Bulog Bangun Infrastruktur Logistik Pangan di Sidoarjo

Rabu, 08 November 2017  22:17

Bulog Bangun Infrastruktur Logistik Pangan di Sidoarjo
SURABAYA (BM) - Perum Bulog menyiapkan dana sebesar Rp 2 triliun yang diperoleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk membangun infrastruktur logistik pangan.

Direktur SDM dan Umum Perum BULOG, Wahyu Suparyono di Sidoarjo, Rabu (8/11) mengatakan, sejumlah infrastruktur yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja BUMN pangan tersebut yakni penggilingan beras (Rice Milling Unit/RMU), mesin pengolahan beras (rice to rice processing) serta gudang kedelai.
 
Pembangunan infrastruktur logistik pangan tersebut, nantinya diprioritaskan di wilayah sentra produksi pangan seperti Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung untuk beras dan untuk kedelai di NTB dan Jatim.
 
Lebih lanjut dijelaskan Wahyu, pada akhir Desember 2016 Perum BULOG mendapatkan tambahan dana PMN sebesar Rp 2 triliun yang diperuntukkan untuk pengembangan infrastruktur pascapanen padi/beras, jagung dan kedelai.
 
PMN sebesar Rp 2 triliun tersebut akan digunakan untuk keempat kegiatan utama, yaitu pertama peningkatan penyerapan hasil panen gabah/beras petani melalui pembangunan Modern Rice Milling Plant (MRMP) dengan kapasitas total 1.000.000 ton setara Gabah Kering Panen (GKP) per tahun di sentra-sentra produksi padi. Kedua, meningkatkan kemampuan serapan dan pengolahan beras lokal maupun impor dengan membangun 16 unit mesin Rice to Rice. Ketiga, meningkatkan nilai tambah hasil panen jagung melalui teknologi pengeringan modern dengan pembangunan 11 unit Drying Centre dan 64 unit penyimpanan (SILO) jagung di sentra produksi jagung, dan keempat, pembangunan 13 unit Gudang Kedelai di sentra produksi kedelai.
 
Pengembangan infrastruktur pascapanen ini memang kegiatan terbesar yang pertama kali dilakukan Perum BULOG selama 14 tahun terakhir, oleh karena itu telah dilakukan berbagai kegiatan untuk mendukung kelancaran realisasi pembangunan infrastruktur.
 
Kegiatan yang dilakukan dengan cermat dan penuh dengan semangat GCG, antara lain: menyusun kajian kelayakan Feasibility Study bekerjasama dengan konsultan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM-IPB), pembahasan dan Request For Information (RFI) dengan BUMN penyedia jasa Project Management Consultant (PMC) serta Engineering, Procurement and Construction (EPC) dalam rangka mencari informasi terkait ruang lingkup kegiatan yang akan dituangkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).
 
Groundbreaking selanjutnya sebagai realisasi PMN untuk pembangunan gudang pada lahan eksisting milik Perum BULOG di beberapa wilayah kerja Divisi Regional dan Subdivisi Regional.
 
Untuk kelengkapan infrastruktur pendukung lainnya dari dana Non PMN,  BULOG juga melakukan penyediaan mesin/alat kemas timbang beras dan gula, alat dan mesin pertanian (alsintan), rehabilitasi dan pembangunan gudang baru untuk komoditi beras, serta rehabilitasi dan revitalisasi Unit Pengolahan gabah/beras. (kmf/udi)
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>