Pilgub Jatim Menghangat, Emil Dardak Pecah Kongsi

Senin, 27 November 2017  18:56

Pilgub Jatim Menghangat, Emil Dardak Pecah Kongsi

Emil Dardak dan Mochammad Nur Arifin didampingi para isteri.

SURABAYA (BM) – Situasi politik menjelang Pilgub Jatim mulai menghangat. Bukan hanya kalangan NU yang terbelah, akibat Gus Ipul dan Khofifah maju bertarung. Tetapi suara warga Trenggalek, berpotensi terbelah juga, dengan majunya Emil Dardak sebagai pendamping Khofifah Indar Parawansa. Sementara, Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin condong mengikuti jejak PDIP yang mengusung Gus Ipul-Azwar Anas.

Seperti diketahui, Emil memutuskan bersedia dipinang sebagai cawagub oleh Khofifah Indar Parawansa, yang diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, Hanura, dan NasDem. Keputusan Emil itu mengundang kemarahan PDIP karena dia merupakan kadernya dan memiliki KTA. Emil dituding telah mbalelo dan dipecat dari PDIP.

Ketika Emil 'berani' menanggalkan PDIP, sebaliknya, Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin justru mengikuti rapat pemenangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas, yang diusung PDIP-PKB.

"Pak Wabup hadir sebagai kepala daerah yang diusung oleh PDI Perjuangan. Ini adalah rapat konsolidasi dari partai yang mengusung Gus Ipul dan Mas Anas. Kami terus melakukan pemanasan untuk memenangkan kandidat yang kami usung," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek Doding Rahmadi di kantornya, Minggu (26/11/2017).

Dodi mengatakan rapat konsolidasi yang digelar di kantornya tersebut diikuti 200-an jajaran pengurus cabang ataupun anak cabang dari kedua parpol.

Wabup termuda se-Indonesia yang biasa disapa Cak Ipin itu juga menyita perhatian karena 'manuvernya' dengan memilih berakhir pekan di desa-desa. Kegiatan ini bersamaan ketika Emil Dardak 'sibuk' mengejar 'tiket' cawagub dengan bersafari ke sejumlah parpol di Jakarta.

Pertama, pada Minggu (19/11). Cak Ipin 'berkantor' di Desa Manggis, Kecamatan Panggul. Ia memilih menginap di rumah Poiran, warga RT 16 RW 5, Dusun Petung, Desa Manggis.

"Senang sekali, saya tidak menyangka Pak Wakil Bupati mau menginap di sini. Apalagi kondisinya cuma seperti ini," katanya.

Langkah tersebut bertujuan memenuhi janjinya pada masa kampanye, sekaligus untuk memantau langsung perkembangan pembangunan dan kondisi kehidupan warga di pedesaan.

Wabup yang berasal dari keluarga pengusaha panci ini menepis anggapan yang muncul bahwa dirinya menyindir Bupati Emil yang bersama Cak Ipin maju diusung 7 parpol pada pilkada dua tahun lalu.

"Nggaklah," jawab Cak Ipin singkat soal isu dirinya pecah kongsi dengan Emil Dardak.

"Kita berbeda tapi baik-baik saja. Yang penting bersepakat mengutamakan masyarakat Trenggalek," kata Cak Ipin.

Namun, terkait keikutsertaan rapat konsolidasi pemenangan Gus Ipul-Anas, ia tak menyangkalnya. "Iya (ikut rapat pemenangan Gus Ipul-Anas)," jawabnya tegas.

Bagi Cak Ipin, keikutsertaan dirinya dalam rapat yang digelar PDIP itu bukan persoalan besar. "Biasa aja," kata dia.

 

Poros Baru

Saat ini, bursa Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur sudah memunculkan dua paslon yakni, Saifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas, serta Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Munculnya dua paslon itu membuat poros baru penanding Gus Ipul (Saifullah Yusuf), Khofifah tergantung dari PAN.

Paslon Gus Ipul-Anas diusung PKB dan PDIP. PKB memiliki 20 kursi dan PDI Perjuangan memiliki 19 kursi. Total kursi di DPRD sebanyak 39.

