Pasangan Khofifah Mengerucut 2 Nama

Kamis, 05 November 2017  17:27

Pasangan Khofifah Mengerucut 2 Nama

Khofifah Indar Parawansa

Surabaya (BM) – Masyarakat tengah menunggu, siapa bakal calon pasangan Khofifah Indar Parawansa yang maju Cagub Jatim. Informasi terkini, nama itu telah mengerucut pada dua nama. Pertengahan November bakal diputuskan dan langsung deklarasi.

Dua nama yang telah digodog Tim 17 yang terdiri kiai dan bu nyai itu akan segera diserahkan kepada partai koalisi pengusung Khofifah. "Hasilnya sudah signifikan. Ada dua nama tapi tidak boleh disebutkan namanya," ujar juru bicara Tim 17 KH Asep Saifuddin Chalim, kepada wartawan usai rapat tertutup bersama Khofifah di kediamannya di Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Minggu (5/11/2017).

Kiai Asep menambahkan, dari dua nama tersebut dibawa ke partai koalisi pengusung Khofifah untuk kemudian diputuskan satu nama yang berhak mendampingi Khofifah.

"Insyaallah minggu depan atau belum seminggu Insyaallah sudah diputuskan satu nama diusung bersama-sama," jelasnya.

Ditanya, apakah dua nama itu adalah Ipong Muchlisoni (Bupati Ponorogo) dan Emil Dardak (Bupati Trenggalek)? Kiai Asep masih merahasiakannya.

"Ya bisa birokrat, bisa politisi," jawab dia.

Dalam rapat tersebut, nampak hadir KH Salahuddin Wahid, Nyai Lili Wahid, Nyai Masruro dari Probolinggo, KH Suyuti dari Banyuwangi dan kiai serta nyai lainnya yang tergabung bersama 17 orang. Asep menambahkan sosok tersebut diyakini cocok mendampingi Khofifah.

"Kriterianya bisa mendampingi Bu Khofifah," ujar Asep.

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah ini optimistis bacawagub tersebut dapat mendulang suara di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang. "Mereka Insyaallah akan menambah dulangan suara," ujarnya.

Tim 17 bersama Khofifah saat rapat tadi, juga membeberkan rekam jejaknya kedua nama bacawagub.

"Tadi sudah membentangkan tentang rekam jejaknya dan seterusnya. Tinggal satu langkah lagi pasti segera yaitu dimintakan kepada partai pengusung untuk disepakati satu nama dan itu didukung oleh seluruh partai pengusung," jelasnya lagi.

Bagi Asep, Khofifah tentunya harus cocok dan senang dengan mungerucutnya 2 nama yang sudah dikantongi. Khofifah disebut sudah sreg dengan dua nama yang disodorkan untuk mendampinginya.

"Bu Khofifah senang dengan kedua-duanya. Artinya bisa bekerja sama dengan dua-duanya," ungkapnya.

Kyai Asep menyakini dua nama tersebut dapat diterima Partai Demokrat yang selama ini merasa jumlah kursinya terbanyak dan merasa wakil adalah jatahnya. Dirinya sudah berulang kali menyampaikan bahwa, ada sinar yang tengah menyingsing bagi masyarakat Jawa Timur untuk terwujudnya Jawa Timur yang adil dan makmur.

"Dan itu akan bisa dipahami seluruh partai, termasuk Demokrat. Insyaallah ada jalan keluarnya," jelasnya.

Rapat finalisasi kepastian pendamping Khofifah akan digelar bersama Tim 17, seluruh parpol koalisi digelar pada minggu depan.

"Insyaallah sekitar pertengahan November ini sudah dideklarasikan," tutupnya.

 

Menghadap Presiden

Khofifah masih menunggu hasil musyawarah para kiai untuk menentukan bakal calon pendampingnya dalam ajang Pilgub. "Nanti sampeyan tanya siapa wakilnya. Mohon bersabar, karena masih ada musyawarah para kiai. Setelah itu dengan partai pengusung. Mohon doa restunya semoga lancar, diberikan kemudahan. Diberikan kemenangan, manfaat dan barokah," jelas Khofifah di acara istigasah kubro di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/11/2017).

