Survei Median: Mayoritas Responden Ingin Ganti Presiden

Senin, 16 April 2018  19:21

Survei Median: Mayoritas Responden Ingin Ganti Presiden

Rilis survei Median

Jakarta (BM) - Media Survei Nasional (Median) meliris hasil survei elektabilitas capres-cawapres menjelang Pilpres 2019 di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018). Ada satu bagian hasil survei yang cukup mengejutkan, yaitu mayoritas respondennya memilih adanya pergantian presiden di Pilpres 2019 mendatang.

Hasil survei itu menunjukkan, sebanyak  46,37 persen responden menginginkan Pilpres 2019 jadi ajang mengganti presiden. Sebanyak  45 persen responden lainnya menginginkan Jokowi kembali memimpin untuk periode kedua. Sedangkan sisanya 8,41 persen responden tidak menjawab.

Survei ini dilakukan pada 24 Maret-6 April 2018. Survei menggunakan 1.200 responden yang merupakan warga yang memiliki hak pilih dengan margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel survei dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Quality control dilakukan terhadap 20% sampel yang ada.

Meski demikian, sebagaimana rilis beberapa lembaga survei, elektabilitas Jokowi masih tertinggi di antara nama-nama lain. Bahkan mengalami kenaikan dibanding survei yang dilakukan pada Februari 2018. Elektabilitas Jokowi saat ini 36,2% atau naik sekitar 1,2% dibanding periode survei sebelumnya. Posisi Jokowi juga masih capres terkuat saat ini.

Survei Median dengan pertanyaan semiterbuka menunjukkan elektabilitas 10 capres terkuat saat ini sebagai berikut:

1. Joko Widodo: 36,2%; 2. Prabowo Subianto: 20,4% ; 3. Gatot Nurmantyo: 7% ; 4. Jusuf Kalla: 4,3% ; 5. Anies Baswedan: 2,0% ; 6. Muhaimin Iskandar: 1,9% ; 7. Agus Harimurti Yudhoyono: 1,8% ; 8. Anis Matta: 1,7% ; 9. Hary Tanoesoedibjo: 1,6% ; 10. TGB Zainul Majdi: 1,5%.

 

Perindo Salip PKS

Hasil survei Media Survei Nasional (Median) soal elektabilitas parpol juga cukup mengejutkan. Ada dua parpol baru yang muncul ke permukaan, kondisi riil atau hanya anomali?

Dalam paparan hasil survei Median di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018), elektabilitas PDIP masih dominan dengan 21,1%. Di bawahnya ada Gerindra dengan raihan 15% diikuti Golkar yang suaranya kini turun jadi (9,3%).

"Gap PDIP-Gerindra turun bila dibandingkan Pemilu 2014 dan mungkin akan semakin dekat jaraknya. Pada Pemilu 2014 gap antara PDIP dan Gerindra 7,14%, saat ini tinggal 6,1%. Sementara PKB menjadi partai Islam paling kuat saat ini, Perindo jadi partai baru paling kuat saat ini," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, dalam paparan surveinya.

Berikut peta kekuatan elektabilitas parpol saat ini:

PDIP: 21,1% ; Gerindra: 15,0% ; Golkar: 9,3% ; PKB: 8,5% ; Partai Demokrat: 8,1% ; PPP: 3,6% ; Perindo: 3,3% ; PKS: 2,9% ; NasDem: 2,9% ; PAN: 2,0% ; Berkarya: 0,9% ; Partai Hanura: 0,7% ; PBB: 0,6% ; Garuda: 0,4% ; PSI: 0,1% ; Undecided: 21,1%

Median juga melakukan survei elektabilitas cawapres. Anies Baswedan masih jadi cawapres terkuat, dibuntuti Gatot Nurmantyo. Berikut ini hasil lengkap 10 cawapres terkuat saat ini:

1. Anies Baswedan: 6,2% ;  2. Gatot Nurmantyo: 5,4% ; 3. Prabowo Subianto: 4,9% ; 4. Muhaimin Iskandar: 4,7% ; 5. Agus Harimurti Yudhoyono: 3,8% ; 6. Wiranto: 3,7% ; 7. Hary Tanoesoedibjo: 3,7% ; 8. Anis Matta: 3% ; 9. TGB Zainul Majdi: 2,5% ; 10. Mahfud MD: 2,3%

 

Duet Terkuat

Median melakukan simulasi tiga nama capres jika dipasangkan dengan nama yang masuk radar cawapres. Hasilnya, duet Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) jadi pasangan dengan elektabilitas tertinggi.

"Dalam skenario tiga pasangan, pasangan Joko Widodo yang paling tinggi memperoleh dukungan masyarakat adalah Joko Widodo-Muhaimin Iskandar dengan 41,3 persen," kata Direktur Riset Median Sudarto saat merilis hasil survei di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2018).

Sudarto kemudian memaparkan hasil simulasi terhadap Ketum Gerindra Prabowo Subianto jika dipasangkan dengan nama-nama yang muncul dalam radar cawapres. Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, jika dipasangkan dengan Prabowo, berada di posisi teratas dengan 33,9 persen.

"Yang kedua, di sisi Prabowo Subianto jika dipasangkan dengan Anies Baswedan dia akan mendapatkan elektabilitas paling tinggi, yaitu 33,9 persen. Jadi Pak Prabowo, menurut hasil survei kami, paling tinggi elektabilitasnya jika dipasangkan dengan Anies Baswedan," ungkapnya.

Median juga memposisikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai capres. Dalam simulasi, AHY akan meraih elektabilitas tertinggi jika dipasangkan dengan Anies Baswedan.

"Di kubunya AHY, yang paling tinggi jika berpasangan dengan AHY adalah Anies Baswedan 8,2 persen," ucap Sudarto.

Sudarto menambahkan, jika pada akhirnya Jokowi dan Prabowo akan head to head, elektabilitas Jokowi-Cak Imin akan kembali unggul.

"Kalau kita skenariokan lagi dalam dua pasangan, tetap yang paling tinggi kalau head to head terjadi antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo, maka pasangan Joko Widodo paling tinggi mendapatkan dukungan masyarakat jika dipasangkan dengan Muhaimin Iskandar, 41,9 persen," sebutnya. (det/rmo/mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>