Puskaptis: Prabowo Berpeluang Besar Menang Pilpres 2019

Senin, 08 April 2019  17:36

Puskaptis: Prabowo Berpeluang Besar Menang Pilpres 2019

Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yasid, saat memaparkan survei di hotel kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019)

 Jakarta (BM) - Lembaga Survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menyebut elektabilitas capres cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang atas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Selisih kemenangan diprediksi hanya 2,14 persen.

"Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan respons publik sebesar 47,59 persen, sedangkan pasangan nomor urut 01 (Jokowi-Ma'ruf), mendapat suara 45,37 persen, belum menentukan 7,04 persen," ucap Direktur Eksekutif Puskaptis, Husin Yazid kepada wartawan di Ibis Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

Penelitian itu dilakukan pada 26 Maret sampai 2 April 2019 dengan jumlah responden 2.100 orang. Metode yang dilakukan adalah random sampling dengan margin of error +/- 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Puskaptis menyebut, alasan responden memilih Prabowo-Sandiaga karena menginginkan perubahan dan presiden baru. "Sosok Prabowo-Sandiaga ini dipandang mampu memperbaiki kondisi ekonomi saat ini serta memiliki karakter tegas dan berwibawa," kata Husin.

Meski Jokowi dikalahkan dalam elektabilitas, Husin menilai masyarakat tetap puas atas kinerja Jokowi. Ada 50 persen masyarakat menyebut puas terhadap citra kepemimpinan Jokowi.

"Ketika ditanya, apakah citra pemerintahan RI di bawah Jokowi-JK (Jusuf Kalla) secara umum. Yang memuaskan 50,87 persen, sangat puas 4,8 persen," ucap Husin.

Dengan hasil ini, menurutnya, kedua pasangan punya peluang sama dalam Pilpres 2019. Namun, Prabowo-Sandiaga dinilai lebih diuntungkan.

"Perbedaan tingkat elektabilitas yang ketat ini dapat disimpulkan kedua pasangan punya peluang yang sama dalam memenangkan pertarungan. Namun dengan dengan keunggulan 2,14 persen, Prabowo-Sandiaga, berpeluang besar menangkan pertarungan di 17 April 2019," ucap Husin.

Puskaptis menegaskan, lembaganya tidak berafiliasi dengan BPN Prabowo-Sandiaga. "Persepsi masyarakat kepada kita itu kan hak publik, tapi kami sebagai lembaga survei kita independen," ujar Husin Yazid.

Dalam rilis hasil survei, pihak Puskaptis menyebut mengundang Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Namun, yang hadir hanya Habiburokhman dari BPN Prabowo-Sandiaga.

"Hari ini saya juga sudah undang dari PBB (TKN Jokowi-Ma'ruf), Pak Ahmad Yani. Ternyata dia masih macet di Gunung Sahari," ujar Husin.

Husin menjamin hasil survei Puskaptis bisa dipertanggungjawabkan. "Menjawab kredibilitas, kita satu independen, dua metode yang kita gunakan ini sesuai kaidah ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan dan bisa saya jawab secara ilmiah juga," kata Husin.

 

Survei Internal

Terpisah, Direktur Kampanye Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sugiono mengklaim berdasarkan survei internal, elektabilitas Prabowo-Sandiaga berada pada angka 62 persen, sementara pasangan Jokowi-Maruf 38 persen.

"Berdasarkan survei internal, elektabilitas Prabowo berada di angka 62 persen dan Jokowi 38 persen," kata Sugiono di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Survei tersebut dilakukan di 34 provinsi sejak Maret 2019, melibatkan 1440 responden dengan metode multistage random sampling. "Melibatkan sekitar 1.440 responden dengan metode multistage random sampling," kata Sugiono.

Hanya saja Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut tidak memaparkan secara rinci mengenai survei internalnya tersebut.

Alasannya menurut Sugiono survei internal digunakan untuk mengukur kerja tim kampanye dan tidak ada niatan untuk dipublikasikan.

"Sebenarnya ini (survei inernal) hanya untuk melihat bagaimana posisi kita setelah debat capres. Itulah kenapa kami tidak pernah merilis hasil survei internal kami," katanya.

Meskipun demikian Sugiono mengatakan bila diminta pihaknya akan menyiapkan momen untuk merilis hasil survei internal secara rinci.

 

Survei Indodata

Hasil berbeda dirilis lembaga survei Indodata, yang memenangkan pasangan Jokowi-Maruf.

Dari hasil survei yang dilakukan pada 24 Maret-7 April 2019 terhadap 1.200 responden menunjukan Paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf masih unggul 54,8 persen.

Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi dengan 32,5 persen. Sedangkan, sebanyak 12,7 persen tidak menjawab/tidak tahu.

Lembaga survei Indodata merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2019 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

Direktur Eksekutif Indodata, Danis T Saputra mengatakan, hasil itu tercermin dari pertanyaan survei yang dilakukan secara door to door.

"Kami menanyakan Bapak/Ibu jika Pilpres dilakukan hari ini, siapa yang akan dipilih?" kata Danis dalam rilis di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

"Hasilnya menunjukan pasangan Jokowi-Ma'ruf 54,8 persen. Prabowo Sandi 32,5 persen. Sedangkan sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab," tambahnya.

Danis lalu menjabarkan jika pemilih yang tidak menjawab atau tidak tahu dihilangkan dalam survei. Hasilnya masih menunjukan bahwa Paslon 01 masih unggul dari Paslon 02.

"Jika ini tidak dihitung tanpa pilih yang tidak tahu atau tidak menjawab kita hilangkan lalu kita kadikan itu 100 persen maka Prabowo-Sandi 37,2 persen sedangkan Jokowi-Maruf 62,8 persen," ungkap Danis.

Selain itu, ia juga menyebut, dalam survei juga menanyakan alasan kenapa Bapak/Ibu memilih calon presiden dan calon wakil presiden?

"Sebagian besar mengatakan capres/cawapres memiliki kinerja yg baik, sesuai dengan keyakinan, merakyat, kharismatik dan lain-lain," tambahnya.

Diketahui, survei yang dilakukan pada 24 Maret-7 April 2019 terhadap 1.200 responden. Margin of error kurang lebih 2,83 persen. Dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (tri/det/mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>