Khofifah menegaskan sudah mantap maju sebagai calon gubernur Jatim. Dia meminta semua pendukungnya ikut menyosialisasikan ke masyarakat.

"Saya sampaikan bahwa Insyaallah saya siap maju Pilgub Jatim Juni 2018," ujarnya.

"Pertanyaan-pertanyaan mereka sudah terjawab sebagian. Pertanyaan selanjutnya siapa wakilnya (cawagub)," sambungnya.

Khofifah menerangkan, nama-nama bakal cawagub sudah menjalani proses survei dan akan dipertimbangkan oleh para kiai dari tim 17. Setelah mengerucut ke 2 sampai 3 nama, Khofifah akan membahas nama yang direkomendasi kiai dan bu nyai itu bersama partai pengusung.

"Saya tidak bisa mengatakan (nama-nama itu) sekarang karena masih proses. Saya rasa selesai rekomendasi kiai, saya akan menyampaikan dan memusyawarahkan, mengonsultasikan sampai pada pengambilan keputusan bersama seluruh partai pengusung," terangnya.

Khofifah bersama kiai dan bu nyai sedang mendiskusikan tentang siapakah bacawagub yang direkomendasi oleh Tim 17. Rapat tersebut digelar pada sore ini di kediaman Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah di Siwalankerto, Surabaya.

"Saya sudah mendengarkan presentasi dari tim survei. Tinggal siang ini saya melapor kepada forum kiai bu nyai. Setelah itu rekomendasi nama-nama dari kiai saya mengonsultasikan dan memusyawarahkan dengan partai pengusung," pungkasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim mendoakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi Gubernur Jawa Timur. Dia berharap Khofifah bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Insyallah akan terang-benderang. Kalau Bu Khofifah jadi gubernur insyaallah menjadi adil dan makmur. Karena apa, beliau selalu jujur, benar dan bisa dipercaya. Beliau pidatonya lugas, mudah dimengerti, membawa gagasan, membawa wawasan, ini kan cerdas, ini kan pandai menyampaikan sesuatu," kata KH Asep Saifuddin Chalim kepada wartawan usai acara Istighosah Kubro di Ponpes Amanatul Ummah, Siwalankerto, Woncolo, Surabaya, Minggu (5/11/2017).

Dia kemudian memberikan 'amalan' Hizb al Nashar, kepada Muslimat NU serta pendukung calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Agar orang-orang yang berbuat dzalim ke Khofifah akan mendapatkan balasan-Nya.

"Kita mendoakan kepada para KPU dan petugas Pilkada semuanya diberikan hidayah dan limpahan kasih sayang oleh Allah SWT. Hidupnya bahagia sejahtera. Tapi mereka juga diberi warning, jangan seperti yang dulu-dulu melakukan pelanggaran. Mereka dihadang pakai Hizb Nashar," ujar dia.

KH Asep mengatakan, amalan Hizb Nashar artinya panjang. Amalan atau ijazah Hizb Nashar ini akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.

"Kalau mereka melakukan rekadaya, Allah yang akan membalas rekadaya mereka. Kalau mereka melakukan jebakan-jebakan. Allah yang meletakkan jebakan itu diatas lehernya. Begitu artinya antara lain. Panjang lah artinya. Jangan sampai mereka yang dzalim itu tidak menanggung akibat," jelasnya.

Ia menambahkan, cagub Khofifah Indar Parawansa harus dikawal juga dengan doa-doa dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 mendatang.

"Nanti semua di Jawa Timur dikumandangkan ijazahnya akan doa-doa ini. Sebab, barang siapa yang bertawakal kepada Allah, berupaya keras, berdoa maksimal, menjadi jaminan Allah. Dan Allah pasti mewujudkan janjinya memberikan keberhasilan kepada yang bertawakal kepada Allah, berupaya keras dan berdoa maksimal," tegasnya.

KH Asep yang masuk dalam kiai Tim 17 ini mengatakan, upaya yang dilakukan itu untuk bertujuan menjadikan Indonesia yang adil dan makmur.

