TKN: Suara PNS Pendukung Jokowi Lebih Baik Dibanding 2014

Selasa, 05 Februari 2019  16:46

TKN: Suara PNS Pendukung Jokowi Lebih Baik Dibanding 2014

JAKARTA (BM) - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres Joko Widodo ( Jokowi) dan Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengklaim suara Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendukung Jokowi semakin meningkat. Pernyataannya ini menanggapi hasil survei Charta Politika yang menyatakan kebanyakan ASN mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Namun Ace tidak membeberkan data pembandingnya.

"Latar belakang ASN yang memilih sedikit lebih banyak kepada Paslon 01 sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan Pilpres 2014 yang lalu. Sekarang perlahan-lahan sudah mulai menyalip kubu sebelah," kata Ace, Selasa (5/2).

Ace menuturkan, meningkatnya jumlah ASN yang mendukung Jokowi karena beberapa faktor. Salah satunya kebijakan pemerintah yang semakin pro ASN hingga visi dan misi Jokowi-Ma'ruf yang memiliki program konkret.

"Visi dan misi Pak Jokowi soal peran ASN dan reformasi birokrasi lebih memiliki program yang konkret dan membumi," ungkapnya.

Politikus Partai Golkar ini juga yakin ASN akan objektif. Kata dia, ASN akan tahu siapa capres-cawapres yang selalu bekerja untuk rakyat.

"Kami percaya bahwa ASN akan dapat menilai secara obyektif mana capres yang selama ini bekerja untuk rakyat dan memiliki konsep yang jelas untuk kesejahteraan mereka," ucapnya.

Diketahui, teguran Menkominfo Rudiantara kepada anak buahnya saat pemilihan stiker sosialisasi Pilpres 2019, memunculkan polemik sikap politik Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada calon presiden tertentu. Lembaga Survei Charta Politika pernah merekam dukungan PNS hingga perangkat desa kepada calon presiden 2019.

Hasilnya, PNS pendukung Jokowi mencapai 40,4 persen. Jumlah itu lebih kecil dibanding PNS yang mendukung Prabowo - Sandiaga yakni 44,4 persen. Masih ada 14,9 persen PNS yang belum memberikan dukungan suara untuk kedua calon.

Sementara di lingkungan pegawai desa atau kelurahan, pemilih Jokowi - Ma'ruf hanya 30,8 persen. Sedangkan pegawai desa atau kelurahan yang memilih Prabowo - Sandi mencapai 53,8 persen. Masih ada 15,4 persen pegawai desa dan kelurahan yang belum menentukan sikap politiknya di Pilpres 2019.

Selain itu, capres dan cawapres Prabowo serta Sandiaga Uno juga unggul di kalangan nelayan dan petani tambak. Pasangan yang diusung Gerindra, PKS, PAN, Demokrat dan Partai Berkarya itu mendapat 52,2 persen suara. Sementara jumlah nelayan yang mendukung capres petahana Jokowi hanya 43,5 persen.

Hasil mengejutkan juga terlihat dari dukungan purnawirawan TNI/Polri. Dari hasil survei itu, 100 persen purnawirawan mendukung Prabowo dan Sandiaga Uno.

Jika dilihat secara keseluruhan, elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo - Mar'uf Amin masih lebih unggul dibanding pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yaitu 53,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 34,1 persen.

Survei Charta Politika ini dilakukan pada periode 22 Desember 2018 - 2 Januari 2019. Melalui wawancara 2000 responden. Yang tersebar di 34 provinsi. Survei menggunakan survei metode acak bertingkat / multistage random sampling dengan margin of error 2,91%. Tingkat kepercayaan 95 persen.(mer/tit)

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>