Ribuan Pendukung Antar Khofifah-Emil ke KPU

Rabu, 10 Januari 2018  19:02

Ribuan Pendukung Antar Khofifah-Emil ke KPU

Pasangan Khofifah -Emil saat melakukan pendaftaran di kantor KPU Jawa Timur, Rabu (10/1).

SURABAYA (BM) - Ribuan pendukung mengantar Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu, 10 Januari 2018. Kedatangan pasangan yang diusung Partai Demokrat ini dikawal ribuan pendukungnya.

Sebelum beranjak ke kantor KPU Jatim, Khofifah-Emil dan para pendukungnya berkumpul di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya. Karena ia harus menyempatkan diri berziarah ke makam orang tuanya yang tak jauh dari lokasi pondok.

Setelah memberikan sambutan untuk warga, Ormas dan partai pendukung, pasangan Khofifah-Emil diberangkatkan dengan iring-iringan menuju kantor KPU Jatim, Jalan Tenggilis Surabaya.

Di kantor KPU sudah hadir sejumlah ketua dan Pengurus Partai pengusung, di antaranya Ketua PD H Sukarwo, Musyafak Noer , Masfuk dan lain-lain.

Kami mendaftarkan ke KPUD diantar oleh seluruh pimpinan partai pengusung, ada Partai Demokrat. Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, partai Nasdem, partai Hanura dan PKPI. Kami bersama-sama bersepakat untuk membangun demokrasi kwalitatif pada saat proses pilkada ini”, ungkap Khofifah saat konferensi Pers di depan kantor KPU Jatim, Rabu (10/1).

Khofifah menyatakan, keinginannya membangun Jawa Timur pada posisi menjaga dan melanjutkan yang baik untuk bekerja lebih baik lagi. Dengan berbagai ikhtiar yang dilakukan dari energi positif dan produktif, ditambah partisipasi masyarakat yang tinggi akan cepat bersinergi dengan program-program yang akan dilancarkan.

“ Jagalah yang lama yang baik, lanjutkan yang lama yang baik, dan memilih yang baru yang lebih baik” jelasnya.

Ia mengingatkan, bahwa perlunya pembangunan infrastruktur nantinya juga dinikmati oleh masyarakat di Jawa Timur bagian selatan. Meskipun Pemerintah Propinsi sudah banyak melakukan pembangunan di seluruh pelosok desa. Dengan pemerataan pembangunan diharapkan Jawa Timur yang damai, ayem, makmur dan sejahtera. Sehingga Jawa Timur menjadi inspirasi daerah-daerah lain yaitu sumber mata air nasional.

“Seluruh energi positif ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk membangun Indonesia kedepan dengan seluruh maksimalisasi partispasi seluruh masyarakat”, ujarnya.

Khofifah memohon kepada masyarakat untuk dibantu doa, agar ikhtiar yang dilakukan bersama Emil, nantinya diberkahi Allah. Yang akhirnya akan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur jawa Timur.

"Kami mengucapkan Bismillah, kami daftar ke KPUD. Mudah-mudahan diridai Allah SWT dan tercapai apa yang diinginkan di Jawa Timur," ucap Khofifah.

Hal senada juga disampaikan pasangan Khofifah, Emil Dardak. Ia mengaku terhormat dipasangkan dengan Khofifah di Pilgub Jatim 2018.

"Saya merasa terhormat bisa mendampingi Ibu Khofifah, untuk menjawab tantangan di Jawa Timur," ujarnya.

Suami artis Arumi Bachsin itu kemudian menyinggung pengalamannya memimpin Kabupaten Trenggalek, dan pengalaman Khofifah menjadi Menteri Sosial. Emil memastikan seluruh program yang baik akan ia teruskan dan dikembangkan.

"Yang baik akan kita teruskan dan mana saja yang perlu disempurnakan di masa akan datang," katanya.

"Dengan pengalaman kami di tingkat kabupaten dan nasional, akan menambah penglaman kami untuk bisa menjawab tantangan di Jatim. Membawa masyarakat lebih sejahtera, tak hanya di perkotaan tapi juga di pedesaan," terang Emil.

