Disisipi Soal HOTS, Raih Nilai Sempurna Mapel Matematika

Jumat, 04 Mei 2018  13:11

Disisipi Soal HOTS, Raih Nilai Sempurna Mapel Matematika

Membanggakan: Naufal (tiga dari kiri) dan Vanessia (lima dari kiri) saat ditemui di sekolahnya.

SURABAYA (BM) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA beberapa waktu lalu sempat heboh dengan banyaknya keluhan siswa. Siswa mengeluh tingginya kesulitan soal. Salah satunya adalah mata pelajaran (mapel) matematika. Keluhan ini disampaikan langsung ke akun instagram resmi milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Namun, hal itu tidak berlaku bagi beberapa siswa SMA di Surabaya. Setelah hasil UNBK disampaikan ke siswa, Kamis (3/5), diketahui ada beberapa pelajar yang mampu meraih angka sempurna 100 untuk mapel matematika. Bahkan, beberapa siswa ini masuk kategori 10 besar nilai tertinggi untuk rata-rata nilai UNBK tingkat Jatim.

Naufal Achmad Tsani Daffa salah satunya. Siswa SMAN 5 Surabaya ini peraih nilai UN tertinggi di Jatim jenjang SMA peminatan IPA. Dia berhasil meraih nilai UN murni sebesar 394 dari empat mapel yang diujikan. Dari empat mapel itu, Naufal mendapat nilai Matematika dan Fisika 100. Sedangkan Bahasa Indonesia mendapat 96 dan Bahasa Inggris 98. “Waktu mendengar kabar itu ibu langsung menangis karena senang sekali,” katanya saat ditemui di sekolahnya, Kamis (3/5).

Anak dari pasangan Mochammad Ruslan Hadi dan Alfin Suzanah itu mengakui, mendapat nilai sempurna pada mapel matematika dan fisika tidaklah mudah. Sebab, ada beberapa soal yang menurutnya memiliki tingkat kesulitan paling berat. Menurutnya itulah soal HOTS (higher order thinking skil) yang membuat banyak siswa kecewa. Sebab, soal jenis ini nyaris tidak terprediksi sebelumnya. Baik saat mempelajari soal UN tahun lalu, try out maupun dari bank soal yang dibelinya di toko buku.

“Tahunya setelah ujian itu ternyata viral, soal matematika ramai di medsos. Kira-kira ada lima soal, baik matematika maupun fisika yang sulit seperti itu,” tutur Naufal yang pernah mengikuti Olimpiade Siswa Nasional 2014 jenjang SMP.

Di SMAN 5, selain Naufal masih ada empat siswa lain yang juga dari peminatan IPA berhasil meraih peringkat 10 besar di Jatim. Di antaranya ialah Jonathan Maxmilian Surya, Fachri Haikal Apriansyah, dan Dhaffa Alif T. Selain peminatan IPA, Vannesia Mauretta menjadi satu-satunya siswa IPS di sekolah tersebut yang berhasil meraih peringkat 10 besar di Jatim.

Vanessia mendapatkan nilai UN total 362,5. Secara rinci, bahasa Indonesia 74, bahasa Inggris 96, matematika 100 dan ekonomi 92,5. Seperti umumnya siswa SMA, Vanessia juga mengakui beratnya menghadapi soal matematika pada ujian tersebut. Jika di bandingkan dengan mengerjakan soal ujian tahun lalu, dia butuh waktu dua kali lipat untuk menyelesaikan ujian tahun ini.

“Kalau saya latihan pakai soal UN tahun lalu cukup satu jam. Kalau soal UN tahun ini waktunya tidak cukup untuk mengoreksi kembali jawaban yang sudah dikerjakan. Makanya tidak menyangka bisa mendapat 100 untuk matematika,” tutur Vanessia.

Vanessia tidak pernah menyangka bahwa soal matematika akan sesulit yang dihadapinya. Padahal, para guru kerap menenangkan para siswa terkait hasil nilai try out. “Katanya try out itu soalnya lebih sulit dari UN. Jadi kita malah diminta lebih tenang dengan hasil try out yang ada,” tutur dia.

Vanessia baru tahu bahwa soal UN itu sulit dari temannya yang ujian lebih dulu di sesi 1. Selain itu, dia juga melihat komentar di akun media sosial Kemendikbud yang lucu-lucu. “Nggak, saya nggak ikut komen kok,” kata dia. Salah satu jenis soal yang paling berat menurutnya adalah tentang trigonometri. Untuk satu soal tersebut, dia harus menyelesaikannya dengan dua tahap. “Lebih ke mengotak-atik rumus begitu. Itu pun baru nemu caranya setelah soal-soal lain selesai dikerjakan. Jadi sempat saya lewati dulu,” tandasnya.

Kepala SMAN 5 Surabaya Sri Widiati mengatakan, untuk memperoleh hasil UN seperti sekarang ini membutuhkan waktu. Tidak cukup satu atau dua tahun prosesnya. “Sejak saya masuk ke sini tahun 2012 lalu sudah saya tanam agar SMAN 5 masuk 10 besar Jatim,” katanya. Hal itu kemudian ditanamkan juga kepada guru dan siswa agar proses pembelajaran terus dianalisis dan evaluasi. (sdp)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>