Antisipasi Teror, Kapolda Jatim Optimalkan Peran Bhabinkamti

Rabu, 18 Februari 2018  22:56

Antisipasi Teror, Kapolda Jatim Optimalkan Peran Bhabinkamti
JOMBANG (BM) - Rangkaian serangan teror di Tuban dan Probolinggo menjadi perhatian khusus Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin. Pihaknya akan meningkatkan peran Bhabinkamtibmas untuk monitoring wilayah dan penjagaan ke masyarakat.
 
Hal itu dikatakan Machfud usai mengunjungi kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah. "Tentunya kami tak boleh under estimate, semuanya harus diantisipasi. Untuk itu saya minta para Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendekatan kepada semua elemen. Selain pendekatan juga penjagaan supaya polisi berada di masyarakat terus," kata Machfud kepada wartawan, Sabtu (17/2).
 
Di samping itu, Machfud juga mengharapkan peran ulama untuk mengajak masyarakat menjaga keutuhan NKRI. "Ya pasti itu, ulama mempunyai peranan penting, silaturahmi dengan pak kiai hari ini salah satunya," ujarnya.
 
Upaya antisipatif terhadap serangan teror ini bukan tanpa alasan. Menurut Machfud, teroris masih bercokol di Jatim. "Kalau teroris tentunya ada, tapi kami tetap antisipasilah, pergerakan kami monitor semuanya," terangnya.
 
Terkait Pilkada Jatim 2018, Machfud memastikan wilayahnya tak masuk kategori rawan. Kendati begitu, pihaknya melalukan antisipasi dengan melatih anggota Polri agar siap menangani kemungkinan kondisi terburuk.
 
"Sampai yang terjelek pun kami sudah latihkan, kemarin sispam kota. Mudah-mudahan itu tidak terjadi. Pelatihan itu diambil yang terjelek, yang terberat ada terjadi, tapi mudah-mudahan itu tidak terjadi," tegasnya.
 
Sementara Gus Solah menilai, serangan teror di Tuban dan Probolinggo merupakan ulah pihak ketiga yang ingin mengadu domba masyarakat Jatim. "Saya menilainya begitu, benar apa tidak saya enggak tahu ya. Mudah-mudahan tidak berlanjut, saya yakin pihak kepolisian menanganinya dengan baik," ungkapnya.
 
Adik kandung Gus Dur ini juga mengharap peran masyarakat agar segera melapor ke polisi jika melihat orang mencurigakan di lingkungan masing-masing. Dirinya berharap serangan terhadap ulama di Banyuwangi 1997 silam tak terulang kembali. "Terhadap pelaku, proses yang baik sesuai aturan yang ada, profesional saja kepolisian," tandasnya.
 
Zaenudin (40), warga Rembang, Jateng, mengamuk dan memecah kaca Masjid Baitur Rohim di Jalan Sumurgempol No 77, Kelurahan Karangsari, Tuban, Selasa (13/2). Sementara M Lutfianto (23), anggota JAT ditangkap lantaran hendak menyerang polisi di Mapolresta Probolinggo dengan pedang. (det/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>