Risma Tolak Ikut Penjaringan PDIP

Selasa, 13 Juni 2017  19:50

Risma Tolak Ikut Penjaringan PDIP

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dipastikan tak masuk dalam penjaringan calon gubernur Jawa Timur yang dilakukan PDIP. Kepastian itu diperoleh, setelah Risma menolak mengambil formulir pendaftaran cagub hingga berakhirnya jangka waktu penjaringan kemarin.
 
"Saya sudah berkomunikasi lewat telepon dengan bu Risma. Saat ini posisi bu Risma di Jakarta. Bu Risma mengatakan bersikukuh untuk tidak mengambil formulir pendaftaran calon gubernur," kata orang dekat Risma yang juga pernah menjadi juru bicara saat Pilkada Surabaya 2015 Didik Prasetiyono di Surabaya, Selasa (13/6/2017).
 
Menurut Didik, DPD PDI Perjuangan Jatim telah mengirim surat kepada Tri Rismaharini bernomor 119/EKS/DPD/VI/2017 pada 12 Juni 2017. Surat tersebut ditandatangani Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi dan Sekretaris DPD Sri Untari Bisowarno yang isinya bahwa nama Risma masuk dalam penjaringan yang dilakukan oleh DPD PDI Perjuangan Jatim.
 
"Surat tersebut juga memberitahukan jadwal pengambilan formulir di DPD PDI Perjuangan Jatim sesuai yang telah dimuat di media massa," kata Komisaris PT SIER ini.
 
Surat tersebut, lanjut dia, telah disampaikan kepada Tri Rismaharini, namun Risma bersikukuh untuk tidak mengambil formulir pendaftaran calon gubernur / calon wakil gubernur di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.
 
Risma menegaskan mandat yang diperolehnya dari rakyat Surabaya untuk memimpin kota ini yang karena itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Selain itu juga mengingat pula agenda-agenda pembangunan Kota Surabaya masih banyak yang belum tuntas.
 
Risma juga mengatakan dirinya telah bertemu Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Ia mendapatkan arahan-arahan khusus yang harus diperhatikan dan ditaati.
 
Arahan Megawati itu seiring dengan kata hati Risma yang sama sekali tidak menginginkan jabatan sebagai gubernur atau wakil gubernur. Ia menilai, posisinya yang paling tepat saat ini adalah menjalankan mandat sebaik-baiknya sebagai wali kota Surabaya.
 
"Dengan demikian, selesai sudah seluruh teka-teki apakah Risma akan mengambil formulir pendapatan calon gubernur-calob wakil gubernur. Sudah dipastikan Risma tidak akan menempuh jalan itu," katanya.
 
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya juga menyatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan ketidakbersediaannya untuk dicalonkan sebagai bakal Calon Gubernur Jatim kepada Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri.
 
"Bu Mega sudah setuju bukan saya," kata Risma saat menggelar jumpa pers beberapa waktu lalu.
Risma mengatakan menjadi pemimpin itu berat tanggung jawabnya, meskipun menurutnya orang lain menilai ia mampu untuk mengemban tugas itu. "Saya bisa bangun kota ini jadi bagus, tapi masyarakatnya menangis, menderita," katanya.
 
Khofifah 
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku belum memutuskan sikap untuk maju di Pilkada Jawa Timur (Jatim). Saat ditanya apakah akan kembali maju untuk ketiga kalinya di Pilkada Jatim, ia menjawab masih sibuk menyelesaikan tugasnya di Kementerian Sosial (Kemensos).
 
"Sek (sebentar). Aku ngurusi Kemensos dulu. Kalau udah tahu dinamika berikutnya ya," ujar Khofifah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).
 
Khofifah mengaku selama ini terus berkomunikasi dengan sejumlah pimpinan partai politik. Ia mengaku berteman dengan semua pimpinan partai.
 
Khofifah menambahkan, banyak pihak di lapangan yang bersedia jadi relawan jika dia memutuskan kembali maju di Pilkada Jatim.
 
"Justru respons yang mau jadi relawan banyak sekali. Ada beberapa kiai kampung yang ke Jakarta. Banyak sih yang mengkonfirmasi. Aku pemetaan dulu deh. Bahasaku itu aku check sound," tutur Khofifah lantas tertawa.
 
Nama Khofifah muncul dalam rilis survei Pilkada Jatim 2018. Ia menempati posisi ketiga setelah Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
 
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 19-25 Mei 2017, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, memiliki elektabilitas tertinggi pada Pilkada Jawa Timur 2018.
 
Menurut Hanta, elektabilitas Gus Ipul mencapai 32,29 persen. Sementara tiga kandidat lainnya yakni Tri Rismaharini di urutan kedua dengan 27,08 persen, Khofifah Indar Parawansa 19,11 persen dan Abdullah Azwar Anas 8,47 persen.
"Jika Pilkada Jawa Timur dilaksanakan sekarang, maka Saifullah Yusuf berpotensi unggul menjadi gubernur," ujar Hanta saat peluncuran hasil survei 'Menakar Kandidat Potensial Pilkada Jawa Timur 2018', di bilangan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/6/2017).
 
Masukan NU 
Dari Senayan dilaporkan, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan partainya akan meminta masukan Nahdlatul Ulama (NU) terkait Pilkada Jawa Timur. Hal ini menyesuaikan historis politik PDIP di Jawa Timur yang menempatkan NU dalam kebijakan strategis.
 
Masukan dari NU diperlukan karena untuk mencermati dinamika politik yang terjadi sampai sekarang.
"Tetapi untuk Jawa Timur sesuai dengan historis dan kultural dan juga aspek sosiologis PDIP menempatkan NU untuk memberikan masukan-masukan terkait pilkada Jawa Timur. Sehingga kami mendorong proses-proses kerja sama strategis terkait hal tersebut lebih-lebih dengan mencermati dinamika politik saat ini," kata Hasto di gedung DPR, Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.
 
Ia menekankan meski meminta masukan dari NU, namun PDIP memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pasangan calon untuk bisa didukung partainya. Tapi, sejauh ini, PDIP masih belum memutuskan nama yang diusung karena masih dalam proses penjaringan yang diawali dengan pendaftaran.
 
"Kita baru bicara soal bagaimana Jawa Timur tidak bisa dilepaskan antara warga Nahdliyin dan juga basis PDIP. Sehingga didorong kerja sama antara PDIP yang kemudian punya sebuah intensif untuk terus menerus melakukan dialog dan mendengar masukan dari NU," kata Hasto.
 
Ia menambahkan ruang dialog untuk mencari calon yang terbaik untuk Jawa Timur masih terbuka lebar. Terkait nama-nama yang muncul mulai dari Saifullah Yusuf atau Gus Ipul hingga Tri Rismaharini ditegaskan bahwa belum ada keputusan apapun dari partainya. (oke/det/tit)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>