Prabowo-Sandi Menang di Beberapa Polling Medsos
Hasil polling yang dilakukan Indonesia Lawyer Club di Twitter
By: admin
12 Ags 2018 18:41
 
 

JAKARTA (BM) – Pasca deklarasi pasangan capres-cawapres, sejumlah akun media sosial  (medsos) melakukan polling. Hasilnya cukup mengejutkan, Prabowo yang selama ini selalu kalah dalam survei lembaga peneliti, di beberapa polling medsos ternyata mengalahkan Jokowi dengan angka yang cukup telak.

Hasil polling yang dilakukan Indonesia Lawyers Club di twiiter menempatkan Prabowo-Sandi unggul dengan angka 63 persen, sementara Jokowi-Maruf Amin hanya 26 persen. Yang tidak memilih sebesar 11 persen.

Kemudian hasil polling kumparan.com di facebook, Jokowi – Ma’ruf Amin hanya memperoleh 21 persen, Prabowo – Sandiaga Uno 79 persen.

Polling lain juga dilakukan Radio Elshinta di twitter: Jokowi – Ma’ruf Amin 21%, Prabowo – Sandiaga Uno 79%.

Kemudian Iwan Fals di twitter: Jokowi – Ma’ruf Amin 27 persen,  Prabowo – Sandiaga Uno 68% persen, Tidak memilih 5 persen.

Akun resmi dari komunitas netizen nahdatul ulama di Twitter, @Netizen_NU juga membuat polling untuk Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga, Minggu (12/7/2018).

Walaupun belum menemui hasil final, namun dari 42.276 pengguna Twitter memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga. Polling ini juga telah berlangsung selama 6 hari terakhir.

Prabowo-Sandi memenangkan 82 persen, sementara Jokowi dan Ma'ruf Amin memperoleh 18 persen.

Dalam polling tersebut, hanya ada dua pilihan, dan tidak ada penambahan polling bagi yang golput maupun belum tidak memilih keduanya.

 

Polling Fahri Hamzah

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga membuat polling Pilpres 2019.  Polling itu digelar Fahri di akun Twitter-nya, @Fahrihamzah. Ada 10 versi polling yang diselenggarakan Fahri.

Polling pertama, Fahri menanyakan kepada netizen soal perasaan setelah pendaftaran capres-cawapres ke KPU. Polling diikuti 4.271 pengguna Twitter. Hasilnya, 55% menyatakan senang.

Ada dua polling yang menanyakan siapa calon paling ideal dan yang tidak ideal. Hasilnya, Prabowo Subianto dinilai sangat ideal, sementara Joko Widodo tidak.

Berikut ini polling Pilpres 2019 yang diselenggarakan Fahri Hamzah di Twitter-nya:

Polling 1: Perasaan netizen setelah pendaftaran capres-cawapres (pemilih: 4.271)

Senang: 55% ; Cemas: 5% ; Biasa aja: 31% ; Kecewa: 9%

 

Polling 2: Alasan netizen gembira setelah pendaftaran capres-cawapres (pemilih: 3.294)

Kombinasi pasangan: 53% ; Koalisi parpol terbentuk: 21% ; Janji awal pasangan: 3% ; Nggak jelas (hepi aja): 23%

 

Polling 3: Pendapat soal dua pasangan calon (pemilih: 3.673)

Keduanya ideal: 7% ; Salah satunya tidak ideal: 66% ; Dinamis dan kompetitif: 17% ; Tidak jelas: 10%

 

Polling 4: Calon paling ideal (pemilih: 5.349)

Jokowi: 14% ; Prabowo: 66% ; Ma'ruf: 2% ; Sandi: 18%

 

Polling 5 : Calon paling tidak ideal (pemilih: 6.700)

Jokowi: 51% ; Prabowo: 9% ; Ma'ruf: 30% ; Sandi: 10%

 

Polling 6: Isu terpenting di Pilpres 2019 (pemilih: 6.041)

Kemiskinan dan ekonomi: 66% ; Konflik SARA/intoleran: 10% ; Kepastian hukum/keadilan: 23% ; Ideologi: 1%

 

Polling 7: Calon terbaik selesaikan ekonomi dan kemiskinan (pemilih: 7.448)

Jokowi: 13% ; Prabowo: 28% ; Ma'ruf: 2% ; Sandi: 57%

 

Polling 8: Asal dana kampanye Pilpres 2019 (pemilih: 4.523)

APBN: 19% ; Capres/cawapres: 29% ; Pengusaha: 37% ; Simpatisan: 15%

 

Polling 9: Calon millenial (pemilih: 6.570)

Jokowi: 12% ;  Prabowo: 6% ; Ma'ruf: 2% ; Sandi: 80%

 

Polling 10: Calon simbol Islam (pemilih: 5.096)

Jokowi: 4% ; Prabowo: 20% ; Ma'ruf: 39% ; Sandi: 37%

 

Komentar

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir mencibir polling tersebut. "Polling-pollingan tidak menunjukkan fakta yang sebenarnya, apalagi polling yang dibikin Fahri yang pertanyaannya mirip orang yang sedang galau dan gamang," ujar Inas, Minggu (12/8/2018).

Inas menduga soal alasan kegalauan Fahri. Bagi Inas, Fahri galau karena tak bisa eksis di Pemilu 2019.

"Fahri galau karena tidak bisa mencaleg, padahal akan memperoleh Rp 30 M dari gugatannya. Atau, jangan-jangan dia galau karena tidak mungkin mendapat bagian yang Rp 500 M dari Sandi," ucap Inas.

"Karena 30M tersebut dirasa Fahri kurang banyak!" cetusnya.

Sementara itu, PAN menyebut polling Twitter Fahri Hamzah soal Pilpres 2019 yang menjadikan Prabowo Subianto calon paling ideal bisa jadi sesuai kenyataan. PAN menganggap polling yang dilakukan Fahri bukan bayaran.

"Kalau yang dibuat Pak Fahri kelihatannya independen. Tidak bayar dan murni ingin melihat pendapat followers-nya di Twitter," ujar Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay, Minggu (12/8/2018).

Saleh tak ingin berpendapat secara ilmilah soal polling Fahri. Yang jelas, kata dia, polling Fahri sangat mudah dipahami.

"Saya tidak mau komentari dari sisi metodologi. Saya hanya melihat secara simpel dari hasilnya yang sangat mudah dibaca," ucap Saleh. (det/tri/tit)


Create Account



Log In Your Account