Survei Jokowi Unggul Prabowo, Hashim: Selisih 6-11 Persen

Selasa, 06 November 2018  17:30

Survei Jokowi Unggul Prabowo, Hashim: Selisih 6-11 Persen

Djoko Santoso dan Prabowo Subianto dalam satu acara.

Jakarta (BM) – Dalam berbagai survei pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul vs pasangan Prabowo-Sandi. Bahkan survei internal, Prabowo-Sandi juga masih tertinggal. Namun demikian, selisih itu relatif kecil.

Karena ketertinggalan itu, Timses Prabowo diminta bekerja 2 kali lipat menjelang pemungutan suara Pilpres 2019. "Ini kita sudah semakin dekat, maka kita harus bekerja paling nggak dua kali lipatlah. Kan selalu kita yang namanya survei kalah terus, ya itu sebagai warning sajalah," kata Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, saat menjelaskan arahannya kepada Direktur Eksekutif BPN Musa Bangun, di Jl Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Ia mengatakan anggota tim pemenangan BPN Prabowo-Sandi harus meningkatkan semangat dan kerja kerasnya. Djoko mengaku hasil survei internal masih berselisih sedikit dengan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Ya kalau menurut Pak Hashim, selisihnya nggak terlalu besar, kalau bagi saya survei itu nggak terlalu penting. Yang penting kalau kita masuk dibilang kalah, ya kita harus kerja lebih keras lagi," sambungnya.

Sementara itu, Musa mengatakan timses Prabowo sudah sepatutnya bekerja keras untuk memenangkan Prabowo. Salah satu caranya meyakinkan pemilih untuk pemenangan Prabowo-Sandi.

"Namanya tim pemenangan atau badan pemenangan memang harus seperti itu kan. Kita targetnya kan harus menang, memang harus kerja dua-tiga kali lipat," kata Musa.

"Tentunya semua hal kita harus jadi referensi kan, survei tuh salah satu ya kan? Tapi kan kita juga ada kerja-kerja relawan, struktur kita yang sampai bawah. Semuanya kan dianalisa, dikaji seperti itu, karena ini kan masih berjalan waktunya dan itu semua bagian dari evaluasi kerja tim pemenangan," imbuhnya.

 

Selisih Tipis

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim S Djojohadikusumo, berbicara tentang lembaga survei yang mengunggulkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan selisih 20 persen. Hashim menegaskan survei internal pihaknya berbicara lain.

Hashim menegaskan lembaga survei yang kini mengunggulkan Jokowi sama dengan Pilgub DKI Jakarta 2017. Hashim menyebut, di survei internal Gerindra, Jokowi hanya unggul 6-11 persen.

"Saya lihat angkanya, semuanya memprediksi Ahok menang, 53 persen, 54 persen, 55 persen. Semuanya salah. Ahok kalah. Polling yang sama mengatakan Jokowi memimpin dengan selisih 20 persen. Survei internal kita, Jokowi memimpin 6-11 persen. Itu angka internal kita. Jadi bukan 20 persen," ucapnya.

 

Survei Alvara

Sementara itu, Alvara Research Center merilis hasil survei terbaru, yang mengadu elektabilitas pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjelang Pilpres 2019. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo-Sandi.

Survei dilakukan pada periode 8-22 Oktober 2018 terhadap 1.781 responden di 33 provinsi. Alvara tidak melakukan survei di Sulawesi Tengah karena wilayah tersebut sedang ditimpa bencana. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan metode pengambilan sampel secara acak atau multistage random sampling. Margin of error survei 2,37%.

Penyurvei menanyakan para responden dengan satu pertanyaan. Jika pemilu dilakukan hari ini, pasangan capres-cawapres mana yang Anda pilih? Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan selisih 20,2%.

Berikut ini hasil survei elektabilitas yang diselenggarakan Alvara: Jokowi-Ma'ruf 54,1%; Prabowo Sandiaga 33,9%; Belum memutuskan 12,0%.

Untuk elektabilitas partai politik di Indonesia,  PDIP, Partai Gerindra, dan Partai Golkar menjadi tiga besar.

Penyurvei menanyakan para responden dengan satu pertanyaan. Seandainya Pemilu Legislatif (DPR RI) 2019 dilakukan hari ini, partai politik apa yang akan Anda pilih?

Hasilnya, PDIP jadi yang teratas dan dibuntuti Partai Gerindra. Golkar, PKB, dan Partai Demokrat mengekor di urutan ke-3, ke-4, dan ke-5.

Merujuk pada ambang batas parlemen sebesar 4% yang diatur dalam UU Pemilu, hanya 5 partai yang langsung lolos dalam survei Alvara. Namun yang perlu dicatat adalah margin of error survei ini mencapai 2,37% dan masih ada 16,3% responden yang belum menentukan pilihan.

Berikut ini survei elektabilitas partai politik versi Alvara Research Center: PDIP: 29,9%; Gerindra: 18,4% ; Golkar: 9,5% ; PKB: 7,2% ; Demokrat: 6,3% ; NasDem: 3,4% ; PPP: 2,9% ; PKS: 2,2% ; PAN: 1,6% ; Perindo: 1,3% ; Hanura: 0,6% ; PBB: 0,3% ; PKPI: 0,1% ; PSI: 0,1% ; Berkarya: 0,1% . Garuda: - ; Belum memutuskan: 16,3%. (rmo/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>