"Kita punya tanggungjawab semuanya untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Kita mulai dari Jawa Timur dan nantinya akan dilakukan seluruh provinsi-provinsi lainnya," tandasnya.

KH Asep Saifuddin Chalim juga membacakan Maklumat Siwalankerto. Maklumat tersebut isinya, mengajak kepada masyarakat Indonesia dan Jawa Timur, bertanggungjawab mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang adil dan makmur.

"Maklumat Siwalankerto ini mengajak masyarakat Jawa Timur dan Indonesia, untuk memahami dan memiliki tanggungjawab sesuai kapasitasnya masing-masing, mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang adil dan makmur," ujarnya.

 

Restu Muslimat NU

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta restu ke Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), untuk memantapkan diri maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur di Pilkada Serentak 2018 mendatang. Khofifah mengaku sering ditanyai niatannya itu oleh pengurus Muslimat NU.

Saat memberikan sambutan di acara istighosah kubro di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Minggu (5/11/2017), Khofifah menerangkan, bahwa ada pengurus Muslimat yang menanyakan ke dirinya, tentang keseriusannya maju nyagub Jatim.

"Bu Khofifah, ranting-ranting iki podo takon (ranting-ranting ini semua menanyakan). Ancab podo takon. (anak cabang semua menanyakan). Kulo saestu tangglet maju nopo mboten. (Saya serius maju atau tidak). Jawabannya dos pundi. (Jawabannya bagaimana)," ujar Khofifah.

Khofifah pun melemparkan kembali jawabannya ke hadirin dari Muslimat NU. Ia menanyakan jawaban ke muslimat di sisi kiri, kanan dan depan panggung istighosah.

"Bu jawabane dos pundi," tanya Khofifah yang dijawab serempak hadiri dengan "Maju...".

Jawaban maju juga disampaikan muslimat yang ada di sisi depan dan kiri panggung. "Maju," jawab hadirin.

"Njenengan seng dawuh nggih bu. (anda yang mengatakannya ya bu)," kata Khofifah,

Mensos asal Surabaya ini mengucapkan terima kasih kepada para Muslimat NU.

"Jawaban anda semuanya sama dengan jawaban para kiai dan para bu nyai," ujarnya.

Ada pula yang menanyai dirinya mengapa masih ingin jadi cagub meski sudah menjadi Menteri Sosial. Tetapi bagi Khofifah, ini adalah bagian dari perjuangan.

"Dalem pingin matur ke penjenangan (Saya ingin menyampaikan ke anda semua). Kalau Gus Dur pernah dawuh, orang hidup itu harus berani berjuang. Setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan. Dan setiap pengorbanan besar pahalanya. Itu menurut Gus Dur," paparnya.

Khofifah juga meminta restu ke Muslimat NU, untuk maju Pilgub Jatim 2018 mendatang.

"Saya mohon pangestu (restu). Saya minta pangestu Muslimat Nu Surabaya. Ternyata kita berjuang kembali. Dan ingat pesan Gus Dur, orang hidup itu harus berani berjuang. Setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan. Dan setiap pengorbanan besar pahalanya," tuturnya.

"Insyallah saya ikut proses Pemilihan Gubernur Jawa Timur yang akan dilaksanakan Juni 2018 akan datang," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PP Muslimat NU itu menyampaikan, agar muslimat dan masyarakat lainnya, untuk tetap bersabar tentang siapa calon wakil gubernur yang akan mendampinginya.

"Nanti sampeyan tanya siapa wakilnya. Mohon bersabar, karena masih ada musyawarah para kiai. Setelah itu dengan partai pengusung. Mohon doa restunya semoga lancar, diberikan kemudahan. Diberikan kemenangan, manfaat dan barokah," ujarnya.

"Saya mohon para kiai dan bu nyai. Mudah-mudahan majelis ini menyatukan seluruh gerakan dan langkah sikap kita, untuk kepentingan Jawa Timur akan datang. Jadi kalau ditanya keluarga, suami dan tetangga, jan jane maju opo ora (maju atau tidak), jawabannya maju," jelasnya. (det/ssn/mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>