Terancam Pecah! Elite PD Tolak Kedatangan Prabowo

Rabu, 08 Agustus 2018  22:48

Terancam Pecah! Elite PD Tolak Kedatangan Prabowo

Andy Arif

Sandi Dituding Bayar PAN-PKS Rp 500 M untuk Jadi Cawapres Prabowo

Jakarta (BM) – Kabar panas bergulir di tengah makin intens-nya pertemuan para tokoh politik menjelang berakhirnya pendaftaran pasangan capres-cawapres. Partai Demokrat yang semakin mantap bergabung di koalisi Gerindra, tiba-tiba menjadi sirna seketika. Lantas apa penyebabnya?

Melalui akun twitternya, Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief mengungkapkan keberangannya terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus!

"Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," kata Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

Andi Arief mengatakan, Prabowo mementingkan uang di Pilpres 2019 ketimbang perjuangan. Andi Arief membawa-bawa nama Sandiaga Uno.

"Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," sebut Andi Arief.

"Benar-benar jenderal di luar dugaan," imbuhnya.

Andi menegaskan Demokrat sudah tidak perlu mendapat menjelaskan soal koalisi dari Prabowo.

"Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi," kata Arief.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo disebut akan mendatangi SBY ke rumahnya. Kedua tokoh itu ingin bertemu untuk membahas kelanjutan koalisi terkait cawapres.

"Pukul 20.00-22.00 WIB brainstorming visi-misi dengan SBY di Kuningan," ujar Kepala Departemen Informasi Publik dan Media DPP Gerindra, Ariseno Ridhwan. Namun pertemuan tersebut tampaknya batal.

Kemarahan Andi diikuti dengan menguatnya isu duet Prabowo-Sandiaga. Andi menyebut Prabowo berubah sikap karena materi semata.

Andi juga menyebut Sandiaga Uno menyetor PAN-PKS Rp 500 miliar untuk menjadi cawapres Prabowo. "Sandi uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," ujar Andi, Rabu (8/8/2018).

"Baru tadi malam Prabowo datang dengan semangat perjuangan. Hanya hitungan jam dia berubah sikap karena uang," kata Andi.

Tapi Andi Arief belummenjelaskan rinci alasannya meluapkan kemarahan. Andi hanya bicara soal konsentrasi Demokrat untuk hal lain dibanding terjebak di koalisi PAN, PKS dan Gerindra.

 

 

Duet Prabowo-Sandi Menguat

Prabowo Subianto disebut akan memutuskan cawapresnya Rabu (8/8) malam. Isu Sandiaga Salahuddin Uno digandeng Prabowo jadi cawapresnya kian kuat.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan Sandiaga merupakan sosok alternatif yang bisa diterima calon mitra koalisi. Sandi dipilih di tengah kengototan Partai Demokrat, PKS, dan PAN, yang masih ingin memajukan kader sebagai cawapres.

"Kebetulan Sandi kan satu partai dengan Prabowo. Mungkin bagi partai yang lain, tidak menjadi... tidak irilah. Partai lain kan maunya Demokrat, yang PAN maunya PAN, PKS maunya PKS, alternatifnya dipilih di luar tiga partai ini," ujar Riza saat dihubungi, Rabu (8/8/2018).

Sebenarnya, kata Riza, ada tokoh lain yang bisa jadi alternatif cawapres Prabowo. Mereka di antaranya Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, dan Ustaz Abdul Somad Batubara. Anies disebut Waketum Partai Gerindra Fadli Zon akan berfokus di Jakarta sebagai gubernur selama 5 tahun. Abdul Somad jelas menolak masuk ranah politik.

"Memang posisi Sandi posisi yang terbaik dalam suasana sekarang yang bisa diterima semua kelompok," ucap Riza.

Soal Sandi, PAN memberi sinyal tak keberatan mempertimbangkan politikus berlatar pengusaha itu sebagai cawapres Prabowo. Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan partainya segera bersikap soal pilpres lewat rapat kerja nasional yang diselenggarakan besok.

