Gubernur Ingin Daerah Perbanyak Ponkesdes

Selasa, 21 November 2017  00:29

Gubernur Ingin Daerah Perbanyak Ponkesdes
SURABAYA (BM) - Pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) dinyatakan sebagai organisasi paling efektif mengoperasionalkan program keluarga berencana (KB). Efektifitas ini cukup beralasan, karena PKK memiliki dasa wisma yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan berperan dalam kehidupan sehari-hari.
 
“Pencanangan program KB ini memang dari pemerintah, namun yang mengoperasionalkan di lapangan yaitu dasawisma PKK. Gabungan ibu-ibu dalam dasawisma PKK inilah yang bisa memberi sentuhan pada KB,” demikian disampaikan Gubernur JawaTimur Dr. H. Soekarwo ketika membuka Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Provinsi Jatim tahun 2017 di Kantor Bappeda Provinsi Jatim, Surabaya, Senin (20/11).
 
Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim menjelaskan, laju pertumbuhan penduduk/LPP di Jatim saat ini nilaianya 0,59 lebih rendah dari nasional. Selain itu, total fertility rate/TFR nya juga hanya 1,946. Data-data inimenunjukkan bahwa program KB cukup berhasil di Jatim, salah satunya berkat peran PKK. “Program-program kemanusiaan dalam PKK lewat dasawismanya terbukti efektif menggerakkan dan menyadarkan masyarakat dalam ber KB,” terangnya.
 
Menurut Pakde Karwo, operator KB dalam dasawisma yang paling tepat yakni perempuan karena sifat humanis yang dimilikinya. Selain itu, perempuan merupakan simpul jaringan sosial dan transfer sosial pada masa kritis dan krisis. Apalagi, perempuan di Jatim terbukti memiliki produktifitas yang tinggi dengan diraihnya penghargaan pengarusutamaan gender selama sepuluh tahun berturut-turut. “Peran perempuan sangat strategis dalam pembangunan, khususnya dalam hal kemanusiaan,” ujarnya.
 
Dalam rangka meningkatkan indeks pembangunan manusia/IPM, lanjut Pakde Karwo, Pemprov Jatim terus bersinergi dengan PKK baik di bidang pendidikan maupun kesehatan. Apalagi dengan adanya tantangan bonus demografi yang akan dihadapai Jatim pada tahun 2019. “Bonus ini akan menjadibencana, jika pendidikan dan kesehatannya manusianya tidak diurusi dan disinilah peran penting PKK,” ungkapnya.
 
Ditambahkan, salah satusinergitas program Pemprov Jatim dengan PKK di bidang kesehatan yakni dibentukya taman Pos Pelayanan Terpadu/Posyandu. Program ini bahkan telah mendapat penghargaan dari Bank Dunia karena bersifat holistik integral. Lewat Tamas Posyandu, tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak dipantau dan pada saat yang sama orang tua juga dibekali berbagai pengetahua.“Taman Posyandu ini adalah solusi yang bagus karena dalam kegiatannya menyertakan pendidikan parenting,” imbuh Pakde Karwo.
 
Lebih lanjut, Pakde Karwo mengusulkan agar kabupaten/kota memperbanyak keberadaan pondok kesehatan desa/Ponkesdes dalam rangka meningkatkan upaya preventif dan promotif. Dalam satu ponkesdes ini nantinya paling tidak ada satu orang bidan dan dua orang perawat. Berdasarkan data yang ada, dari 5700 total pondok bersalin desa/polindes baru 3.213 yang menjadi ponkesdes. Ponkesdes ini merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah
 
“Ibu-ibu PKK yang hadir di sini harus mendorong bupati/walikotanya agar mau membentuk ponkesdes. Jika polanya masih kuratif seperti sekarang, maka BPJS juga akan keberatan menanggung biayanya,” jelasnya.
 
Dengan adanya ponkesdes, kata dia, maka akan memberi rasa tenang pada masyarakat karena dekat dengan balai kesehatan. Ponkesdes juga merupakan kepanjangan tangan dari puskesmas, sehingga tugas utamanya yakni memberi pengertian tentang pentingnya kesehatan. “Hampir 80 persen orang sakit itu sebenarnya bukan dari fisiknya namun dari psikisnya. Kareannya, dengan adanya balai pengobatan yang dekat maka akan mampu menekan jumlah orang sakit di suatu daerah,” terangnya. (era/udi)
 
 
OTHER NEWS


TERKINI

SELENGKAPNYA
EDISI TERBARU Edisi 21 Juni 2017

Untuk langganan Koran Berita Metro, hubungi (031)5318686 Alamat Jl.Tunjungan Nomor 86 Surabaya.

E-paper

>