Sapa Petani Mojokerto, Prabowo Tekankan Kedaulatan Bangsa

Senin, 24 Februari 2019  18:33

Sapa Petani Mojokerto, Prabowo Tekankan Kedaulatan Bangsa

Prabowo Subianto menyapa ratusan petani di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (24/2).

SURABAYA (BM) - Calon presiden (Capres) nomer 2 Prabowo Subianto melakukan safari politik di Jawa Timur. Salah satunya menggelar pertemuan dan dialog dengan kelompok-kelompok tani di Gedung Olahraga dan Kesenian Majapahit (GOR), Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Minggu (24/2).

Dalam pertemuan itu, Mantan Danjen Kopassus ini mendengarkan unek-unek dari para petani. Di antaranya, keluhan adanya impor garam, impor gula dan jagung di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Salah satu petani bernama Joko Santoso menyampaikan keluhannya kepada pemerintah sekarang ini yang tetap melakukan impor beberapa komoditi pertanian. Padahal produksi pertanian seperti garam dan gula surplus.

"Garam kita surplus, gula kita surplus, tapi tetap saja impor. Itu sama saja membunuh petani," kata Joko Santoso.

Joko berharap agar Prabowo membantu para petani. Supaya pemerintah tidak melakukan impor disaat hasil panen petani melimpah. Ini supaya petani tidak merugi. Sebab, setiap panen, petani selalu menjadi korban kebijakan impor pemerintah.

Sementara dalam orasinya, Prabowo berjanji jika dirinya terpilih akan tidak akan mengeluarkan kebijakan impor bahan pangan. Utamanya saat panen raya. Sehingga akan merugikan petani.

"Saya mengucapkan terima kasih atas penyampaian aspirasi dari perwakilan petani yang saya ingin dengarkan langsung," kata Prabowo di Mojokerto.

Ia mengemukakan, sedikit banyak sudah mengetahui perihal permasalahan para petani. Sebab, ia sudah lebih dua periode diri menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan sekarang masih sebagai dewan pembinanya.

"Saya sedih, ekonomi sekarang ini. Karena tidak hanya petani saja, di hampir semua bidang perekonomian sekarang ini dalam keadaan prihatin dan tidak baik. Karena itu, saya tidak rela lihat negara saya seperti ini," katanya saat menyampaikan orasi kebangsaan.

Kata Prabowo, tidak ada negara yang kuat, merdeka dan berdaulat jika tidak mampu menyiapkan pangan sendiri dari rakyatnya. Untuk itu, Prabowo berjanji akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro dengan petani.

"Saya bersumpah kepada petani Indonesia, saya tidak akan istirahat sebelum petani-petani kita bisa senyum setelah panen," jelas capres nomor urut 02 yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu.

Di hadapan ratusan petani, Prabowo bersumpah yang disampaikan itu bukan bualan belaka. Ia sudah mengumpulkan para pakar pertanian dan ekonomi guna menyiapkan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan para petani.

"Saya sudah kumpulkan pakar-pakar, otak-otak terbaik bangsa kita. Kami sudah menghitung, kita akan menyiapkan pupuk berapapun yang dibutuhkan petani. Kami akan menjamin harga produksi petani, sehingga petani tidak akan rugi, berapapun (anggaran) yang dibutuhkan," jelasnya.

"Buat apa pemerintah kalau tidak berani membela rakyat sendiri. Karenanya, pada 17 April 2019 mendatang mari bersama-sama merebut kembali kedaulatan bangsa dan rakyat Indonesia," ucap Prabowo disambut riuh teriakan 'Prabowo Presiden' dan tepuk tangan para petani di Mojokerto, Minggu (24/2).

Dialog Kebangsaan Capres Prabowo dengan Asosisasi Petani, Kelompok Tani dan Peternak ini digelar di GOR Kesenian Majapahit, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto. Ada ratusan petani tebu, jagung dan garam yang hadir.

"Tidak usah berharap, ini perjuangan. Kalau Saudara-Saudara merasa tidak adil dan makmur. Mari kita rebut bersama," tegas Prabowo.

Sebelumnya mantan danjen Kopassus itu bersilaturahmi dengan kiai, habib, dan ulama di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Pacet, Mojokerto.

 

Jangan Pernah Takut

Calon Presiden Prabowo Subianto sempat bertemu dengan Suhartono atau Nono. Pertemuan keduanya berlangsung setelah Prabowo bertemu dengan ulama dan tokoh cendekiawan di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Pacet, Mojokerto.

