Survei Internal: Jokowi-Maruf 56%, Prabowo-Sandi di Atas 40%

Selasa, 05 Februari 2019  19:48

Survei Internal: Jokowi-Maruf 56%, Prabowo-Sandi di Atas 40%

Jakarta (BM) - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin membuka ‘rahasia’ hasil survei internal pasangan calon nomor urut 01 itu. Elektabiltas Jokowi-Ma'ruf disebut berada di kisaran 56 persen. "Di kisaran angka 56, itu terbaru," ujar Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding, Selasa (5/2/2019).

Dari elektabilitas tersebut, survei internal sambung Karding juga menunjukkan posisi Jokowi-Ma'ruf unggul tipis dibanding Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jakarta.  "Jabar sama, Banten kalah 4 %, Jakarta kami unggul tipis," sebutnya.

Sebelumnya Cawapres Sandiaga Uno mengatakan elektabilitasnya bersama Prabowo Subianto makin memepet rivalnya Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Berdasarkan survei internalnya, Sandiaga menyebut elektabilitasnya sudah di atas 40 persen dan hanya selisih single digit.

"Kalau di (survei) kami sudah sangat ketat. Sudah single digit dan kami cross 40 persen," kata Sandiaga di sebuah kafe Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Sandiaga berkali-kali mengatakan untuk data elektabilitasnya hanya mempercayai hasil survei internal timses. Lantas bagaimana elektabilitas dua capres-cawapres di data 4 survei terakhir?

Dari 4 survei terakhir, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Teranyar, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres Pilpres 2019 pada Rabu (30/1). LSI Denny JA menjabarkan elektabilitas Jokowi unggul dari Prabowo Subianto pascadebat perdana.

"Pascadebat pertama, kenaikan (elektabilitas) kedua pasangan tidak signifikan, Jokowi-Ma'ruf hanya 0,6 persen, sementara Prabowo-Sandi hanya 0,4 persen," kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, di gedung Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (30/1).

Berikut ini elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga berdasarkan hasil 4 survei terakhir:

1. LSI Denny JA

Periode: 18-25 Januari 2019, Metode: multistage random sampling, Responden: 1.200 , Margin of error: 2,8%

Hasil: Jokowi-Ma'ruf: 54,8% (naik 0,6 persen); Prabowo-Sandi: 31% (naik 0,4 persen) ; Rahasia: 14,2%

2. Lembaga Survei Median

Periode: 6-15 Januari 2019, Metode: multistage random sampling, Responden: 1.500, Margin of error: 2,5%

Hasil: Jokowi-Ma'ruf Amin: 47,9%; Prabowo-Sandiaga: 38,7%; Undecided voters: 13,4%

3. Charta Politika

Periode: 22 Desember 2018-8 Januari 2019, Metdoe: multistage random sampling, Responden: 2.000, Margin of error: 2,19%

Hasil: Jokowi-Ma'ruf Amin: 53,2%; Prabowo-Sandiaga: 34,1%; Belum memutuskan/tidak menjawab: 12,7%

4. Y-Publica

Periode: 26 Desember 2018-8 Januari 2019, Metode: multistage random sampling, Responden: 1.200, Margin of error: 2,98%

Hasil: Jokowi-Ma'ruf Amin: 53,5%; Prabowo-Sandiaga: 31,9%; Belum memutuskan/tidak menjawab: 14,6%

 

Anggap Data Palsu

Menanggapi hasil survei itu, tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menyebut Sandiaga kerap membuat narasi data palsu. "Kalau berdasarkan survei internal mereka ya dia bisa saja dia sudah 70 persen, ngomong dia sudah 70 persen. Kan sudah biasa dia membangun diksi-diksi narasi dengan data palsu," ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Selasa (5/2/2019).

Karding tak ingin terbawa narasi soal elektabilitas yang diklaim Sandiaga. Timnya, kata dia, hanya merujuk pada lembaga survei yang sudah melakukan penelitian dan mempublikasi hasilnya ke publik.

"Oleh karena itu, saya kira, kita berdasarkan lembaga-lembaga survei yang ada aja karena itulah yang paling mungkin menjadi rujukan parameter ukuran kita, dan itu yang terpublikasi dalam artian metodologi sampel, siapa sampelnya, yang artinya yang kaidah-kaidah penelitiannya itu berdasarkan prosedur dan protap yang sudah baku yang disepakati dalam dunia survei statistik," katanya.

Bagi Karding, Sandiaga sekadar melakukan framing dengan mengeluarkan pernyataan soal elektabilitas. Alasannya, belum ada survei internal dari kubu pasangan nomor urut 02 tersebut yang dipublikasi.

"Nah, kalau internal sih bukannya saya nggak percaya, tapi lebih banyak pada framing-nya paling," katanya. (det/mer/rmo/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>