Meski sudah melakukan pendaftaran, namun pasangan bakal calon gubernur dan wagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak belum menerima surat tanda terima pendaftaran karena ada ketua DPD parpol pengusung yang tidak hadir.

"Pasangan Ibu Khofifah dan Pak Emil, dalam hal ini diusung oleh Partai Demokrat, PAN, Hanura, Golkar, PPP dan NasDem. Sedangkan PKPI bukan partai pengusung, tapi partai pendukung, karena PKPI tidak memiliki kursi (di DPRD Jatim)," kata Ketua KPU Jatim Eko Sasmito kepada wartawan usai menerima paslon Khofifah-Emil di kantor KPU Jatim, Jalan Tenggilis, Surabaya, Rabu (10/1/2018).

Persyaratan pencalonan Khofifah-Emil dari partai politik memang sudah lengkap. Namun, ada permasalahan pada surat keterangan ketidakhadiran pimpinan Partai NasDem saat mendaftarkan paslon Khofifah-Emil.

Dalam peraturannya, pimpinan parpol pengusung diwajibkan hadir mengantarkan paslon saat daftar ke KPU Jatim. Ketua pimpinan parpol hampir semuanya datang ke kantor KPU. Kecuali, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Nyono Suharli dan Ketua DPW Partai NasDem Rendra Kresna.

Ketidakhadiran Nyono tidak dipermasalahkan, karena memang Nyono hari ini mengurus pendaftaran dirinya sebagai bakal calon Bupati Jombang. Sedangkan, Rendra memang ada surat pemberitahuan tidak bisa hadir.

Namun oleh Bawaslu Jatim ketidakhadirian Ketua NasDem Jatim itu harus ada surat keterangan dari instansi terkait. Dalam hal ini adalah Pemerintah Kabupaten Malang.

"Surat pernyataannya sudah ada. Tinggal surat keterangan dari instansi terkait dari Pemkab Malang," jelasnya.

Dengan belum diterima surat keterangan dari Pemkab Malang, maka KPU Jatim tidak bisa menyerahkan surat tanda terima belum diberikan oleh KPU Jatim.

"Tanda terima belum kami berikan. Kami menunggu surat keterangan dari Pemkab Malang. Mungkin nunggu beberap jam lagi sudah. Kan tadi dikatakan, surat keterangan dari instansi terkait bisa dikirim melalui surat elektronik," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Khofifah-Emil, Renville Antonio membenarkan adanya 'kendala' surat keterangan dari pimpinan partai NasDem Jatim.

"Tadi malam sudah terkonfirmasi akan hadir. Ternyata pagi tadi, beliau (Rendra) mendadak meninggalkan tempat. Karena beliau sebagai kepala daerah (Bupati Malang), kami memakluminya," ujarnya.

Renville mengatakan, dalam kurun waktu antara 2 jam, surat keterangan dari instansi terkait akan dapat disusulkan ke kantor KPU Jatim.

"Nanti kita susulkan dalam waktu sekitar 1 sampai 2 jam ke depan. Insyaallah (pendaftaran Khofifah-Emil) sudah diterima," jelasnya.

 

Gus Ipul-Puti

Sementara itu pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul/GI) dan Puti Guntur Soekarno mendaftar sebagai pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, tiga jam menjelang batas pendaftaran ditutup, Rabu (10/1/2017) malam.

Pasangan yang diusung PKB, PDIP, PKS dan Gerindra tersebut tiba di kantor KPU Jatim di Jalan Raya Tenggilis sekitar pukul 21.00 WIB, sedangkan pendaftaran resmi ditutup pukul 24.00 WIB.

Kedatangan Gus Ipul-Puti diiringi ribuan pendukungnya, termasuk kesenian tradisional, musik hadrah hingga bacaan-bacaan selawat.

"Hidup Gus Ipul, Hidup Mbak Puti," teriak para pendukung yang mayoritas berasal dari massa partai politik pengusung.

