu, Gus ipul juga dianggap sebagai pribadi yang sabar termasuk dalam melayani Gubernur Jawa Timur. Gus Ipul memilikikesabaran yg luar biasayang dijalani selama 10 thn. Alasan lain yaitu agar NU di Jawa Timur lebih jelas dan harus jadi potret NU.

Sementara itu, Gus Ipul mengatakan bahwa tidak menyangka para bu nyai dari Jawa Timur berkumpul dan ikrar untuk memberikan dukungan.

“Di luar dugaan dan bayangan, para bu Nyai se-Jawa Timur berkumpul dan memberikan ikrar. Mereka berkumpul di pondok pesantren ini, dimana ini tempat berdirinya atau mondoknya para pendiri NU. Kemudian menyatakan tekat untuk turut membantu para ulama atau kyai. Kalaumemang memberikan dukungan kepada saya, ini semua karena rasa hormat pada ulama,” terang Gus Ipul.

Pria ramah ini juga mengatakan bahwa para bu Nyai yang hadir bukan orang sembarangan. Mereka adalah para undangan. “Dan ada hal yang membuat saya berbesar hati dan kita akan tindak lanjuti dukungan pada bu nyi ini ke level-level berikutnya.”

Lanjut Gus Ipul, para Bu Nyai dan Kyai pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Syaichona Moch Cholil ini. Dan mereka tidak pernah membeda-bedakan pondok pesantren besar dan kecil.

Sementara itu, ketika ditanya tentang nama calon wakil gubernur, Gus Ipul mengatakan bahwa semuanya akan disampaikan pada saat yang tepat.

“Kita sudah sampai tahap finalisasi atau tahap menentukan wakil calon gubernurnya. Saya belum bisa beritau sekarang, tetapi dalam waktu tidak terlalu lama publik akan tau,” pungkasnya. (era/ini/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>