27 Ruas Jalan Provinsi Bakal Dilebarkan

Kamis, 08 Februari 2018  23:06

27 Ruas Jalan Provinsi Bakal Dilebarkan
SURABAYA (BM) - Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur pada tahun 2018 akan melakukan pelebaran 27 ruas jalan provinsi yang ada di kabupaten/kota di Jatim.
 
Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Ir Gatot Sulistyo Hadi mengatakan, ruas-ruas tersebut nantinya ada yang direkonstruksi, ada juga yang dilebarkan. ”Kami targetkan, dalam waktu dekat sudah bisa start," ujarnya.
 
Menurutnya, dalam program penanganan jaringan jalan provinsi kali ini, prioritasnya adalah pelebaran jalan. ”Sebab, rata-rata lebar jalur itu di masih di bawah enam meter,” katanya.
 
Targetnya, jalur-jalur itu memiliki lebar mantap minimal tujuh meter. Namun, ada juga ruas yang pelebarannya tetap di angka enam meter. Terutama di jalur provinsi Ponorogo-Pacitan. Kenapa, karena penyebabnya, kondisi geografis di jalan itu tak memungkinkan dilebarkan. "Jalur di sana sudah mepet dengan tebing-tebing. Jika dipaksakan untuk pelebaran, dikhawatirkan malah membahayakan,” ujar Gatot.
 
Ia menambahkan, saat ini fase persiapan proyek ini sudah bergulir. Maksimal, April nanti sudah bisa dimulai. Dengan jadwal itu, diestimasi penyelesaian pelebaran di 27 ruas itu sudah bisa selesai pada November 2018.

Saat ini, total panjang jalan provinsi mencapai 1.421 km. Dari jumlah itu, sampai saat ini yang sudah memiliki lebar ideal (di atas enam meter) baru mencapai 840 km.

Data dari PU Bina Marga, ruas jalan yang akan diperluas. Di antaranya adalah di jalur Jajag-Simpanglima-Pasanggaran sepanjang 5.500 meter, atau di jalur perbatasan Batu-KEdiri dan jalan akses Bojonegoro-Pajeng (Nganjuk) masing-masing 4 km.
 
Dari sisi jumlah ruas, jalur provinsi di wilayah Madura yang paling banyak mendapat atensi. Tercatat ada lima ruas. Di antaranya di akses Sampang-Ketapang (4.500 meter), Sampang-Omben (1.950 m), hingga Sumenep-Pantai Lumbang (1.950 m).
 
Berdasarkan program penanganan jaringan jalan provinsi yang sudah disusun, total dana yang disiapkan sebesar Rp 353,6 miliar. Dengan dana sebesar itu, panjang jalan yang bisa digarap mencapai 63 km. 
 
Sementara itu, Komisi D DPRD Jatim meminta kepada Pemerintah Pusat terutama PUPR untuk segera memperbaiki sistem drainase yang ada di jalan nasional. Pasalnya, selama ini kerusakan jalan nasional akibat kurangnya sistem drainase.

“Awal kerusakan jalan selama ini di jalan nasional yaitu karena genangan air akibat hujan deras yang kemudian membuat jalan menjadi banjir, sehingga membuat aspal menjadi terkelupas. Kemudian faktor kedua rusaknya jalan yaitu kelebihan tonase truk yang melalui jalan tersebut,” ungkap Anggota Komisi D DPRD Jatim, H. Sanwil ditemui di DPRD Jatim, Kamis (8/2).

Karenanya, dia meminta kepada Kementerian PUPR segera memperbaiki sistem drainase di jalan nasional. Dia juga menyatakan sependapat jika jalan nasional diperbaiki dengan sistem cor atau dibetonisasi. Pasalnya, dengan sistem betonisasi membuat jalan nasional menjadi lebih kuat dan tahan lama. (kmf/era/udi)
 
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>