Prabowo: Sistem Sekarang Membuat Kekayaan Mengalir ke Luar

Senin, 29 Oktober 2018  16:59

Prabowo: Sistem Sekarang Membuat Kekayaan Mengalir ke Luar

Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Assodiqiah, Semarang.

Semarang (BM) - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, melakukan safari ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah. Salah satunya mengunjungi Pondok Pesantren Assodiqiah, Sawah Besar, Kota Semarang, Senin (29/10) siang.

Di hadapan para pengurus pondok pesantren, Prabowo mengatakan, bahwa sistem yang ada saat ini membuat bangsa Indonesia menjadi gagal.  "Kenapa saya masih mau maju di politik, karena saya melihat sistem yang berjalan sekarang adalah sistem yang sama sekali tidak bisa membawa kesejahteraan dan kemakmuran Bangsa Indonesia," kata Prabowo, Senin (29/10/2018).

Prabowo bicara di hadapan para pengurus di ruangan tertutup. Namun media bisa mendengarnya lewat speaker aktif. Setelah sambutan, speaker tersebut dimatikan.

Prabowo tidak menjelaskan secara detail tentang sistem yang disebutnya keliru.  "Sistem yang keliru dan salah. Bukan sistem yang dibangun oleh pendiri bangsa," lanjutnya.

"Intinya sistem sekarang ini hanya bisa berakibat kepada bangsa Indonesia gagal. Saya berani katakan itu, sudah katakan itu berkali-kali. Tidak mungkin Indonesia bisa kuat dan sejahtera. Inti kesalahan sistem ini membuat kekayaan kita mengalir keluar," urai Prabowo.

Prabowo tampak hadir didampingi oleh mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Dia menjelaskan kehadirannya ini sebagai bagian dari silaturahmi yang dia lakukan dari Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.

"Dalam rangka sebetulnya kula nuwun. Bangsa kita bangsa timur kalau mau masuk daerah kita adatnya datang ke sesepuh dan tokoh-tokoh. Kami sudah kunjungi dari ujung Banyuwangi, susuri pelan-pelan di Jateng dari Rembang Lasem, Demak, Pekalongan, Tegal. Tadi pagi di Kaliwungu Kendal," kata Prabowo.

Prabowo tiba di Pondok Pesantren Assodiqiah pukul 12.24 WIB, ia kemudian turun dari mobil dan menyalami santri yang terdiri dari siswa SMP dan SMK yang menyambut. Di tengah kerumunan muncul siswa SD yang minta bersalaman. Prabowo menyambut dan mencium siswa tersebut.

Ketum Gerindra tersebut kemudian bertemu dengan pengurus ponpes di ruangan yang ditutup. Terlihat juga mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo berada di antara rombongan.

Meski pertemuan tersebut tertutup, saat pengurus pondok dan Prabowo memberi sambutan, suara mereka diperdengarkan lewat speaker aktif. Setelah sambutan, speaker tersebut dimatikan.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan pihaknya berterimakasih karena disambut dengan baik. Kedatangan ke Ponpes Assodiqiyah menurutnya untuk silaturahmi dan sowan ke sesepuh di Jawa Tengah.

 

"Dalam rangka sebetulnya kula nuwun. Bangsa kita bangsa timur kalau mau masuk daerah kita adatnya datang ke sesepuh dan tokoh-tokoh. Kami sudah kunjungi dari ujung Banyuwangi, susuri pelan-pelan di Jateng dari Rembang Lasem, Demak, Pekalongan, Tegal. Tadi pagi di Kaliwungu Kendal," kata Prabowo, Senin (29/10/2018).

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan tentang kehadiran Bibit Waluyo yang mendampinginya.

"Saya didampingi Letnan Jenderal Purnawirawan Bibit Waluyo mantan gubernur, Mantan Panglima Kostrad, Mantan Pangdam IV Diponegoro. Ini tentara tulen. Saya cocok dengan beliau karena sama-sama serdadu tulen," kata Prabowo.

Sebelum Prabowo tiba, Ketua Yayasan Assodiqiyah, M Shidqon Prabowo sempat menjelaskan tentang kedatangan capres di ponpesnya siang ini. Dia menegaskan akan menerima siapapun tamu yang akan datang. Sedangkan siswa-siswa yang menyambut dengan merupakan kebiasaan menghormati tamu, menurutnya tidak ada unsur politis.

"Pesantren ini terbuka untuk siapapun yang akan datang. Anak-anak menyambut hanya untuk menghormati tamu yang datang," kata Shidqon kepada wartawan.

Ia menjelaskan kedatangan Prabowo ke tempatnya untuk silaturahmi. Di lokasi pesantren pun tidak terdapat atribut partai. Namun memang di jalan akses ke pesantren berjajar bendera Partai Gerindra.

 

Safari Politik

Seperti diketahui, Prabowo Subianto tengah melakukan safari ke pondok pesantren di Jawa Tengah. Kunjungan tersebut dalam rangka meminta doa restu untuk bertarung di Pilpres 2019.

"Pak Prabowo sowan dan silaturahmi ke alim ulama, Kiai dan para habaib untuk memohon doa dan restu agar segala perjuangannya pada Pilpres kali ini diberikan kemudahan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Setyoko, dalam keterangan tertulis, Senin (29/10/2018).

Prabowo mengawali kunjungannya di Ponpes Al-Kaumani (APIK) di Semarang. Di Ponpes APIK, Ketum Partai Gerindra itu bertemu dengan pimpinan ponpes, KH Salahuddin Humaidulloh. "Dalam agenda kali ini, Pak Prabowo melakukan kunjungan silaturahmi dengan KH Salahuddin di Pesantren APIK, Semarang, Jawa Tengah," ujarnya.

Selanjutnya, kata Setyoko, Prabowo melanjutkan safari ya ke Ponpes As Shodiqiyyah untuk bertemu dengan para pengasuh dan santri.

"Setelah ke Ponpes As Shodiqiyyah, Pak Prabowo akan melakukan kegiatannya dengan bertemu dan bersilahturahmi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat se Jawa Tengah dalam program Prabowo menyapa di The Wujil, Semarang," kata Setyoko.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu juga menjelaskan silaturahmi ke beberapa tokoh agama, alim ulama dan para habaib se-Jawa Tengah ini sebelumnya telah rutin dilakukan Prabowo sejak masih di militer.

"Pada saat di militer dulu Pak Prabowo selalu sowan dan bersilahturahmi dengan para Kiai dan tokoh-tokoh agama, terutama saat sebelum berangkat menjalankan tugas negara," pungkasnya. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>