Ditemukan Kasus Polio di Papua, Rotary Kirimkan PFT

Senin, 25 Maret 2019  20:02

Ditemukan Kasus Polio di Papua, Rotary Kirimkan PFT
SURABAYA (BM) - Rotary Club sangat peduli dengan kesehatan masyarakat Indonesia. Ketika mengetahui adanya kasus polio di Papua, anggota Rotary di Indonesia langsung membentuk panitia Polio Task Force (PFT). PFT yang diketuai oleh National PolioPlus Committe Chair for Indonesia memberangkatkan 4 orang yaitu Thomas Aquinas, Siani Hadiprajitno, Lusy Tjindrawati dan Endang Ristiarti. Keempat anggota Rotarian ini berangkat pada tanggal 16 Maret 2019, sedangkan disusul lagi oleh anggota lai yaitu DG Wayan Suryawan dan DGN Nyoman Suastika pada tanggal 17 Maret 2019 dan Rita Isdianti pada tanggal 21 Maret 2019. 


"Adanya kasus polio yang ditemukan di Papua menunjukan bahwa vaksinasi polio belum menyeluruh di Papua. Ada beberapa kendala diantaranya karena di sana banyak daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau," ungkap Internasional Service Committee Chair 2016-2017 Thomas Aquinas, Senin (25/3) di hotel JW Marriot Surabaya.

Lanjutnya, Rotary akan membantu menyukseskan wacana yang sedang digalakkan pemerintah. "Beberapa hari yang lalu kami datang ke Papua untuk mengenal medan, mencari kendala apa yang ada kemudian apa yang bisa kita bantu untuk menyelesaikan hal itu. Awalnya, hanya ada satu anak yang terkena polio tapi ternyata setelah dilakukan pemeriksaan ada satu anak lagi yang terinfeksi terkena virus polio walau dia belum lumpuh. Hal ini menunjukkan bahwa coverage polio tidak menyeluruh dan ini menunjukan resiko tinggi akan terjangkit virus polio," cerita Thomas.

Beberapa kegiatan yang juga dilakukan oleh tim PFT diantaranya mengenali kondisi Papua, memotivasi tokoh masyarakat dan anggota Rotary Clubdi Papua untuk mensukseskan Sub-PIN, berdiskusi dengan Dinas Kesehatan Papua, Dinas Kesehatan kabupaten Yahukimo, mengadakan workshop pemanfaatan limbah untuk pendekatan pada masyarakat, memberikan vaksin polio kepada anak-anak untuk memotivasi pengikutsertaan Sub PIN dan memberikan sumbangan barang-barang sosialisasi/ promosi berupa baju, kaos, topi, tas belanja, balon, buku tulis, pin, stiker, spanduk dan lain sebagainya.


"Saya berharap agar masyarakat bisa memiliki kesadaran untuk melakukan pencegahan dan memberikan vaksin polio pada anaknya ketika masih bayi. Pencegahan dilakukan sangat mudah, dibanding nanti jika mereka sudah terlanjur terkena polio maka kasihan dan seumur hidupnya tidak bisa berbuat apa-apa," pesan Thomas.

Rotary menyadari bahwa pentingnya sosialisasi terhadap bahaya polio harus semakin diterapkan kepada masyarakat agar semakin paham dan tidak menganggap remeh. 

"Sebelum kami berangkat ke sana, kami juga disuntik vaksin walau kami dalam kondisi sehat. Tujuannya agar ketika kami pulang dari Papua, kami tidak membawa virus yang nanti justru membahayakan. Karena kami juga sering bersentuhan dengan anak-anak," cerita Lusy Tjindrawati yang saat itu juga ikut mendampingi Thomas Aquinas dan Siani Hadiprajitno. (Era)

 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>