Survei LSI: Prabowo-Gatot Lawan Terkuat Jokowi

Selasa, 10 Juli 2018  19:16

Survei LSI: Prabowo-Gatot Lawan Terkuat Jokowi

Jakarta (BM) – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei lawan terkuat Joko Widodo di Pilpres 2019. Pasangan Ketum Gerindra Prabowo Subianto-eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dinilai mampu menandingi Jokowi.

LSI mengambil tiga nama calon presiden terkuat penanding Jokowi dalam survei itu. Ketiganya yaitu Prabowo, Gatot Nurmantyo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Survei yang melibatkan 1.200 responden itu digelar pasca Pilkada dari 28 Juni sampai 5 Juli 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error +- 2,9 persen. Survei juga dilengkapi dengan focus group discussion, analisis media, dan wawancara mendalam.

Dalam survei itu, elektabilitas Prabowo sebagai capres akan naik jika didampingi Gatot Nurmantyo. Prabowo-Gatot dinilai mampu mendapatkan elektabilitas 35,6 persen. Sementara jika dipasangkan dengan Anies Baswedan, elektabilitasnya di angka 19,6 persen.

Sementara jika Prabowo disandingkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dia bisa memperoleh elektabilitas 12,3 persen. Lalu, Prabowo dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memiliki elektabilitas 10,2 persen.

"Prabowo berpasangan dengan Gatot adalah pasangan yang paling kuat untuk melawan Jokowi," kata peneliti LSI, Adjie Alfarby di Kantornya, Jl. Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, (10/7/2018).

Selain Prabowo, LSI menilai Gatot-Anies juga mampu menandingi petahana Presiden Joko Widodo.

"Gatot jika berpasangan dengan Anies Baswedan angka pemilihnya mencapai 31,8 persen, Gatot-AHY sebesar 21,5 persen, Gatot jika disandingkan dengan Aher jumlah pemilihnya 13,3 persen, lalu dengan tokoh lain sebesar 18,7 persen dan sisanya sebanyak 14,7 persen menjawab tidak tahu," ujar Adjie.

Selain itu, jika Anies maju sebagai calon presiden, Anies akan memiliki elektabilitas tinggi bila disandingkan dengan AHY. Anies-AHY dinilai dapat mendongkrak elektabilitas sampai 33,4 persen.

Urutan kedua ada pasangan Anies-Ahmad Heryawan dengan elektabilitas 27,4 persen. Diikuti Anies-Cak Imin dengan elektabilitas 23,4 persen.

"Jika Anies capres, ternyata paling tinggi paling banyak memperoleh dukungan Anies-AHY. Kalau Pak Prabowo tak mendampingi Anies dinilai AHY paling tinggi mampu mendongkrak suara Anies," sebut Adjie.

Dalam survei tersebut juga disebutkan, tanda pagar #2019GantiPresiden makin populer. Gerakan itu bisa menjadi sandungan bagi Joko Widodo (Jokowi) yang ingin meneruskan kepemimpinannya selama 2 periode.

"Kita melihat kampanye #2019GantiPresiden makin populer dan makin disukai," kata Adjie.

"Di Mei saat itu popularitas #2019GantiPresiden di angka 50,80 persen. Saat ini popularitas sudah ada 54,40 persen," ucap Adjie.

"Ini catatan penting bisa jadi batu sandungan untuk Pak Jokowi," imbuh Adjie.

 

Cawapres Jokowi

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bentukan Denny JA juga meriset tingkat elektabilitas nama-nama yang masuk bursa cawapres Joko Widodo dari empat kategori.

Dari kategori partai, Airlangga Hartarto (Ketum Golkar) menempati rangking pertama dengan angka 35,7 persen. Selanjutnya disusul Muhaimin Iskandar (Ketum PKB) dengan 21,5 persen; Romahurmuziy (Ketum PPP) dengan 16,0 persen; Gabungan Tokoh Lain 18,5 persen; dan yang menjawab Tidak Tahu atau Tidak Menjawab sebesar 8,3 persen.

Dari kategori profesional, Menteri Keuangan Sri Mulyani menempati urutan pertama dengan angka 32,5 persen. Di bawahnya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (24,5 persen); pengusaha nasional Chairul Tanjung (17,0 persen), dan Gabungan Tokoh Lain 18,0 persen. Yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab 8,0 persen.

Dari kategori aparat hukum, Polri dan TNI, nama Kapolri Tito Karnavian memiliki elektabilitas paling tinggi dengan 32,6 persen. Di bawahnya adalah mantan Panglima TNI yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (29,0 persen), Menko Polhukam Wiranto (25,7 persen), Gabungan Tokoh Lain (7,1 persen). Yang tidak tahu atau tidak menjawab 5,6 persen.

Dari kalangan tokoh agama, yang ada di peringkat satu adalah Ketua MUI KH Ma'rif Amin dengan 21,0 persen. Selanjutnya secara berurutan adalah tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin (17,2 persen), Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (12,3 persen), mantan Ketua MK Mahfud MD (9,5 persen), Gabungan Tokoh Lain (22,7 persen). Yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab 17,3 persen.

Untuk cawapres, LSI Denny JA menambahkan survei dengan expert judgement (kualitatif), untuk menilai kelayakan setiap cawapres Jokowi untuk pemerintahan yang kuat. Expert judgement melibatkan para ahli yang mewakili Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur. Ini adalah tindak lanjut temuan survei untuk diseleksi lebih ketat.

Hasil expert judgement, cawapres Jokowi mengerucut ke lima nama yaitu Airlangga Hartarto, Mahfud MD, Tito Karnavian, Moeldoko dan Sri Mulyani. (rmo/det/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>