Nono merupakan simpatisan Prabowo-Sandiaga yang menjabat sebagai Kepala Desa Sampang Agung, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Dia terbukti bersalah karena mendukungnya dan di penjara selama dua bulan di Lapas Mojokerto pada 19 Desember 2018.

Prabowo menyatakan apresiasi ke Nono lantaran telah berani mendukungnya meskipun berhadapan dengan masalah hukum.

"Terima kasih atas semangatmu, terus semangat dalam mengungkapkan kebenaran. Jangan pernah takut karena Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT selalu melindungi kita semua," kata Prabowo lewat siaran pers, Minggu (24/2).

Nono mengucapkan terima kasih kepada Prabowo. "Terima kasih banyak pak, terima kasih," ucap Nono.

 

Syair KH Mahfudz

Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Mojokerto, KH Mahfudz Syaubari mengumandangkan syair kebangsaan saat kunjungan Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu malam (23/2).

Syair tersebut ditulis kiai Mahfudz pada tahun 2014 lalu dalam dua bahasa yakni Arab dan Indonesia.

Kiai Mahfudz juga dikenal sebagai wirausahawan dan berjiwa seniman. Syair gubahannya dimaksudkan agar setiap elemen bangsa saling bahu membahu tanpa memandang pangkat dan jabatan dengan berpedoman pada petunjuk Allah SWT.

"Dalam negeri kaya yang kita cintai, cinta tanah air harus mengembangkan kekayaan alam di berbagai bidang. Berdiri sendiri dan mempertahankan daulat kebangsaan dan kenegaraan. Lautan kita luas dalam nan lepas ayo dijaga biar tidak terampas. Subur tanahnya macam-macam isinya ayo dikelola jangan sia-sia. Pancasila asas bangsa bernegara, UUD 45 pijakan kita. NKRI wajib kita pertahankan, sumpah pemuda tuk tekad perjuangan. Bhineka Tunggal Ika persaudaraan, saling hormat menjaga hak kewajiban. Bersama-sama menggapai cita-cita sebagai bangsa adil makmur sentosa," demikian isi syair kebangsaan yang dibacakan kiai Mahfudz di hadapan Prabowo.

Prabowo mengaku sangat terkesan dengan isi dan makna syair gubahan kiai Mahfudz tersebut.

"Saya sangat terharu karena ini dibuat lima tahun yang lalu, kalau dengar ini, dan tanpa koordinasi Pak, saya sebelumnya belum pernah terima ini, belum pernah dikasih ini, belum pernah mendengar Syi'ir kebangsaan ini. Tapi kalau dengar pidato kebangsaan saya saat di Jakarta Convention Center beberapa waktu lalu, saya kira itu hampir 90 persen ada di syair ini," ujar Prabowo.

"Nampaknya sudah ada yang atur, jadi syairnya dibuat di sini lima tahun lalu, mungkin tidak tahu pakai frekuensi apa tapi masuk ke hati dan kalbu saya Pak  kiai. Ini luar biasa," Prabowo menambahkan.

Memaknai isi syair kebangsaan, menurut Prabowo, usaha-usaha yang ingin memecah belah umat beragama dan menggambarkan islam itu radikal, serta tidak nasionalis sudah otomatis terbantahkan. Justru, lanjut Prabowo, syair ini menambah semangat nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Gerakan Islam, tokoh-tokoh Islam ratusan tahun selalu membela rakyat, selalu membela kedaulatan, selalu melawan penjajah di mana-mana. Bahkan tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan itu bisa dikatakan mereka sulit dipisahkan dari kiai dan ulama," paparnya.

Demikian juga dengan perang kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, Prabowo menjelaskan bahwa meski pembacaan proklamasi kemerdekaannya berada di Jakarta, tetapi ujian mempertahankan kemerdekaannya berada di Surabaya Jawa Timur pada 10 November 1945.

"Dan itu peran dari para ulama dan sungguh sangat besar dengan resolusi jihad yang dikeluarkan oleh para ulama Nahdlatul Ulama untuk membangkitkan perlawanan rakyat. Jadi saya terima kasih malam ini pencerahan bagi saya, malam ini membangkitkan dan memperkokoh keyakinan saya dan memberi energi kepada saya," tandasnya. (rmo/mer/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>