Survei Indo Barometer: Jokowi 40,7%, Prabowo 19,7%

Selasa, 22 Mei 2018  17:53

Survei Indo Barometer: Jokowi 40,7%, Prabowo 19,7%

Rilis survei Indo Barometer di Jakarta, Selasa (22/5).

Jakarta (BM) - Indo Barometer merilis hasil survei terkait elektabilitas calon presiden pada Pilpres 2019. Hasilnya, elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) masih unggul, disusul rival terberatnya Prabowo Subianto.

Survei dilakukan pada 15-22 April 2018 di 34 provinsi. Survei dilakukan kepada 1.200 responden, dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei +- 2,83%, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Simulasi dilakukan dengan pertanyaan terbuka. Pertanyaan yang diajukan adalah, 'Seandainya pemilihan presiden dilakukan hari ini, siapa yang akan Bapak/Ibu pilih sebagai presiden?'

"Hasilnya, Joko Widodo unggul dengan 40,7%. Kemudian disusul Prabowo Subianto dengan perolehan 19,7%," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, dalam paparannya, di Hotel Atlet Century, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

Selanjutnya, posisi ketiga diisi oleh Gatot dengan 2,7 persen. Kemudian disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Jusuf Kalla, Tuan Guru Bajang (TGB), Hary Tanoesoedibjo, dan Ridwal Kamil.

"Ada juga nama Basuki Tjahaja Purnama, Ahok, dengan perolehan suara 0,9%. Kemudian, ada Megawati Soekarnoputri, Muhaimin Iskandar, Tri Rismaharini, SBY. Kalau ada yang masih menyebut Pak SBY, harap maklum, karena ini top of mind. Ada juga nama Habib Rizieq dengan 0,1% dan juga nama-nama lainnya," katanya.

Hadir sebagai narasumber Waketum Gerindra Ferry Juliantono, Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo, Sekjen DPP Demokrat Hinca Panjaitan, dan politikus PDIP Maruarar Sirait.

Berikut ini hasil survei Indo Barometer tersebut:

Joko Widodo (Jokowi): 40,7% ; Prabowo Subianto: 19,7%  ; Gatot Nurmantyo: 2,7% ; Anies Baswedan: 2,4% ; Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 2,0% ; Jusuf Kalla: 1,2% ; TGB: 1,0% ; Hary Tanoe: 1,0% ; Ridwan Kamil: 1,0% ; Basuki Tjahaja Purnama: 0,9% ;

Megawati Soekarnoputri: 0,7% ; Muhaimin Iskandar (Cak Imin): 0,5% ; Tri Rismaharini: 0,5% ; SBY: 0,5% ; Sri Mulyani: 0,5% ; Mahfud MD: 0,5% ; Khofifah: 0,5% ; Sohibul Iman: 0,3% ; Susi Pudjiastuti: 0,3% ; Zulkifli Hasan: 0,3% ; Ganjar Pranowo: 0,2% ;

Habib Rizieq: 0,1% ; Emha Ainun Nadjib: 0,1% ; Soeharto: 0,1% ; Try Sutrisno: 0,1% ; Airlangga Hartarto: 0,1% ; Siapa saja asalkan amanah: 0,5% ; Lainnya: 1,6% ; Belum memutuskan: 5,0% ; Rahasia: 4,8% ; Belum ada pilihan: 2,0% ; Undecided voters: 9,7%

Elektabilitas Tommy

Indo Barometer sebelumnya juga mengeluarkan rilis hasil survei soal 7 Presiden RI yang dianggap sukses dalam menjalankan tugasnya. Menempati peringkat tertinggi adalah Presiden ke-2 RI,  Soeharto.

Namun, tingkat kepuasan terhadap Soeharto tersebut tak berbanding lurus dengan elektabilitas putranya, Hutomo Mandala Putra atau lebih dikenal Tommy Soeharto.

“Banyak yang menganggap Pak Harto berhasil, tapi tidak diikuti dengan peringkat Tomy Soeharto sebagai calon presiden atau tokoh yang hanya meraih 0,1 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di Hotel Atlet Century, Jakarta, Selasa, (22/5).

Qodari menambahkan, akan lain jika Soeharto yang ikut pemilu dan mendirikan partai. Menurutnya modal sosial yang ada di diri Soeharto belum termanifestasikan ke anaknya, yakni Tommy Soeharto yang kini menjadi Ketua Umum Partai Berkarya.

“Dulu di tahun 2004, Mbak Tutut juga mendirikan partai dan menggunakan jargon Pak Harto tapi tetap belum bisa ngangkat,” terang Qodari.

Ia menganalogikan pemilu Malaysia dengan fenomena menangnya Mahathir Mohammad.

“Coba kalau anaknya Mahathir Mohammad belum tentu menang, tapi kalau sekarang Pak Harto yang ikut pemilu lagi tidak mungkin,” pungkasnya.

Pengumpulan data dilakukan pada 15-22 April 2018 di 34 Provinsi, dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling.

Jumlah sampel 1.200 responden dengan margin of error 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Polling Fadli Zon

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengadakan polling calon presiden 2019 di akun Twitter miliknya @fadlizon, Senin (21/5) malam.

Polling yang berlangsung sekitar lima jam itu, Fadli Zon memberikan dua nama calon yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Survei di bulan Ramadhan, jika pilpres dilakukan sekarang, siapa yg Anda pilih?" tulis Fadli Zon.

Hasilnya, Fadli Zon mengumumkan pemenang polling capres yang ia buat. Prabowo mendapat 78 persen sedangkan jokowi hanya mendapat 22 persen.

Dilihat dari Twitter Fadli Zon, polling tersebut diikuti 18,660 netizen atau pengguna internet. (det/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>