PDIP Jaring 6 Kandidat, termasuk Bupati Anas

Kamis, 15 Juni 2017  19:50

PDIP Jaring 6 Kandidat, termasuk Bupati Anas

GUS IPUL & AZWAR ANAS

Pengambilan formulir pendaftaran calon gubernur-wakil gubernur pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 di DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan provinsi setempat telah berakhir pada Rabu, 14 Juni 2017. Ada enam kandidat yang telah mengambil formulir, lima di antaranya merupakan kader internal PDIP.
 
Pengambil formulir pertama ialah Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, kandidat yang secara terbuka diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa. Wakil Gubernur Jatim itu mengambil formulir pendaftaran pada hari pertama pendaftaran dibuka oleh PDIP Jatim, yakni pada 1 Juni 2017.
 
Di hari yang sama Ketua PDIP Jatim, Kusnadi, juga mengambil formulir. Beberapa hari kemudian ikut mengambil formulir calon pula sejumlah kader PDIP, di antaranya anggota Fraksi PDIP DPR, Said Abdullah, anggota Komisi E DPRD Jatim dari PDIP Suhandoyo, dan Bupati Ngawi Budi Sulistiyo alias Kanang.
 
Nah, di hari terakhir batas pengambilan formulir, giliran kader PDIP lain yang mendaftar, yakni Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Pengambilan formulir pendaftaran bakal calon mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama itu melalui diwakili oleh Ketua DPC PDIP Banyuwangi, Made Cahyana Negara.
 
"Barusan mengambil (formulir pendaftaran calon). Yang mengambilkan formulir Ketua DPC PDIP Kabupaten Banyuwangi," kata Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, Rabu (14/6).
 
Dari enam nama itu, nama Gus Ipul dan Anas masuk dalam empat besar berpeluang menang berdasarkan hasil survei Poltracking yang dirilis beberapa waktu lalu. Tetapi, hanya Gus Ipul yang mengambil formulir di PDIP untuk calon gubernur. Sementara Anas dan empat lainnya mengambil formulir untuk calon wakil gubernur.
 
Selain Gus Ipul dan Anas, dua nama lain yang juga berpeluan menang menurut hasil survei Poltracking ialah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma. Pretasi dan popularitas dua wanita asli Jawa Timur itu tak perlu diragukan.
 
Sayang, Risma telah terang-terangan menyatakan tidak ingin maju di Pilgub Jatim. Dia ingin menuntaskan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya. Adapun Khofifah hingga kini masih belum secara terbuka menyatakan maju atau tidak di Pilgub Jatim nanti. Dia masih mencari sinyal politik atau, menurut istilah yang Khofifah pakai, ‘check sound’.
 
Bupati Anas 
Jika Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memutuskan tidak mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Jawa Timur, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas justru sebaliknya. Dia akhirnya memutuskan maju berkompetisi merebut rekomendasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
 
Kemarin (14/6), Ketua DPC PDIP Banyuwangi, Made Cahyana Negara mewakili Anas mengambil formulir di kantor DPD PDIP Jawa Timur, Jalan Kendangsari Industri, Surabaya. 
 
Anggota DPRD Jawa Timur ini juga memastikan, jika Anas merupakan pendaftar terakhir. Sehingga, di hari terakhir pendaftaran bacagub dan bacawagub melalui PDIP, total ada enam pendaftar. "Kelihatannya ini (pendaftaran Anas) yang terakhir, karena sudah tidak ada yang komunikasi lagi," ungkapnya.
 
Risma dan Anas merupakan tokoh Jawa Timur yang memiliki prestasi mentereng saat memimpin daerahnya masing masing. Pelbagai penghargaan, baik nasional maupun internasional kerap diraihnya.
 
Mereka juga digadang-gadang menjadi 'kuda hitam' di Pilgub Jawa Timur. Sebab dari hasil pelbagai lembaga survei yang mencatat beberapa nama, elektabilitas Risma dan Anas mampu bersaing dengan Gus Ipul dan Mensos Khofifah Indar Parawansa. Mereka selalu berada di empat besar hasil survei. Tapi sayang, Risma menolak mencalonkan diri. 
 
Safari AHY 
Di tengah ramainya penjaringan calon Gubernur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan safari Ramadan di sejumlah wilayah di Jawa. AHY menyebut safari Ramadan yang dilakukannya tak terkait Pilkada Jatim 2018.
 
"Sebenarnya saya tidak punya kapasitas menjawab, karena saya tidak berada di struktur partai," kata AHY menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu muda mudi Demokrat di sebuah rumah makan di Jalan Pahlawan Trip, Rabu (14/6/2017), malam.
 
Dia mengatakan, hanya memanfaatkan momentum Ramadan untuk menjalin silaturahmi bersama masyarakat. "Ini safari Ramadan, silaturahmi. Kami menyapa warga dan berdialog dengan para pemuda," tuturnya.
 
"Saya sangat senang antusiasme cukup baik, dan saya mengajak mereka untuk menjadi generasi muda yang unggul untuk Indonesia Emas 2045," sambungnya.
 
Ditanya apakah akan maju dalam Pilgub Jawa Timur 2018, putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu justru balik bertanya kepada wartawan.
 
"Siapa yang mau calonkan, Anda?," ucapnya seraya tersenyum.
 
AHY menegaskan, dirinya tidak memiliki pemikiran maju dalam Pilkada 2018, apakah itu di Jawa Barat, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur. "Saya tidak punya pemikiran ke sana," tandasnya.
 
Mengenai hak suara di Pilgub Jawa Timur, AHY berharap muda mudi bisa menggunakan hak suaranya secara beretika.
"Tentunya anak muda Indonesia bertanggung jawab, bisa menggunakan hak politiknya secara beretika, agar demokrasi di Indonesia semakin dewasa, dan semakin mensejahterakan kita semua," katanya. (viv/mer/tit)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>