Sedangkan partai yang sudah menyatakan mengusung paslon Khofifah-Emil yakni, Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi). Khofifah dan Emil juga akan mendapatkan dukungan dari Hanura (2 kursi), PPP (5 kursi) dan NasDem (4 kursi), meski rekomendasi bagi Khofifah dan Emil belum resmi. Jika seluruh parpol itu mengusung Khofifah-Emil, maka akan terkumpul jumlah kursi total 35 kursi.

Tinggal tiga partai pemilik kursi di DPRD Jatim yang belum menentukan sikap yakni Gerindra (13 kursi), PAN (7 kursi) dan PKS (6 kursi). Jika ditotal jumlah kursi ketiga parpol ini, sebanyak 26 kursi dan bisa menjadi poros baru yang bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sendiri, untuk menandingi dua paslon Gus Ipul-Anas dan Khofifah-Emil.

Dengan kondisi tersebut, PAN akan menjadi penentu terbentuknya poros baru untuk menandingi Gus Ipul dan Khofifah. Karena jumlah kursi PAN 'cukup strategis' sebagai penentu munculnya paslon baru.

Kalau Gerindra berkoalisi dengan PKS, maka jumlah kursinya tidak cukup persyaratan yakni minimal 20 kursi. Sedangkan Gerindra bisa mengusung cagub-cawagub di luar Gus Ipul dan Khofifah, meski hanya berduet dengan PAN. Jika ketiga partai ini berkoalisi, akan menambah kekuatan menjadi 26 kursi.

Keputusan munculnya calon gubernur baru ada di tangan PAN. Dengan posisi bargaining power PAN yang lebih kuat, membuat 'nilai jual' PAN lebih tinggi. Bagaimanakah sikap PAN. Apakah mau bergabung dengan PDIP-PKB mengusung Gus Ipul-Anas. Atau bergabung dengan Demokrat dan kawan-kawan.

"Kita akan menentukan sikap dalam waktu dekat. Mungkin di awal Desember, kita akan tentukan. Karena kita masih menimbang dengan melakukan survei," kata Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim Agus Maimun, Senin (27/11/2017).

PAN menggelar survei pasca munculnya rekomendasi dari Partai Demokrat yang ikut mengusung pasangan Khofifah-Emil. Karena sebelumnya, Emil digadang untuk diusung poros baru (Gerindra, PAN, PKS) sebagai calon Gubernur Jatim.

 

Dalam survei tersebut, PAN meminta suara dari masyarakat, tentang tanggapan hadirnya dua poros antara Gus Ipul dan Khofifah. Apakah PAN bergabung ke salah satu poros Gus Ipul atau Khofifah. Termasuk, apakah masyarakat menginginkan memunculkan calon gubernur di luar Khofifah dan Gus Ipul.

"Bayangkan, kalau hanya dua poros (Gus Ipul dan Khofifah), itu selisihnya tidak besar. Maka, kehadiran PAN, Gerindra, PKS, itu akan menentukan kemenangan. Karena ketiga partai ini punya basis tradisional dan massa riil," ujarnya.

"Kalau pun membentuk poros baru, ya harus ditata ulang siapa, bagaimana dan seterusnya. Karena kita tidak ingin PAN hanya menjadi ikut-ikutan saja. Kalau PAN bergabung (ke Gus Ipul atau Khofifah), apakah akan ditaruh di teras atau di mana. Nek nang teras, awak kudanan iso loro kabeh. (Kalau diletakkan di teras, badan kehujanan bisa sakit semua)," jelas Agus Maimun yang juga Ketua Karang Taruna Jawa Timur ini.

Ditanya siapakah calon gubernur yang akan diusung oleh poros baru. Bendahara DPW PAN Jatim ini enggan menyebutkannya.

"Ya ada. Nanti dulu lah, ini belum waktunya. Sekitar awal Desember nanti sudah muncul hasilnya. Dan PAN tetap berkomunikasi intens dengan Gerindra, PKS, termasuk partai lain dan kadindat Gus Ipul maupun Khofifah. Termasuk hasil surveinya juga akan kita komunikasikan," tandasnya. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>