SBY Kampanyekan Prabowo Maret, Ini Alasannya

Selasa, 20 November 2018  17:04

SBY Kampanyekan Prabowo Maret, Ini Alasannya

SBY dan Prabowo

Jakarta (BM) - Ketum Susilo Bambang Yudhoyono akan mengampanyekan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Maret tahun depan. Mengapa harus di bulan Maret?

"Kenapa harus Maret? Pertama, itu masuk kampanye resmi pilpres. Jadi kampanye besar pilpres saat yang tepat," kata Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief saat dikonfirmasi, Selasa (20/11/2018).

Andi membeberkan alasan lain mengapa SBY mengampanyekan Prabowo-Sandi pada Maret 2019. Salah satu alasannya terkait dengan persiapan partai untuk pemilihan legislatif.

"Kedua, memastikan capres dan cawapres terus bekerja dalam 4 bulan ini agar elektabilitas naik. Capres dan cawapreslah yang sangat menentukan suara. Ketiga, tidak mengganggu konsolidasi partai pengusung mempersiapkan pilegnya. Karena dua medan pertempuran yang berbeda," sebut Andi.

Dia yakin SBY beserta Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan memberi dampak elektoral berarti bagi Prabowo-Sandi. Andi membanggakan sosok SBY-AHY.

"Figur SBY dan AHY yang kesukaan masyarakat pada mereka berdua cukup tinggi, memungkinkan mereka memberi endorsment nantinya. Endorsment ini yang akan didengar rakyat yang akan mempengaruhi undecided voters. Di samping itu bukan tidak mungkin akan mempengaruhi mereka yang ingin ganti presiden untuk memilih Prabowo-Sandi. Karena ada gejala bisa terjadi golput yang cukup besar," jelas Andi.

"Prinsipnya, SBY dan AHY menghormati super starnya Prabowo untuk berkampanye habis-habisan. Prabowolah yang akan menentukan kemenangan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wasekjen PD Rachland Nashidik menjelaskan bahwa partainya berkomitmen memenangkan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Untuk itu, SBY mulai Maret 2019 akan turut mengampanyekan Prabowo.

"Pak SBY akan turun. Bulan Maret (2019) nanti dia akan turun untuk mengampanyekan Pak Prabowo," ujar Rachland kepada wartawan di Yogyakarta, Minggu (18/11).

 

Jagoan Belakangan

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut SBY sangat paham dengan istilah 'jagoan belakangan'. "Nggak mepet, justru pas karena strategi kami full speed di Maret 2019. Sehari umur politik itu panjang. Pak SBY paham bahwa jagoan turun belakangan," ujar Mardani kepada wartawan, Selasa (20/11/2018).

Mardani menegaskan, komunikasi dengan Demokrat berjalan baik. Badan Pemenangan Nasional (BPN), disebut Mardani, sedang mengatur irama berkampanye.

"Dan komunikasi kami jalan baik dengan Demokrat. Koalisi Prabowo-Sandi belajar untuk mengatur ritme kampanye sesuai dengan strategi. Fokus sekarang membangun kekuatan pasukan darat dan teritori," sebut Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi itu.

Sementara itu, Partai Gerindra mengapresiasi sikap tersebut sembari menyebut tak ada kata telat dalam perjuangan. "Soal Pak SBY yang akan turun bulan Maret, kami Partai Gerindra mengapresiasi dan menghormati keputusan Pak SBY dan Partai Demokrat. Tentu, harapan kami, turunnya Pak SBY di bulan Maret ini bisa membantu kemenangan Prabowo dan Sandi," ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade saat dihubungi, Selasa (20/11/2018).

Andre menegaskan, periode Maret hingga 17 April 2019, hari pencoblosan Pilpres, merupakan waktu yang cukup panjang. Yang penting, lanjutnya, semuanya berjuang memenangkan Prabowo-Sandi.

"Kalaupun soal terlambat atau tidak, tentu tidak ada kata terlambat dalam perjuangan, ya. Kan sebelum 17 April tentu masih ada ruang untuk bekerja keras untuk pemenangan Prabowo-Sandi," tegas Andre.

 

SBY Master of Kungfu

Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini mendapat julukan baru, 'master of kungfu'. Julukan itu muncul setelah SBY disebut-sebut baru akan mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebulan menjelang pencoblosan Pilpres 2019.

"Pak SBY itu jagoan. Kesatria yang sudah sering tanding, apalagi selalu menang, mau lama, mau bentar, saya rasa tidak terlalu berpengaruh," kata Wasekjen PAN Faldo Maldini kepada wartawan, Senin (19/11/2018).

"Bang Sandi kan strateginya turun terus ke banyak titik dari awal, kalau 'master of kungfu' kayak Pak SBY, semua politikus tabik sama beliau. (Kampanye) seminggu saja sudah menggetarkan itu, apalagi sebulan. Guru politiknya semua politikus beliau itu," sambung dia.

Reaksi optimistis juga disampaikan jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak. SBY dinilai berpengalaman.

"Pak SBY itu politisi paling sukses hari ini. Beliau sudah berpengalaman memimpin Indonesia 10 tahun, dan itu pemilu langsung. Dan kemudian dia juga berpengalaman di banyak kompetisi politik," kata Dahnil.

Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, lantas berterima kasih jika SBY benar-benar mau 'turun gunung' pada Maret 2019. Djoko tak mempermasalahkan waktu yang dipilih presiden ke-6 RI itu.

"Oh nggak (masalah). Semua itu... sudah mau (kampanye) Januari, mau Maret silakan. Kapal ini, kapal BPN ini sudah saya desain tahan ombak," ujar Djoko kepada wartawan di Posko Pemenangan Prabowo-Sandi di Gayam, Kota Yogyakarta.

Cawapres Sandiaga Uno memandang ada strategi yang dipikirkan SBY sehingga baru akan mengampanyekan dirinya pada Maret 2019. Menurut Sandi, SBY pasti memikirkan momentum yang tepat.

"Menurut saya, itu adalah strategi yang luar bisa. SBY ini kan ahli sekali strategi, jadi dia tahu kapan momentumnya," kata Sandiaga saat bertemu dengan warga di Wonosobo. (det/mer/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>