50 Perusahaan Dukung Job Market Fair 2019
By: era
18 Jul 2019 16:59
 
 

SURABAYA (BM) – Kamis (18/7) aula barat UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya JL. Dukuh Menanggal III/29 Surabaya terlihat penuh sesak dengan banyak calon pekerja yang ingin mendapatkan pekerjaan.  Tidak kurang 3.500 mereka sangat bersemangat mencari pekerjaan dalam acara  Job Market Fair (JMF) 2019 yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur UPT BLK Surabaya. 

 Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo memberikan sambutan di pagi hari untuk para pengusaha dan calon pekerja. Salah satu tujuan diadakan acara ini yaitu agar para pelamar memilik mental yang kuat saat mencari kerja. “Jadi misalnya kita melatih anak-anak soal pengelasan atau welding. Harapan kita mereka itu bisa berkolaborasi 4-5 orang. Kita juga mendorong  mereka untuk belajar membuka usaha sendiri. Makanya di pelatihan ini kita tidak ingin mereka hanya dilatih hard skilling. Tapi mereka juga dilatih soft skilling yaitu managemen, kegiatan usaha gimana, akses perbankan gimana, administrasi keuangan, pengelolaan modal gimana dan lainnya,” ungkap Himawan Estu Bagijo setelah selesai mengunjungi 50 tempat pameran dari beberapa perusahaan yang ingin membantu calon pekerja mendapatkan pekerjaan diantaranya PT. PAN Pasific Group, PT. MPM Finance, PT. Arta Boga Cemerlang, PT Eka Silver & Gold Jewelery, PT. Amanah Amarta, PT. SOS Indonesia, Bank Panin KCU Surabaya Cendana, PT Siantar Madju, PT. Anugrah Bumi Seloliman, PT. Midtou Aryacom, PT Sumber Alfaria Trijaya dan beberapa perusahaan ternama lainnya,

 

 Lanjutnya, Intinya nanti pelamar akan dihadapkan dengan beberapa tantangan, yaitu lapangan kerja semakin sempit walaupun mungkin investasi mungkin naik atau banyak. Oleh sebab pelatihan dicocokkan dengan kebutuhan. Selain itu, juga bertujuan membangun sinergitas dengan perusahaan-perusahaan, supaya cocok jadi link langsung.

“Makanya tadi saya mengunjungi stan pameran yaitu untuk memahami kondisi perusahaan masing-masing, untuk kita tau seperti apa mereka, sehingga kita tau kebutuhannya. Pesan saya pada pengusaha, jika anak-anaknya skilnya masih belum 100% misalnya 70-80%, tolong diterima. Karena mereka juga butuh penglaman.

JMF bukan hanya untuk karena mereka cari kerja, tapi juga melatih mereka melamar kerja. Karena dunia kerja itu tidak seperti yang ada di dalam pikiran para pelamar. Diharapkan anak-anak punya kemantapan. BLK juga dilatih hard skill agar mereka tau bahwa dunia kerja tidak seindah warna aslinya. JMF juga tidak hanya soal mempertemukan anatar perusahaan dengan para pencari kerja. Melainkan juga melatih para calon pekerja dan diharapkan pengusaha paham tentang pencari kerja.

 

 Sedangkan bagaimanakah kita Himawan untuk mengurangi  pengangguran tingkat terbuka?  "Terbanyak adalah lulusan SMK, setelah kita telusuri ternyata saat mereka sekolah tempat pelatihannya kurang memadai. Sekarang di dunia pendidikan, di BLK kami lebih 400 SMK yang bekerja sama dengan kami. Jadi kami juga menampng ketika mereka butuh pelatihan yang cukup. Alat kami ready setiap waktu, instruktur reday juga, nah guru di SMK bekerja berdasarkan waktu, mereka juga harus berlatih membangun knowleagde. Ini yang kra-kira kita sinergikan," ungkap Himawan. (Era)

 


Create Account



Log In Your Account