Dosen FH Untag Terpilih sebagai Dosen Berprestasi se-Jatim

Senin, 11 Juni 2018  11:56

Dosen FH Untag Terpilih sebagai Dosen Berprestasi se-Jatim

Raih Prestasi: Fajar Sugianto, peraih penghargaan dosen berprestasi kategori soshum.

SURABAYA (BM) -  Salah satu dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meraih prestasi membanggakan. Dosen tersebut terpilih sebagai dosen berprestasi tingkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII Jatim tahun 2018.

Dia adalah Fajar Sugianto. Pria yang kini menjabat Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Hukum Fakultas Hukum (FH) Untag ini terpilih sebagai dosen berprestasi II (dua) untuk kategori sosial humaniora (soshum). Ini berdasarkan surat keputusan (SK) Koordinator Kopertis Wilayah VII Jatim nomor 118/K7/KP/2018 tentang hasil pemilihan dosen berprestasi.

"Tahun 2017 lalu pernah ikut, tapi masih belum beruntung. Tahun 2018 ini baru terpilih sebagai dosen berprestasi," kata Fajar saat ditemui di Untag, Minggu (10/6).

Pemilihan dosen berprestasi ini, lanjut Fajar, berdasar ke tugas pokok dan fungsi dosen. Penilaian meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, Fajar mengaku sudah membuat 16 buku sejak tahun 2013. 10 di antaranya telah memiliki hak cipta. Untuk bidang penelitian, telah banyak hasil penelitiannya yang diterbitkan ke jurnal nasional terakreditasi dan jurnal-jurnal nasional.

"Pengakuan tentang keilmuan saya juga sudah diakui perguruan tinggi lain. Saya sering diminta mengajar ke kampus lain," ungkap lulusan magister dan doktor FH Untag ini. Bidang pengabdian masyarakat, lanjut dia, juga sudah banyak dilakukan. "Saya sering dimintai pendapat tentang beberap hal," ungkapnya.

Bahkan dari salah satu kajiannya, dia sempat diundang kantor hukum Shinwa Law Office, Ginza, Tokyo, Jepang. Dia diundang sebagai dewan pakar hukum ASEAN karena kajian dan penelitiannya terkait isu Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Secara berkala ketika ada isu yang menjadi perbincangan dan fenomena di Indonesia seperti 2013 saat ada isu MEA sesuai bidang keilmuan saya analisis dan evaluasi. Kemudian saya bagikan ke lembaga atau instansi, dan kebetulan menarik perhatian kantor hukum di Jepang," katanya.

Fajar juga diminta untuk mengkaji hukum di Jepang dengan hukum ASEAN. Dengan bekal tesisnya yang juga membahas hukum di Jepang, diapun memperoleh penghargaan dari kontribusinya tersebut. (sdp)
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>