"Tadi malam belum setuju. Tapi kalau itu (Prabowo-Sandi) merupakan opsi, boleh kita bicarakan lebih lanjut," ucap Yandri.

Sandiaga saat berita ini diturunkan sedang berada di kediaman Prabowo Subianto di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sandi menolak berbicara tentang pilpres.

Sementara itu, Hatta Rajasa dikabarkan pergi ke kediaman Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hatta Rajasa yang juga Eks Ketum PAN datang ke kediaman SBY di Jl Mega Kuningan Timur VII, Jaksel, sekitar pukul 22.08 WIB, Rabu (8/8/2018). Tak ada pernyataan dari Hatta karena mobil sedan yang ditumpangi langsung masuk ke halaman rumah SBY.

Di dalam rumah SBY juga terdapat Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan dan politikus PD Ferdinand Hutahaean.

Partai Gerindra membantah kabar adanya aliran dana Rp 500 M. "Saya kira nggak benar. Saya akan cek dulu," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik. Dia menegaskan tudingan Andi Arief tidak benar.

"Nggak lah, nggak ada," ucap Taufik saat dikonfirmasi soal tudingan Andi Arief ke Sandiaga.

Dia juga menegaskan hingga saat ini Koalisi Prabowo dengan Demokrat masih berjalan. Taufik memastikan koalisi kedua partai tidak gagal.

"Nggak lah, kan yang menentukan bukan Andi Arief," jelasnya.

Bantahan juga disampaikan PKS. "Kami sedang perjuangkan aspirasi ulama dan ummat. Sesuatu yang tidak pantas tuduhan tersebut dialamatkan kepada PKS," ujar Wasekjen PKS Abdul Hakim saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/8/2018).

PKS menegaskan tetap memperjuangkan rekomendasi Ijtimak Ulama di mana Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri direkomendasikan jadi cawapres Prabowo.

"Sampai saat ini posisi PKS perjuangkan Ijtimak Ulama," terang Hakim.

 

Pertemuan Gerindra

Setelah bertemu dengan Amien Rais, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga bertemu elite PKS di rumah Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, serta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Rabu (8/8). Menurut rencana, pada malam harinya, Prabowo bakal bertemu SBY..

Pantauan di lokasi, Rabu (8/8) malam, sejumlah elite Partai Gerindra tampak berkumpul di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka akan ikut dalam pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno tiba pukul 20.26 WIB. Mobil Sandi langsung masuk ke halaman rumah Prabowo tanpa menyapa dan mengucap sepatah kata kepada awak media yang berada di luar rumah.

Hadir juga Wakil Ketua Umum Fadli Zon dan Sugiono. Sementara Prabowo sudah lebih dulu ada di dalam rumahnya.

Rencananya pertemuan SBY dan Prabowo untuk finalisasi nama cawapres. Koalisi Prabowo belum mendapati jalan tengah untuk cawapres, antara Salim Segaf, AHY, atau Abdul Somad.

"Kita melakukan proses finalisasi ataupun proses pengerucutan, kita akan berbicara dengan teman koalisi satu hari ini intensif, kira-kira materi-materi apa saja yang akan dibicarakan dengan PKS PAN termasuk dengan Partai Demokrat," ujar Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Rabu (8/8)

Hingga berita ini diturunkan ini SBY maupun elite Demokrat belum tampak hadir.

Menurut Kepala Departemen Informasi Publik dan Media DPP Gerindra, Ariseno Ridhwan, pada Rabu (8/8) Prabowo mematangkan visi-misi program menjelang pendaftaran ke KPU. Pematangan visi-misi di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan.

"Pukul 16.00-19.00 WIB drafting visi-misi di K4 (Kertanegara)," ujar Ariseno.

"Pukul 20.00-22.00 WIB brainstorming visi-misi dengan SBY di Kuningan," jelas Ariseno. (det/rmo/tit)

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>