Tak itu saja, turut mengantarkan pasangan yang baru mendapat rekomendasi pada hari ini antara lain Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar, Ketua DPD PDIP Kusnadi, Ketua DPW PKS Arif Hari Setiawan, Ketua DPD Gerindra Jatim Supriyatno beserta pimpinan struktural lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul yang datang mengenakan pakaian putih didampingi istrinya, Fatma Saifullah Yusuf, sedangkan Puti yang mengenakan berpakaian merah didampingi sang suami, Joy Kameron.

"Terima kasih dan mohon doa restunya. Perkenalkan ini Mbak Puti," ucap Gus Ipul memperkenalkan cawagubnya di hadapan pengurus partai politik pengusung yang mengikuti proses pendaftaran.

Sementara itu, sejumlah kepala daerah yang juga kader partai pengusung turut mengantar proses pendaftaran, seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Bupati Sidoarjo Saiful Illah dan beberapa nama lainnya.

Sedangkan, dari kalangan internal yang hadir adalah Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah beserta ketua tim pemenangan Hikmah Bafaqih serta sekretarisnya, Sri Untari.

 

Doa Kiai

Pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno bertemu dengan para kiai dan bu nyai di kantor DPW PKB Jatim sebelum mendaftar ke KPU. Keduanya didampingi oleh koleganya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Alhamdulillah, rasanya penuh dengan berkah (pertemuan dengan kiai dan bu nyai). Kehadiran saya mungkin ini baru pertama kali saya bertatap muka langsung dengan para kiai, para nyai, dan saudara-saudara yang hadir di sini," ujar Puti di kantor DPW PKB Jatim, Jalan Ketintang, Surabaya, Rabu (10/1/2018).

Puti ditunjuk PDIP untuk menjadi pasangan Gus Ipul menggantikan bacawagub Abdullah Azwar Anas yang mengundurkan diri. Menurut dia, menjadi bacawagub Jatim tak pernah direncanakannya.

"Seperti yang saya tadi utarakan bahwa kehadiran saya ini sudah garis tangan dan suratan takdir," ujarnya.

Puti mengaku siap mengabdikan diri di Jawa Timur. Majunya di Pilgub Jatim juga bagian dari sejarah yang tidak bisa ditinggalkan.

"Bagaimana dahulu kakek saya, Bung Karno, bersama pendiri dari Nahdlatul Ulama Kiai Hasyim Asy'ari. Bagaimana hubungan mereka merajut suatu pergerakan untuk kemerdekaan bangsa ini," tutur Puti.

"Dan hari ini merupakan suatu penghormatan ketika Gus Ipul meminta saya mendampingi sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur," tambah dia, yang disambut teriakan selawat Nabi Muhammad SAW.

Puti menyebut kehadirannya sebagai pasangan Gus Ipul sebagai simbol nasionalis religius. Pemilihan anggota DPR ini sebagai wakil untuk Gus Ipul dilakukan last minute, di akhir pendaftaran KPU.

"Kita tunjukkan bahwa kebersamaan sebagai bangsa Indonesia yang nasionalis religius ini bisa membangun Indonesia lebih maju ke depan dengan kegotongroyongan kita," ungkap Puti.

Gus Ipul turut mendampingi Puti, yang menemui para kiai dan bu nyai. Selain Risma, turut hadir dalam acara ini Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, Ketua DPD PDIP Kusnadi, Sekretaris Sri Untari, dan fungsionaris PDIP lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para kiai dan bu nyai. Dia meminta doa restu akan perjuangannya dan Puti di Pilgub Jatim.

"Saya memohon dukungan doa kepada para kiai dan bu nyai agar kami berdua ke depan bisa mewujudkan cita-cita perjuangan dari para pendiri bangsa. Cita-cita perjuangan dari KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, cita-cita perjuangan Bung Karno," tutur Gus Ipul.

Setelah bertemu dengan para kiai dan bu nyai, Gus Ipul-Puti akan menuju KPUD Jatim untuk mendaftar. Pasangan ini diusung oleh PKB, PDIP, PKS, dan Gerindra. (dji/det/tir/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>