BKKBN Jatim Tingkatkan Kualitas Mitra Pengelolaan Kampung KB

Senin, 19 November 2018  15:05

BKKBN Jatim Tingkatkan Kualitas Mitra Pengelolaan Kampung KB

mitra pengelolaan Kampung KB

Surabaya(BM)-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk meningkatkan kualitas mitra pengelolaan  kampung KB yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Keberadaan kampung KB sangat penting dan diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur mengungkapkan saat ini telah terbentuk 7.562 Kampung KB di Indonesia. Sementara di Provinsi Jawa Timur sendiri hingga tahun 2017 sudah terbentuk 748 Kampung KB di 38 kabupaten/kota. Tahun 2018, hingga bulan Juli sudah terbentuk 237 Kampung KB baru.

“Meskipun begitu, hal ini belum menggambarkan keberhasilan dalam pengelolaan Kampung KB terutama terkait integrasi lintas sektor karena hingga Agustus 2018 tercatat baru 50% keterlibatan lintas sektor yang terlaporkan secara online,” kata Yenrizal.

Yenrizal menjelaskan kampung KB sebagai mandat langsung Presiden kepada BKKBN, indikator keberhasilannya justru ditentukan oleh dukungan komitmen yang kuat dari pemangku kebijakan di semua tingkatan baik itu integrasi dan dukungan lintas sektor, semangat dan dedikasi para pengelola program di lini lapangan (PKB, IMP dan PKK) serta partisipasi masyarakat.

“Artinya peran lintas sektor sangat penting untuk mencapai tujuan utama yaitu menggerakkan pembangunan masyarakat di Kampung KB,” tegasnya.

Program kampung KB, jelas Yenrizal merupakan program yang digagas oleh pemerintah pusat namun diharapkan semua masyarakat yang ada di kampung KB tersebut bisa terlibat aktif dan merasakan manfaat yang ada.  Dari laporan yang masuk ke Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dilakukan agar tujuan kampung KB bisa terwujud.

“Dari laporan, angka pernikahan muda masih tinggi khususnya Situbondo, Bondowoso, Probolinggo dan Situbondo. Selain angka pernikahan muda yang tinggi angka perceraian di daerah tersebut juga tidak rendah,” ungkap Yenrizal.

Tingginya angka pernikahan muda dan tingginya angka perceraian, sambung Yenrizal adalah contoh permasalahan yang masih banyak ditemui di masyarakat. Keberadaan kampung KB selain diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada, juga diharapkan bisa menggali potensi yang ada. Melalui kampung KB pula ada beberapa destinasi wisata baru. Contohnya, salah satu desa di Kabupaten Banyuwangi yang letaknya berada di lereng gunung sehingga sangat mendukung dijadikan destinasi wisata.

"Dua tahun lalu jalan menuju ke sana sangat susah, tapi sekarang sudah dipaving dan aksesnya sangat mudah dilalui. Di lokasi seperti itu akan didorong sebagai destinasi wisata," ucapnya.

Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati mengungkapkan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas mitra pengelolaan  kampung KB selama bulan oktober dan november 2018.

“Program kampung KB di Jawa Timur ini masih perlu untuk dilakukan perbaikan-perbaikan. Khususnya untuk administrasi, masih ada beberapa kabupaten/kota yang belum mengirimkan laporan kampung KB secara online. Padahal laporan online tersebut sangat dibutuhkan,” ungkap Erna.

Erna menjelaskan peningkatan kualitas mitra pengelolaan Kampung KB ini sangat penting karena agar mitra bisa melibatgandakan kemampuan sumber daya manusia (SDM) supaya dapat mengawal program kampung KB lebih meningkat lagi. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa membuka wawasan dalam hal pengelolaan kampung KB agar kampung KB lebih inovatif, dan kreatif.

“Manajemen pengelolaan kampung KB ini unik dan masing-masing kampung dengan kampung lainnya tidak sama,” pungkasnya. 

 

OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>