Prabowo Kantongi Nama Cawapres

Selasa, 31 Juli 2018  20:40

Prabowo Kantongi Nama Cawapres

Prabowo dan Neno Warisman memberikan keterangan pers.

Jakarta (BM) - Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan saat ini dirinya telah mengantongi nama cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019.  "(Nama cawapres) sudah di kantong," kata Prabowo setelah bertemu dengan Neno Warisman di kediaman Neno, Griya Tugu Asri, Cimanggis, Depok, Selasa (31/7/2018).

Namun ia enggan menjawab siapa cawapres yang sudah ada di kantongnya. Prabowo hanya menyebutkan cawapres yang dipilihnya nanti sesuai dengan kehendak rakyat.

"Ah kau ini mancing saja. Mancing saja. Yang penting bukan maunya saya. Yang penting maunya rakyat. Kan begitu," ujarnya.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi Neno Warisman di kediamannya. Prabowo mengaku kaget atas peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Neno Warisman.

"Saya kaget sekali, kok mobilnya dirusak di depan rumahnya. Kemudian beliau kemarin di Batam, beliau mau menjalankan haknya sebagai warga negara, hak menyatakan pendapat, itu dijamin oleh UUD kita," kata Prabowo.

Dia kemudian menuturkan, pergantian kepemimpinan, tak hanya presiden, adalah hal yang biasa saja. Seharusnya hal-hal semacam itu tak perlu dipermasalahkan.

"Kita mau ganti nakhoda kapal, kita mau ganti bupati, kita mau ganti kepala sekolah, (itu hal yang) biasa. Mengganti pejabat (adalah hal) biasa, nggak usah dibikin heboh. Ini adalah negara yang dewasa, beradab. Jadi tidak usah dibikin masalah yang terlalu tegang," sebutnya.

Eks Danjen Kopassus itu berpendapat seluruh masyarakat tak perlu ribut menyikapi perbedaan pendapat. Ia meyakini semuanya akan berjalan dengan baik ke depannya.

"Ya, kita terus mengimbau, marilah ini kan milik kita bersama, negara ini kan negara kita bersama, rumah kita bersama, kita semua saudara. Saya yakin semua baik. Kita hanya ingin menjalankan demokrasi. Itu saja," ujar Prabowo.

Sebelumnya, Neno Warisman sebagai deklarator gerakan #2019GantiPresiden sempat ditolak saat hendak masuk Batam untuk menghadiri acara deklarasi relawan di Batam. Dua Wakil Ketua DPR, yaitu Fadli Zon dan Fahri Hamzah, sempat melakukan panggilan video atau video call saat Neno terjebak di bandara.

Momen video call Fadli-Fahri dengan Neno terungkap lewat video berdurasi 1 menit. Terlihat video call itu dilakukan di ruangan milik Fadli Zon. Fahri Hamzah yang dihubungi membenarkannya.

"Betul. Kebetulan yang menelepon itu, beliau (Neno) menelepon Pak Fadli, kebetulan saya lagi silaturahmi dan nelepon dalam suasana beliau dihadang," kata Fahri.

Dalam video itu, Neno menceritakan bagaimana dirinya terjebak dan tak bisa keluar dari bandara. Neno menyebut suasana saat itu seperti orang mau perang.

Fahri Hamzah sendiri menyebut kejadian penghadangan itu aneh. Hal tersebut lantaran, menurutnya, massa penghadang sedikit, tetapi Neno tetap tak diperbolehkan polisi keluar dari bandara.

"Dan aneh memang karena sebenarnya yang demo itu sedikit, tapi ada gejala dia dilarang keluar dari bandara selama hampir 7 jam," ucap Fahri.

Akhirnya, massa pendukung #2019GantiPresiden turut ke bandara karena mendapat informasi Neno dihadang segelintir masyarakat. Saat itulah Neno berhasil keluar dari bandara.

"Akhirnya masyarakat yang tahu kedatangan dia juga datang menjemput, sampai malam jumlahnya ribuan. Sementara yang menentang itu jumlahnya sedikit," jelas Fahri.

"Mereka sebenarnya mulai kabur tapi kok polisi merasa dia nggak boleh keluar, gitu. Nah, itu kan artinya orang seperti ditahan dan jiwanya terancam juga karena di airport itu kan nggak ada yang lihat dia, nggak banyak temannya," imbuhnya.

Saat video call, terdengar Fadli dan Fahri ingin menelepon pihak kepolisian daerah setempat. Fahri mengatakan niat mereka urung terlaksana karena Neno sudah bisa keluar dari bandara.

"Akhirnya kita ngecek apa yang terjadi dan memang ini sepertinya ada upaya menggagalkan acara. Karena ini bisa bahaya karena massa pendukung Mbak Neno ngumpul, sudah cukup besar sekali. Kami minta kepada polda, jangan beginilah, nanti jadi masalah," beber Fahri.

"Tapi terus terang kami belum sempat bicara dengan pihak polda, tapi beliau sudah diizinkan ke hotel. Sempat ada negosiasi supaya acara tidak diteruskan besoknya. Tapi karena massa di situ cukup banyak, mereka nggak mau," tambah dia. (det/rmo/mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>