Sandi Pindah Markas ke Jateng, PDIP: ‘Lu Jual Gue Beli’

Rabu, 09 Desember 2018  18:16

Sandi Pindah Markas ke Jateng, PDIP: ‘Lu Jual Gue Beli’

Eva Kusuma Sundari

Jakarta (BM) - Sandiaga Uno akan memindahkan pokso pemenangannya dari Jakarta ke Jawa Tengah. Rencana itu akan direalisasikan pada awal tahun 2019. Strategi ini, agar mampu meraih suara sebanyak-banyaknya di wilayah yang dikenal sebagai kandang banteng tersebut.

Menyikapi hal itu, PDI Perjuangan siap 'melayani' kompetitornya itu. "Jika PS mindah ke Jateng, kita melayani. Ibaratnya, lu jual gue beli," kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, Minggu (9/12/2018).

Eva mengatakan pihaknya siap merespons balik serangan lawan. Menurutnya, pertahanan terbaik adalah dengan menyerang.

"Selain kita akan menggandakan pertahanan, kita akan merespons balik serangan lawan. Kita siap menyambut dan menyerang juga. Pertahanan terbaik kan dengan menyerang," ucap Eva.

Eva mengatakan biasanya posko pemenangan didirikan merata di tiap kantong suara. Sistem itu juga berlaku di PDIP.

"Posko pemenangan itu merata di semua yang ada suaranya, tugasnya adalah pengorganisasian suara setempat. PDIP memberlakukan satu suara pun penting dan masing-masing posko tugasnya adalah menang sebanyak-banyaknya," ucap Eva.

Sebelumnya diberitakan, Sandi akan memindahkan posko pemenangannya untuk menjaring suara lebih banyak di wilayah Jateng. Beberapa alasan Sandiaga memindahkan posko ke Jateng antara lain jumlah pemilih yang besar dan untuk mendulang suara lebih banyak di kandang banteng tersebut.

"Prabowo-Sandi menyadari, Jateng adalah medan yang menantang, dan pengalaman Pilpres 2014, kekalahan Prabowo di Jateng besar. Karena itu, Jateng menjadi perhatian khusus. Sudah dipertimbangkan kemungkinan Pak Sandi akan pindahkan pos pemenangan di Jateng," ungkap anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said.     

Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said menerangkan, pemindahan posko pemenangan Sandi, rencananya akan dipindah pada Januari 2019. Namun sejauh ini belum ditentukan kota mana yang akab dijadikan posko tersebut.

Sudirman Said lebih lanjut menjelaskan, pemindahan posko ini merupakan bentuk perhatian khusus pasangan Prabowo Sandi terhadap provinsi ini. Langkah ini sekaligus sebagai strategi meraih suara lebih banyak dalam pilpres 2019 di Jateng.

Secara otomatis, dengan perpindahan posko di Jateng, Sandiaga akan banyak turun ke kabupaten dan kota di provinsi ini. Dengan perhatian Sandi yang lebih besar di wilayah Jateng, Sudirman meyakini persentase perolehan suara pasangan nomor 02 akan lebih besar dari hasil Pilgub Jateng.

"Jateng merupakan provinsi penting yang harus dimenangkan pasangan Prabowo-Sandi," imbuh Sudirman Said.

Sudirman mengungkapkan, hasil Pilgub Jateng 2018 yang diperolehnya sebesar 41,23 persen merupakan modal yang harus dijaga dan dipertahankan. Itu sebabnya, dirinya diminta bertanggung jawab untuk menjaga, bahkan meningkatkan suara di Jateng.

"Saya meyakini hasilnya akan lebih baik dari hasil Pilgub. Karena Sandi akan lebih banyak turun menyapa masyarakat Jateng," imbuh Sudirman.

Sudirman mengungkapkan, Pilpres 2014 lalu secara nasional Prabowo kalah sekitar 8 juta suara. Sebanyak 6 juta suara di antaranya didulang Jokowi dari Jateng. Menurutnya jika persentase perolehan suara pasangan 02 nanti seperti pada Pilgub Jateng kemarin, maka pasangan Prabowo Sandi akan menang.

Sementara, anggota Tim Pemenangan Prabowo Sandi Wilayah Jateng, Wahyudin Nor Aly menyambut baik rencana tersebut. Strategi ini kata Wahyudin diibaratkan energi baru bagi tim pemenangan di daerah. Mengingat jumlah pemilih di Jateng tergolong besar.

"Dengan jumlah penduduk sekitar 35 juta dan jumlah pemilih 26 juta Jateng otomatis menjadi incaran bagi para kontestan pemilu. Perlu kerja keras untuk bisa meraih suara di wilayah Jateng," ujar Wahyudin.

Menurutnya, sebagai wilayah yang memiliki potensi pemilih yang besar, warga Jateng saat ini masih menyandang sebagai salah satu wilayah termiskin di Indonesia. Untuk itu, dengan jumlah pemilih yang besar itulah, warga Jateng bisa menjadi penentu kemenangan.

 

Bukan Serang Jokowi

Partai Gerindra menepis adanya anggapan, pihaknya akan melakukan serangan-serangan di Jawa Tengah. "Rencana Bang Sandi memindahkan posko pemenangan bukan untuk menyerang Pak Jokowi. Kita punya konsep yang berbeda," ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, Minggu (9/12/2018).

"Kalau PDIP kan menganggap ini penyerangan atau lu jual gue beli, kalau kita tidak," tegas Andre.

Andre membeberkan sejumlah hal yang akan ditawarkan Prabowo-Sandi ketika bermarkas di Jateng. Namun tawaran itu, disebut Andre, juga berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kita datang ke Jateng untuk menawarkan perubahan. Kita menawarkan bagaimana masyarakat Jawa Tengah dan seluruh Indonesia ekonominya meningkat. Intinya, yang kami tawarkan perbaikan ekonomi. Jadi kami beda konsep dengan PDIP. Kalau kami ini adalah upaya bersama-sama melakukan perubahan nasib bangsa, memperbaiki ekonomi dengan memindahkan posko ke Jateng. Harapan kami, Jateng dan seluruh Indonesia bisa ekonominya bangkit," tegas Andre.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu menyebut niat pasangan calon nomor 02 pada Pilpres 2019 sangat baik untuk kepentingan rakyat.

"Bagaimanapun, Pak Prabowo dan Bang Sandi maju jadi capres-cawapres untuk memperbaiki nasib bangsa," sebut dia. (det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>