Survei LSI Jokowi Unggul, Sandi Percaya Internal

Rabu, 22 Agustus 2018  17:15

Survei LSI Jokowi Unggul, Sandi Percaya Internal

JAKARTA (BM) – LSI Denny JA merilis survei terbarunya, dengan hasil menempatkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin mengungguli pasangan Prabowo-Sandi dengan angka telak. Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin memperoleh suara 52,2 persen, dan Prabowo-Sandi mengantongi 29,5 persen, sementara 18,3 persen responden masih merahasiakan pilihan atau belum memilih.

Menanggapi hasil survei tersebuit, Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menganggap sebagai penyemangat untuk meningkatkan elektabilitas. "Terima kasih hasil surveinya. Ini menambah semangat kami dan kami harapkan perjuangan delapan bulan ini mulai dengan angka hampir 30 persen itu," kata Sandi saat ditanya wartawan usau Salat Idul Adha di Monumen Perjuangan, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (22/8).

Sandi bersama capresnya Prabowo Subianto optimis memenangkan Pilpres 2019 karena melihat keinginan dari masyarakat adanya pemerintahan yang kuat dan yang baru.

Hasil jajak pendapat LSI menyatakan pasangan dari kubu oposisi kalah telak di lima kelompok suara seperti pemilih muslim, nonmuslim, suara wong cilik, pemilih emak-emak, dan milenial. Prabowo-Sandi hanya menang di satu kelompok pemilih, yakni dari kaum terpelajar.

Menurut Sandi, jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga survei hanya sebagai alat untuk menggiring opini publik untuk memilih pasangan calon tertentu.

"Survei itu kan biasa untuk menggiring opini, teman-teman tahu itu. Waktu LSI di Pilkada DKI 2017 bisa dilihat di ujungnya berapa dan hasilnya seperti apa," ujar Sandi yang belum lama mengundurkan diri dari wakil gubernur DKI.

Sandi mengaku lebih percaya dengan hasil survei internal yang dilakukan oleh timnya yang angkanya jauh di atas rilis LSI. Survei itu mereka lakukan hanya untuk menyerap aspirasi rakyat.

"Saya punya survei yang tidak pernah dirilis, karena survei bagi kami memastikan strategi kita betul, tangkap aspirasi masyarakat, dan angka survei kita jauh dari yang diumumkan," tutupnya.

Seperti diketahui, PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru pasangan bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024.

Peneliti senior LSI Denny JA Adjie Alfarabi mengungkapkan, Jokowi-Ma'ruf dipilih oleh 52,2 persen responden. Sementara elektabilitas Prabowo-Sandiaga 29,5 Persen. Adapun responden yang tidak menjawab mencapai 18,3 persen.

"Jokowi telah mencapai magic number di atas 50 persen," ujar Adjie di Kantor LSI Denny JA.

Dari enam kantong pemilih yang dianggap penting, Jokowi-Ma'ruf Amin unggul di lima kantong pemilih. Sementara Prabowo-Sandiaga Uno hanya unggul di satu kantong pemilih.

Jokowi-Ma'ruf unggul pada pemilih Muslim, pemilih non-Muslim, masyarakat ekonomi rendah, perempuan, dan milenial.

Sementara itu, Prabowo-Sandiaga Uno hanya unggul di kantong pemilih kaum terpelajar.

Meski hanya unggul di satu kantong pemilih, Prabowo-Sandiaga dinilai masih punya peluang untuk menaikkan elektabilitas.

Sebab, Prabowo-Sandiaga unggul pada kantong kaum terpelajar yang dinilai penting karena bisa menjadi penggiring opini.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 12-19 Agustus 2018. Metode yang digunakan multistage random sampling di 34 provinsi.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner kepada responden sebanyak 1.200 orang. Adapun margin of error survei LSI Denny JA tersebut 2,9 persen.

Peneliti LSI Denny JA menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai sosok yang mampu meyakinkan pemilih nonmuslim untuk memilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Namun tim kampanye Jokowi-Ma'ruf menilai bukan cuma Ahok seorang yang mampu menentukan kemenangan di Pilpres.

"Negeri ini bukan hanya Ahok. Negeri ini banyak memiliki tokoh-tokoh dengan integritas yang tinggi, dan tentu kami akan merangkul, mengajak diskusi, dialog untuk mendukung kemenangan Jokowi-Ma'ruf," kata Direktur Relawan di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq, Rabu (22/8/2018).

Karena bukan hanya Ahok yang mampu membantu kemenangan, maka semua pihak dirangkul tim kampanye. Bahkan pihak yang berseberangan dengan Ahok juga dirangkul, yakni kelompok yang mendukung Aksi 212, aksi yang dulu dikenal sebagai pendorong agar Ahok dihukum karena menista agama.

"Yang pasti ada beberapa teman yang terus berkomunikasi dengan beberapa kalangan, misal ada teman-teman yang melakukan komunikasi dengan kelompok 212, kelompok militer, tokoh kampus," kata Maman.

Sebelumnya, LSI Denny JA merilis survei yang menunjukkan tergerusnya elektabilitas capres Jokowi di kalangan nonmuslim dan milenial gara-gara Jokowi disandingkan dengan cawapres Ma'ruf Amin. Ahok-lah yang dinilai LSI Denny JA mampu meyakinkan pemilih nonmuslim supaya tak berpaling dari Jokowi.

Sebagaimana diketahui, Ma'ruf selaku Ketua Umum MUI pernah meneken pernyataan sikap bahwa Ahok melakukan penghinaan terhadap Alquran dan ulama. Namun menurut Maman, tak sulit untuk menjelaskan tentang Ma'ruf Amin ke masyarakat nonmuslim, bahwa Ma'ruf adalah ulama dari organisasi PBNU, ormas Islam moderat dan menjaga keutuhan NKRI.

"Kedua, fatwa MUI itu bukan hanya dari Ma'ruf Amin seorang, tapi itu pemikiran kolektif," kata Maman.

Selain berkarakter toleran, Ma'ruf juga punya kapasitas keilmuan dalam bidang ekonomi syariah yang diyakini bisa membawa Indonesia ke arah lebih baik. Kaum minoritas tak perlu resah.

"Jaminannya, Ma'ruf Amin akan berkomitmen menjaga kebhinekaan NKRI dan Pancasila, di mana di dalamnya hak-hak minoritas akan terjaga," kata Maman. (tri/rmo/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>